Liputan6.com, Jakarta - Saat membangun atau merenovasi rumah, pertanyaan keramik atau granit, mana yang lebih awet? sering muncul sebelum menentukan material lantai. Keduanya sama-sama populer, tetapi memiliki karakter, tingkat ketahanan, tampilan, dan harga yang berbeda. Pilihan yang tepat bukan hanya soal mana yang terlihat lebih bagus, melainkan juga perlu disesuaikan dengan fungsi ruangan, intensitas penggunaan, anggaran, serta kemudahan perawatannya.
Lantai menjadi salah satu bagian rumah yang digunakan setiap hari dan menerima beban secara terus-menerus. Furnitur, langkah kaki, gesekan, kelembapan, hingga perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi kondisinya dalam jangka panjang. Karena itu, memilih material lantai sejak awal dapat membantu mengurangi risiko kerusakan dan biaya renovasi di kemudian hari.
Granit dan keramik juga menawarkan keunggulan yang berbeda. Granit dikenal kuat, padat, dan memiliki corak alami yang membuat ruangan terlihat elegan. Keramik justru unggul dalam variasi motif, harga yang lebih terjangkau, serta pemasangan dan perawatan yang relatif mudah. Lantas, jika ukuran utamanya adalah keawetan, mana yang lebih unggul? Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (12/8/2026).
Advertisement
Mengenal Granit dan Keramik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321999/original/034272100_1786513689-lantai_granit_dan_keramik.jpeg)
Sebelum membandingkan daya tahan keduanya, penting memahami bahwa granit dan keramik berasal dari material yang berbeda.
Granit merupakan batu alam yang terbentuk melalui proses pendinginan magma di dalam bumi. Kandungan mineral seperti kuarsa dan feldspar memberikan karakter keras dan padat pada material ini. Proses pembentukan secara alami membuat setiap lembar granit memiliki pola dan kombinasi warna yang tidak selalu sama. Karakter tersebut menjadi salah satu alasan granit sering digunakan pada hunian yang mengutamakan kesan mewah dan natural.
Keramik merupakan material yang dibuat melalui proses industri. Bahan dasarnya umumnya berupa tanah liat dan mineral yang dibentuk kemudian dibakar pada suhu tinggi. Pada banyak jenis keramik, permukaannya diberi lapisan glasir untuk menghasilkan warna, motif, dan tingkat kilap tertentu.
Keramik sendiri memiliki beberapa kategori. Selain keramik biasa, terdapat porcelain tile yang memiliki kepadatan lebih tinggi dan daya serap air lebih rendah. Perbedaan jenis ini penting diperhatikan karena tidak semua produk keramik memiliki tingkat ketahanan yang sama.
Keramik atau Granit, Mana yang Lebih Awet?
Jika pertanyaannya secara khusus adalah keramik atau granit, mana yang lebih awet?, granit umumnya lebih unggul dalam hal ketahanan terhadap goresan, beban, dan penggunaan jangka panjang.
Granit memiliki struktur yang padat dan keras sehingga relatif tahan terhadap gesekan. Karakter tersebut membuatnya cocok digunakan pada area dengan lalu lintas tinggi, seperti ruang keluarga, ruang tamu, koridor, atau area komersial.
Ketahanan terhadap panas juga menjadi salah satu keunggulan granit. Material ini dapat digunakan pada area yang berdekatan dengan sumber panas, meskipun pemilihan dan pemasangannya tetap harus mempertimbangkan kondisi ruangan.
Keramik bukan berarti mudah rusak. Keramik berkualitas baik juga dapat bertahan selama bertahun-tahun apabila dipasang dengan benar dan digunakan sesuai kebutuhan. Masalah biasanya muncul ketika lantai menerima benturan keras, beban berat, atau pemasangan dilakukan pada permukaan yang tidak rata.
Porcelain tile bahkan memiliki tingkat kepadatan dan ketahanan yang lebih tinggi dibandingkan keramik biasa. Karena itu, membandingkan granit dengan "keramik" perlu dilakukan secara hati-hati karena kualitas dan jenis keramik di pasaran sangat beragam.
Advertisement
Perbandingan Ketahanan Granit dan Keramik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5407594/original/047845700_1762747933-Lantai_Keramik_Granit___Dinding_Beton_Bata_Rapat.jpg)
Dari sisi ketahanan fisik, granit memiliki keunggulan karena materialnya keras dan padat. Permukaannya relatif tahan terhadap goresan akibat aktivitas sehari-hari. Furnitur berat juga tidak menjadi persoalan selama lantai dipasang dengan teknik yang tepat dan struktur bangunan mampu menopang bebannya.
Keramik memiliki ketahanan yang cukup baik untuk penggunaan rumah tangga. Namun, permukaannya dapat mengalami retak atau pecah jika mendapatkan benturan keras. Risiko tersebut juga dapat meningkat apabila terdapat rongga di bawah ubin akibat pemasangan yang kurang sempurna.
Ketahanan lantai sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh material. Kualitas produk, ketebalan, metode pemasangan, kondisi dasar lantai, kualitas perekat, hingga perawatan ikut menentukan umur pakainya.
