CEO Nvidia Diduga Jadi Target Mata-Mata China, Apa yang Diincar?

CEO Nvidia, Jensen Huang, diduga menjadi target intelijen China melalui eksekutif perusahaan pusat data Singapura.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 14:08 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CEO Nvidia, Jensen Huang, dilaporkan menjadi target operasi intelijen China yang diduga melibatkan seorang eksekutif perusahaan pusat data di Singapura.

Perempuan bernama Alice Huang itu diduga mengumpulkan informasi untuk pemerintah Beijing dan memiliki hubungan dekat dengan Jensen.

Dikutip dari PC Gamer, Jumat (30/10/2026), laporan ini merujuk pada investigasi The New York Times yang mengungkap temuan badan intelijen Amerika Serikat (AS) mengenai dugaan aktivitas spionase Alice Huang.

Alice Huang, yang juga dikenal sebagai Huang Le, merupakan eksekutif perusahaan pusat data bernama Megaspeed.

Sebelumnya, perusahaan itu berada dalam pengawasan otoritas AS karena dicurigai terlibat dalam penyelundupan chip AI Nvidia dari Singapura ke China.

Menurut sumber anonim yang mengetahui hasil pengawasan intelijen, pejabat AS menyimpulkan bahwa Alice merupakan aset intelijen China. Ia diduga mengumpulkan informasi untuk diteruskan kepada pemerintah Beijing.

Selama pengawasan berlangsung, pejabat AS juga menemukan bahwa Alice memiliki hubungan dekat dengan Jensen Huang. Meski menggunakan nama belakang yang sama, keduanya tidak memiliki hubungan keluarga.

Kedekatan itu menimbulkan kekhawatiran bagi badan intelijen AS. Mereka menduga Alice berpotensi memanfaatkan hubungannya dengan Jensen untuk memperoleh informasi penting mengenai Nvidia.

CEO Nvidia Belum Terima Peringatan Langsung

Jensen Huang dilaporkan belum mendapat pengarahan mengenai potensi ancaman intelijen asing selama pengawasan berlangsung. Nvidia juga disebut belum menerima informasi mengenai dugaan aktivitas Alice.

Gedung Putih, CIA, dan NSA menolak memberikan komentar kepada The New York Times. Sementara itu, laporan yang ada tidak menjelaskan secara pasti apakah Alice masih bekerja di Megaspeed.

Kasus ini turut menyoroti pembatasan ekspor teknologi AI AS ke China. Pemerintah AS membatasi penjualan sejumlah chip canggih Nvidia karena khawatir teknologi tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan strategis China.

Nvidia Bantah Ada Informasi Rahasia yang Bocor

Nvidia membantah sejumlah klaim dalam laporan The New York Times, terutama dugaan keterlibatan Megaspeed dalam pengalihan chip AI ke China.

Juru bicara Nvidia, John Rizzo, mengatakan bahwa penyelidikan pada 2025 menyimpulkan tuduhan terhadap Megaspeed tidak berdasar.

Rizzo juga menjelaskan bahwa interaksi Jensen Huang dengan Alice merupakan bagian dari kegiatan bisnis biasa. Menurutnya, pertemuan dengan eksekutif perusahaan pelanggan merupakan hal yang wajar bagi seorang CEO.

Ia menegaskan Megaspeed hanya menerima informasi bisnis umum, bukan rahasia dagang Nvidia maupun informasi yang berkaitan dengan keamanan nasional.