Borong Chip AI Nvidia, SpaceX Cari Pinjaman Rp 715 Triliun

SpaceX milik Elon Musk tengah berunding dengan bank dan investor untuk menggalang dana US$ 40 miliar demi membeli chip AI Nvidia.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 21:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, dilaporkan tengah berunding dengan sejumlah bank dan investor untuk menggalang dana segar. Dana tersebut rencananya bakal dialokasikan khusus untuk membeli chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) besutan Nvidia.

Nilai pendanaan yang dincar Musk mencapai US$ 40 miliar atau sekitar Rp 715,1 triliun (dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran Rp 17.878). Langkah ini menggarisbawahi makin tingginya lonjakan permintaan daya komputasi di kalangan pengembang AI global.

Mengutip The Straits Times, Rabu (7/10/2026), Pacific Investment Management menjadi salah satu manajer investasi yang memantau peluang kesepakatan tersebut. Meski demikian, diskusi SpaceX diinformasikan masih berada di tahap awal dan tetap memiliki potensi membalas atau kandas.

Raksasa teknologi gabungan sektor AI, satelit, dan roket milik Musk ini menargetkan dana sebesar US$ 10 miliar (sekitar Rp 178,7 triliun) melalui pinjaman bank, serta US$ 30 miliar (sekitar Rp 536,3 triliun) dari skema utang berkategori investasi (investment-grade debt).

Apollo Global Management dikabarkan memimpin skema pembiayaan ini, dengan kesepakatan yang diperkirakan bakal rampung secara resmi pada 2027.

Fenomena ini mencerminkan tren industri, di mana makin banyak perusahaan teknologi dan pengembang AI berlomba menggalang pembiayaan miliaran dolar AS untuk membangun maupun menyewa pusat data (data center) raksasa yang dilengkapi ratusan ribu chip pendukung sistem AI.

Ekspansi skala besar tersebut memicu lonjakan harga di berbagai sektor pendukung, mulai dari harga lahan, pasokan chip, hingga peralatan pembangkit listrik, yang pada akhirnya memantik maraknya kesepakatan pembiayaan bernilai fantastis.

 

Ekspansi Raksasa Bisnis Elon Musk

Di pasar keuangan, saham SpaceX sempat terkoreksi 1,2% dalam perdagangan pascapenutupan pasar AS menjadi US$ 169,79 (sekitar Rp 3,03 juta) per lembar saham menyusul terbitnya laporan Financial Times. Sementara itu, saham Nvidia terpantau bergerak naik tipis.

Pada September lalu, Musk sempat menyampaikan bahwa kluster komputasi AI Colossus 2—yang dikembangkan oleh unit bisnis xAI miliknya—berkemungkinan melipatgandakan jumlah chip Nvidia hingga akhir 2026. Ini menjadi jadwal terperinci yang pernah dibagikan oleh sang triliuner terkait rencana ekspansi kluster di area Memphis tersebut.

Melalui unggahannya di platform X, Musk mengungkapkan bahwa Colossus 2 saat ini ditopang oleh 110.000 chip Nvidia GB200 dan 440.000 chip GB300.

Tambahan 220.000 chip GB300 dijadwalkan mulai beroperasi pada pekan depan, disusul 220.000 unit berikutnya pada November mendatang. Musk menambahkan, sebanyak 220.000 unit chip lainnya ditargetkan beroperasi penuh pada akhir Desember mendatang.

Selain itu, xAI milik Musk juga telah menggandeng sejumlah raksasa Wall Street untuk menguji keandalan chatbot Grok, termasuk keterlibatan Apollo dan Morgan Stanley.

Apollo sendiri terhitung sebagai salah satu raksasa investasi AS yang digandeng Nvidia dalam kemitraan strategis pada Agustus lalu untuk menggalang dana jumbo hingga US$ 500 miliar (sekitar Rp 8.938 triliun) guna membangun infrastruktur AI global.

 

Konsorsium Raksasa

Konsorsium raksasa yang melibatkan Blackstone, BlackRock, Brookfield Asset Management, Goldman Sachs Group, dan KKR & Co. tersebut mengonfirmasi komitmen mereka untuk membentuk kumpulan modal khusus berkapasitas besar dengan tingkat bunga kompetitif bagi para pelanggan Nvidia.

Para eksekutif mengindikasikan bahwa fokus utama pembiayaan akan diarahkan pada skema pendanaan utang guna memberikan akses komputasi bagi pelanggan-pelanggan terbesar Nvidia, sekaligus menandai telah berjalannya berbagai kesepakatan bisnis demi mendukung komitmen tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6