Bagaimana dengan Daya Serap Air?
Daya serap air merupakan faktor penting ketika lantai akan dipasang di dapur, kamar mandi, teras, atau area lain yang sering terkena air.
Granit memiliki daya serap air yang relatif rendah dibandingkan banyak material keramik biasa. Karakter ini membuatnya cocok digunakan di area yang membutuhkan material padat. Meski begitu, granit bukan berarti sepenuhnya tidak berpori. Beberapa jenis granit tetap membutuhkan penyegelan secara berkala untuk membantu melindungi permukaannya dari noda dan penetrasi cairan.
Keramik memiliki tingkat penyerapan air yang berbeda-beda. Jenis keramik tertentu lebih berpori, sementara porcelain tile memiliki tingkat penyerapan air yang lebih rendah. Untuk area basah, pemilihan produk yang memang dirancang untuk kondisi tersebut menjadi lebih penting daripada sekadar memilih berdasarkan motif.
Lapisan nat juga perlu diperhatikan. Nat yang rusak atau tidak terawat dapat menjadi jalur masuknya air ke bagian bawah lantai.
Mana yang Lebih Mudah Dirawat?
Keramik memiliki keunggulan dalam hal perawatan harian. Debu dan kotoran dapat dibersihkan dengan menyapu atau mengepel secara rutin. Banyak produk keramik juga tidak membutuhkan proses penyegelan berkala.
Granit membutuhkan perhatian lebih. Penyegelan dapat diperlukan untuk membantu mencegah noda masuk ke pori-pori batu, terutama jika granit digunakan di area yang sering terkena tumpahan makanan dan minuman. Permukaan granit yang dipoles juga perlu dirawat agar tampilannya tetap terjaga.
Perawatan tersebut bukan berarti granit sulit digunakan. Pemilik rumah hanya perlu memahami karakter materialnya. Pembersihan rutin dan penggunaan produk pembersih yang sesuai dapat membantu mempertahankan kondisi lantai dalam jangka panjang.
Dari Segi Tampilan, Granit atau Keramik?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322000/original/043894600_1786513689-lantai_granit.jpeg)
Granit memiliki keunggulan pada karakter alami. Pola mineral yang berbeda pada setiap lembar membuat lantai terlihat lebih eksklusif. Warna dan motif naturalnya juga cenderung memberikan kesan elegan yang dapat bertahan mengikuti perubahan tren interior.
Keramik menawarkan fleksibilitas desain yang lebih luas. Produk keramik tersedia dalam berbagai ukuran, warna, tekstur, dan motif. Ada keramik dengan tampilan menyerupai marmer, kayu, batu alam, hingga pola geometris.
Keunggulan tersebut membuat keramik lebih mudah disesuaikan dengan berbagai gaya interior. Rumah minimalis, Japandi, klasik, industrial, hingga rumah dengan konsep tropis dapat menggunakan keramik dengan desain yang berbeda.
Granit lebih cocok bagi pemilik rumah yang menginginkan karakter alami dan kesan premium. Keramik lebih fleksibel bagi mereka yang ingin bereksperimen dengan tampilan lantai tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.
Bagaimana Perbandingan Harganya?
Harga menjadi salah satu faktor yang membuat keramik tetap banyak dipilih. Produk keramik tersedia dalam rentang harga yang sangat beragam sehingga pemilik rumah dapat menyesuaikannya dengan anggaran.
Granit umumnya membutuhkan investasi awal lebih besar. Selain harga material, biaya pemasangan juga dapat lebih tinggi karena granit memiliki bobot yang berat dan membutuhkan tenaga serta peralatan yang sesuai.
Perkiraan harga dalam referensi yang digunakan menunjukkan keramik dapat ditemukan mulai sekitar Rp 40.000 hingga Rp 100.000 per meter persegi, tergantung jenis dan kualitas. Granit ukuran 60 × 60 cm disebut berada di kisaran sekitar Rp 200.000 hingga Rp 400.000 per meter persegi, sementara biaya material dan pemasangan dapat mencapai sekitar Rp 350.000 hingga Rp 450.000 per meter persegi.
Angka tersebut bukan harga tetap. Harga aktual dapat berubah berdasarkan merek, kualitas, ukuran, lokasi pembelian, desain, serta biaya pemasangan di masing-masing daerah.
Kelebihan dan Kekurangan Granit
Granit memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menarik untuk penggunaan jangka panjang.
Kelebihan granit:
- Memiliki tingkat kekerasan dan kepadatan yang tinggi.
- Relatif tahan terhadap goresan dan beban berat.
- Memiliki pola alami yang unik.
- Memberikan kesan mewah dan elegan.
- Daya serap air relatif rendah.
- Warna dan karakter alaminya cenderung tahan lama.
Di sisi lain, terdapat beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:
- Harga material dan pemasangan lebih tinggi.
- Bobot material cukup berat.
- Pemasangan membutuhkan ketelitian dan tenaga berpengalaman.
- Beberapa jenis membutuhkan penyegelan berkala.
