Arti Bahasa Tubuh Orang yang Mengerutkan Kening saat Bicara Menurut Psikolog

Mengerutkan kening saat berbicara bisa menunjukkan kemarahan, konsentrasi, kebingungan, atau emosi lainnya. Berikut penjelasannya menurut psikologi.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 13:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernah berbicara dengan seseorang yang terus mengerutkan kening sepanjang percakapan? Ekspresi tersebut terkadang membuat lawan bicara merasa sedang dimarahi, dicurigai, atau bahkan tidak disukai. Padahal, gerakan wajah ini tidak selalu menandakan emosi negatif. Ada berbagai kemungkinan makna di balik bahasa tubuh seseorang yang mengerutkan kening saat berbicara.

Dalam psikologi, ekspresi wajah menjadi salah satu petunjuk untuk memahami kondisi emosional seseorang. Namun, satu gerakan wajah tidak cukup untuk memastikan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan seseorang. Situasi percakapan, intonasi suara, gerakan tubuh, serta kebiasaan individu juga perlu diperhatikan. Berikut penjelasan selengkapnya yang telah Liputan6 rangkum dari berbagai sumber, Jumat (30/10).

Mengenal Arti Mengerutkan Kening dalam Psikologi

Mengerutkan kening merupakan gerakan otot wajah yang membuat bagian di antara kedua alis terlihat berkerut atau membentuk garis vertikal. Gerakan ini melibatkan beberapa otot, salah satunya corrugator supercilii, yang berfungsi menarik alis ke arah dalam dan bawah.

Dalam kajian ekspresi wajah, gerakan tersebut dikenal sebagai Action Unit 4 (AU4) dalam Facial Action Coding System (FACS). Sistem ini digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan gerakan otot wajah berdasarkan karakteristiknya. AU4 sendiri dikenal sebagai gerakan menurunkan alis (brow lowerer) yang melibatkan otot di sekitar alis.

Gerakan mengerutkan kening sering dikaitkan dengan ekspresi marah atau tidak senang. Namun, maknanya tidak selalu sesederhana itu. Seseorang bisa menunjukkan gerakan serupa ketika sedang berpikir keras, berusaha memahami pembicaraan, atau menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian lebih.

Arti Bahasa Tubuh Orang yang Mengerutkan Kening saat Bicara

Ada beberapa kemungkinan makna bahasa tubuh seseorang yang mengerutkan kening ketika sedang berbicara. Berikut sejumlah interpretasi yang dapat diperhatikan.

1. Sedang Merasa Marah atau Kesal

Salah satu makna yang paling sering diasosiasikan dengan kening berkerut adalah kemarahan. Ketika seseorang merasa kesal, kecewa, atau terganggu, otot di sekitar alis dapat berkontraksi sehingga kedua alis terlihat turun dan saling mendekat.

Ekspresi tersebut biasanya disertai tanda lain, seperti tatapan mata yang tajam, kelopak mata menegang, bibir mengatup, atau rahang mengencang. Kombinasi gerakan wajah ini dapat membuat seseorang terlihat sedang menunjukkan ketidaksenangan.

Penelitian mengenai karakteristik ekspresi emosi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychiatry Research menemukan bahwa ekspresi marah memiliki karakteristik berupa alis yang turun, mata terbuka lebar dengan kelopak bawah menegang, serta perubahan pada area mulut. Artinya, kerutan kening dapat menjadi salah satu petunjuk kemarahan, tetapi bukan satu-satunya penanda.

2. Sedang Berkonsentrasi atau Berpikir Keras

Tidak semua orang yang mengerutkan kening sedang marah. Gerakan ini juga dapat muncul ketika seseorang berusaha memusatkan perhatian atau menyelesaikan persoalan yang membutuhkan pemikiran mendalam.

Contohnya, seseorang mungkin mengerutkan kening ketika mendengarkan penjelasan yang rumit, menghitung sesuatu, mengingat informasi, atau mencoba memahami pertanyaan yang sulit.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychophysiology pada 2020 mengamati aktivitas otot corrugator supercilii menggunakan elektromiografi (EMG) selama tugas kognitif. Hasilnya menunjukkan peningkatan aktivitas otot tersebut ketika peserta menghadapi konflik informasi dalam tugas yang diberikan. Temuan ini memperlihatkan bahwa aktivitas otot yang menghasilkan ekspresi mengerutkan kening juga berkaitan dengan proses kognitif yang membutuhkan usaha mental.

3. Sedang Merasa Bingung atau Tidak Memahami Pembicaraan

Orang yang mengerutkan kening ketika berbicara juga mungkin sedang merasa bingung. Ekspresi ini dapat muncul ketika seseorang menerima informasi yang belum dipahami atau menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan perkiraannya.

Misalnya, ketika lawan bicara menyampaikan penjelasan yang sulit dimengerti, seseorang mungkin secara spontan mengerutkan kening sambil mencoba memproses informasi tersebut. Gerakan ini bisa disertai kepala sedikit miring, tatapan yang lebih fokus, atau jeda sebelum memberikan jawaban.

Dalam kondisi tersebut, kerutan kening lebih tepat dipahami sebagai kemungkinan respons terhadap proses berpikir atau ketidakpastian. Bukan berarti orang tersebut tidak setuju dengan pembicaraan atau sedang merasa kesal.

