Atasi Kelangkaan Tim Ahli, Sistem Keamanan AI Ini Bisa Tangkis Serangan Siber dalam 6 Menit

Sistem keamanan siber yang kuat sangat krusial di tengah ancaman siber Tanah Air yang kian ganas.

Diterbitkan 26 September 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Serangan siber adalah mimpi buruk yang bisa datang kapan saja, bahkan saat dini hari atau hari libur. Menjawab tantangan genting ini, ESET meluncurkan layanan Managed Detection and Response (MDR) di Indonesia.

Kehadiran solusi tersebut menjadi angin segar bagi korporasi yang selama ini kewalahan menjaga sistem tanpa tim keamanan yang siaga penuh.

Sistem keamanan siber yang kuat sangat krusial di tengah lanskap ancaman siber Tanah Air yang kian ganas. Laporan terbaru AwanPintar.id mencatat, Indonesia menghadapi hingga 16 serangan siber setiap detiknya.

Di sisi lain, tekanan regulasi makin ketat seiring berlakunya UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta persiapan menjelang RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).

Di tengah risiko kerugian finansial yang masif, ESET MDR dirancang untuk mengambil alih beban analisis ancaman dan memberikan proteksi aktif saat tim IT sedang off-duty.

Layanan ini menggabungkan otomatisasi dengan pengawasan pakar siber global ESET, serta didukung penuh oleh PT Prosperita Mitra Indonesia selaku distributor eksklusif ESET di Indonesia dan Timor Leste.

“Ancaman siber hari ini bergerak dalam hitungan detik, sementara banyak tim IT terjebak dalam rutinitas analisis manual yang melelahkan di luar jam operasional,” ujar CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Ia menjelaskan, ESET MDR mengombinasikan otomatisasi AI dan analisis pakar global untuk memangkas waktu respons hingga 6 menit saja, kecepatan krusial untuk menghentikan serangan sebelum berdampak fatal pada bisnis.

 

Proteksi Otomatis Tanpa Beban Analisis Manual

Berbeda dari solusi konvensional yang sebatas mengirim alarm peringatan, ESET MDR langsung mengambil tindakan mitigasi secara otomatis. Sistem ini bekerja 24 jam nonstop untuk memantau, mendeteksi, dan mengisolasi ancaman.

Dengan memadukan kecerdasan buatan (AI) dan jaringan lebih dari 100 threat hunter profesional ESET di seluruh dunia, tim IT internal tidak perlu lagi terbangun di tengah malam untuk menganalisis log atau melacak akar masalah.

Kecepatan Mean Time to Respond (MTTR) hingga rata-rata 6 menit ini melompat jauh dibanding temuan studi Verizon (2025), di mana kebanyakan organisasi membutuhkan waktu hingga 24 hari hanya untuk menyadari bahwa sistem mereka telah diretas.

Untuk pasar Indonesia, ESET MDR hadir dalam dua tingkatan langganan yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis:

  • ESET PROTECT MDR: Solusi komprehensif untuk UKM yang mencakup proteksi endpoint, email, aplikasi cloud, hingga patching kerentanan otomatis.
  • ESET PROTECT MDR Ultimate: Proteksi proaktif tingkat lanjut untuk skala enterprise, mencakup customized threat hunting, investigasi forensik digital jarak jauh, dan dukungan ekosistem XDR melalui ESET Inspect.

 

Dukung Kepatuhan Regulasi dan Efisiensi Biaya

Dari sisi kepatuhan (compliance), ESET MDR telah mengantongi sertifikasi SOC 2 Type 2. Sertifikasi ini membuktikan standar tinggi ESET dalam melindungi data pelanggan, sehingga memudahkan perusahaan di sektor sensitif seperti keuangan dan manufaktur untuk memenuhi regulasi pemerintah tanpa harus membangun Security Operations Center (SOC) internal yang memakan biaya besar.

Fitur pengelolaan patch otomatis di dalamnya juga meminimalkan risiko eksploitasi celah keamanan secara konsisten.

“Keamanan siber bukan sekadar produk teknologi, melainkan fondasi kepercayaan bisnis dan publik. ESET siap berdiri di garda terdepan mendampingi organisasi di Indonesia, termasuk UKM, agar tidak hanya compliant tetapi juga memiliki ketahanan (resilience) mutlak dalam menghadapi ancaman siber,” Yudhi memungkaskan.