- Pemotongan dan pemasangannya dapat membutuhkan peralatan khusus.
Kelebihan dan Kekurangan Keramik
Keramik menawarkan keunggulan yang membuatnya praktis untuk banyak rumah.
Kelebihan keramik:
- Harga lebih terjangkau.
- Pilihan warna dan motif sangat beragam.
- Mudah ditemukan di pasaran.
- Pemasangan relatif lebih sederhana.
- Perawatan harian mudah.
- Tersedia dalam berbagai ukuran dan tekstur.
Kekurangannya antara lain:
- Sebagian jenis lebih mudah retak atau pecah akibat benturan.
- Keramik tertentu memiliki daya serap air lebih tinggi.
- Permukaan glossy dapat menjadi licin ketika basah.
- Motif produksi massal mungkin terasa kurang eksklusif.
- Ubin yang pecah perlu diganti secara individual.
Advertisement
Jadi, Mana yang Sebaiknya Dipilih?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322001/original/050370200_1786513689-lantai_keramik.jpeg)
Jawabannya kembali pada kebutuhan rumah.
Jika prioritas utama adalah keawetan, ketahanan terhadap goresan, beban berat, dan tampilan premium, granit dapat menjadi pilihan yang lebih unggul. Material ini cocok untuk area yang banyak dilalui dan rumah yang ingin mempertahankan tampilan lantai dalam jangka panjang.
Jika prioritasnya adalah efisiensi biaya, variasi desain, pemasangan yang lebih mudah, dan perawatan sederhana, keramik merupakan pilihan yang lebih praktis.
Pemilik rumah juga tidak harus menggunakan satu material untuk seluruh ruangan. Kombinasi dapat menjadi solusi. Granit bisa digunakan pada ruang tamu atau foyer untuk menciptakan kesan elegan, sedangkan keramik dapat dipilih untuk kamar tidur, dapur, atau area lain yang membutuhkan fleksibilitas desain.
Pilihan tersebut juga perlu disesuaikan dengan karakter ruangan. Lantai kamar mandi, misalnya, sebaiknya dipilih berdasarkan ketahanan terhadap air dan kemampuan memberikan pijakan yang aman, bukan semata-mata karena tampilannya.
Pada akhirnya, pertanyaan keramik atau granit, mana yang lebih awet? memang cenderung mengarah pada granit jika parameter utamanya adalah ketahanan material. Namun, keramik tetap dapat menjadi pilihan yang sangat baik jika produk yang dipilih berkualitas, pemasangannya tepat, dan perawatannya dilakukan secara rutin. Lantai yang awet bukan hanya ditentukan oleh bahan, tetapi juga oleh cara memilih, memasang, menggunakan, dan merawatnya.
Tanya Jawab Seputar Pilihan Lantai Rumah
1. Apakah granit lebih awet daripada keramik?
Secara umum, granit memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap goresan, beban berat, dan penggunaan intensif. Namun, kualitas produk dan pemasangan tetap memengaruhi daya tahan lantai.
2. Apakah keramik cocok untuk rumah yang banyak aktivitas?
Cocok. Keramik berkualitas dapat digunakan untuk berbagai ruangan rumah. Untuk area dengan lalu lintas tinggi, pilih produk yang memiliki spesifikasi ketahanan sesuai kebutuhan.
3. Apakah granit lebih sulit dirawat?
Granit membutuhkan perawatan yang sedikit lebih khusus dibandingkan keramik, terutama terkait penyegelan pada jenis tertentu. Pembersihan rutin tetap diperlukan agar permukaannya terjaga.
4. Mana yang lebih murah, granit atau keramik?
Keramik umumnya lebih murah, terutama untuk produk standar. Granit membutuhkan biaya awal yang lebih besar karena harga material dan pemasangannya cenderung lebih tinggi.
5. Apakah granit dan keramik bisa digunakan bersama dalam satu rumah?
Bisa. Penggunaan kombinasi justru dapat menjadi solusi untuk menyesuaikan material dengan fungsi ruangan, anggaran, dan konsep interior. Misalnya, granit digunakan di ruang tamu, sedangkan keramik digunakan di kamar tidur atau area servis.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321533/original/044296500_1786447580-cek_fakta_program_magang_nasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158887/original/014385400_1741675894-cek_fakta_pasukan_oranye.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321998/original/027055200_1786513689-lantai_rumah_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4759738/original/067093400_1709389500-modern-muslim-woman-hijab-office-room.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321917/original/058136700_1786509850-pexels-phearak-chamrien-254417215-13672220.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529138/original/012483500_1627962520-mufid-majnun-yv6ThE76y_M-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321935/original/038374200_1786511319-Gemini_Generated_Image_6meq856meq856meq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321811/original/024760400_1786505481-Desain_rumah_mungil_untuk_pekerja_lajang_introvert.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5110066/original/004912400_1737911152-IMG-20250126-WA0043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321826/original/025945600_1786505907-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__10_31_39_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3597973/original/058969000_1633862486-pexels-photo-4433101.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321810/original/079541400_1786505410-woman-arranging-paintings-home.jpg)