4. Sedang Merasa Sedih atau Tertekan

Kerutan kening juga dapat muncul dalam ekspresi kesedihan. Namun, karakteristiknya tidak selalu sama dengan ekspresi marah.

Ketika seseorang merasa sedih, bagian tengah alis dapat tertarik ke atas dan ke dalam. Ekspresi ini terkadang disertai sudut bibir yang menurun, dagu yang sedikit terangkat, atau tatapan mata yang terlihat sayu.

Kondisi tersebut bisa muncul ketika seseorang membicarakan pengalaman menyedihkan, menghadapi masalah pribadi, atau mengingat sesuatu yang membuatnya emosional. Oleh karena itu, memperhatikan keseluruhan ekspresi wajah lebih membantu daripada hanya melihat bagian kening.

Mengapa Kerutan Kening Tidak Selalu Menunjukkan Emosi Tertentu?

Meskipun ekspresi wajah dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi emosional, gerakannya tidak selalu memiliki hubungan langsung dengan satu jenis emosi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada 2024 menemukan bahwa ekspresi wajah saja sering kali tidak cukup untuk menyimpulkan emosi seseorang. Dalam sejumlah pengujian, informasi mengenai situasi yang sedang dialami seseorang bahkan dapat memberikan gambaran yang sama baiknya atau lebih baik dibandingkan petunjuk wajah secara terpisah.

Perbedaan individu juga memengaruhi cara seseorang menunjukkan emosinya. Ada orang yang secara alami sering mengerutkan kening ketika berbicara, sedangkan orang lain hanya melakukannya ketika menghadapi situasi tertentu.

Psikolog David Matsumoto dalam wawancara yang diterbitkan oleh American Psychological Association menjelaskan bahwa konteks dan perbedaan individu maupun budaya turut memengaruhi kapan serta bagaimana seseorang mengekspresikan emosi. Dengan demikian, kebiasaan ekspresi wajah seseorang perlu dipertimbangkan sebelum memberikan interpretasi.

Selain itu, gerakan wajah bersifat dinamis. Seberapa cepat kening mengerut, berapa lama ekspresi tersebut bertahan, dan bagaimana perubahan ekspresi setelah seseorang berbicara dapat memberikan informasi tambahan. Kajian dalam Nature Reviews Psychology menjelaskan bahwa informasi temporal dari gerakan wajah membantu seseorang memahami ekspresi emosional dengan lebih baik dibandingkan hanya mengamati satu foto atau ekspresi statis.

Cara Memahami Bahasa Tubuh Orang yang Mengerutkan Kening saat Berbicara

Agar tidak salah menafsirkan ekspresi seseorang, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan ketika berinteraksi.

  1. Perhatikan ekspresi wajah secara keseluruhan. Jangan hanya berfokus pada kening. Amati pula mata, bibir, rahang, dan perubahan ekspresi lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
  2. Dengarkan intonasi suara. Nada bicara yang meninggi, suara bergetar, atau cara berbicara yang terdengar tegang dapat menjadi petunjuk tambahan mengenai suasana emosional seseorang.
  3. Amati konteks percakapan. Perhatikan topik yang sedang dibicarakan. Seseorang mungkin mengerutkan kening karena sedang membahas persoalan serius, menerima kabar mengejutkan, atau mencoba memahami penjelasan tertentu.
  4. Kenali kebiasaan orang tersebut. Bandingkan ekspresinya dengan kebiasaan sehari-hari. Jika seseorang memang sering mengerutkan kening ketika berbicara, gerakan tersebut belum tentu menunjukkan ketidaknyamanan atau kemarahan.
  5. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Apabila ekspresi tersebut membuat percakapan terasa canggung, cobalah bertanya dengan santai. Misalnya, "Ada bagian yang kurang jelas atau ada sesuatu yang mengganggu?"

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Arti Bahasa Tubuh Orang

1. Apakah orang yang mengerutkan kening saat bicara sedang marah?

Belum tentu. Ekspresi tersebut bisa menunjukkan kemarahan, konsentrasi, kebingungan, atau respons terhadap situasi tertentu.

2. Apa arti mengerutkan kening sambil menatap seseorang?

Gerakan tersebut bisa menunjukkan perhatian, ketidaksetujuan, kebingungan, atau ketegangan. Maknanya perlu dilihat berdasarkan konteks dan ekspresi wajah lainnya.

3. Apakah mengerutkan kening termasuk bahasa tubuh negatif?

Tidak selalu. Kerutan kening merupakan gerakan wajah yang dapat muncul dalam berbagai kondisi emosional maupun saat seseorang melakukan aktivitas yang membutuhkan usaha mental.

4. Mengapa seseorang sering mengerutkan kening ketika mendengarkan orang lain?

Seseorang mungkin sedang berkonsentrasi, berusaha memahami informasi, atau merasa kesulitan mengikuti pembicaraan. Bisa juga merupakan kebiasaan ekspresi wajah.

5. Bagaimana cara mengetahui seseorang tidak nyaman saat berbicara?

Perhatikan beberapa petunjuk sekaligus, seperti perubahan intonasi suara, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan respons verbal. Jangan menentukan ketidaknyamanan hanya berdasarkan satu gerakan wajah.