Kapitalisasi Pasar Saham SpaceX dan Tesla Anjlok Rp 7.590 Triliun

Seiring koreksi harga saham Tesla dan SpaceX, kekayaan Elon Musk merosot US$ 90 miliar dalam sepekan.

Diterbitkan 06 November 2026, 08:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saham SpaceX dan Tesla masing-masing turun sekitar 9% dan 11% pada Kamis sore, 5 November 2026. Koreksi saham SpaceX dan Tesla itu didorong kekhawatiran investor kalau Elon Musk akan menghadapi penyelidikan baru dari Kongres. Perusahaan Musk juga diprediksi menghadapi regulasi yang lebih ketat menyusul pemilihan umum paruh waktu atau midterm elections di Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC, Jumat, (6/11/2026), koreksi saham ini terjadi di tengah aksi jual saham sektor teknologi. Hal itu menyebabkan kapitalisasi pasar saham SpaceX dan Tesla mencapai lebih dari US$ 420 miliar atau Rp 7.590 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.070) sejak penutupan perdagangan pada Selasa waktu setempat.

Menurut Forbes, kekayaan Musk yang sempat menembus angka US$ 1 triliun atau Rp 18.073 triliun setelah penawaran umum perdana (IPO) SpaceX pada Juni, kini turun di bawah US$ 800 miliar atau Rp 14.458 triliun. Harta Musk berkurang sekitar US$ 90 miliar atau Rp 1.626 triliun dalam sepekan terakhir. Meski demikian, ia tetap menjadi orang terkaya di dunia.

Sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh Financial Times, Musk merupakan donatur terbesar bagi kandidat dan agenda Partai Republik (GOP) dalam pemilihan umum paruh waktu tersebut, dengan total kontribusi finansial melebihi US$ 470 juta atau Rp 8,49 triliun.

Meskipun ia telah memperkuat dana kampanye Partai Republik, sebagian besar kandidat yang didukung oleh Musk justru kalah dalam pemilihan.

Partai Demokrat berhasil memenangkan kendali atas DPR maupun Senat AS. Di Texas, negara bagian tempat Tesla dan SpaceX berkantor pusat, kandidat dari Partai Demokrat, James Talarico (Senator terpilih) dan Gina Hinojosa (Gubernur terpilih), mengalahkan sekutu lama Musk, yakni Jaksa Agung negara bagian Ken Paxton dan Gubernur Greg Abbott.

 

 

Tesla dan SpaceX Bangun Infrastruktur AI

Dalam sebuah catatan yang dirilis pada Rabu, analis Deutsche Bank menulis, meski kebijakan sulit untuk diprediksi, pihaknya melihat kemungkinan SpaceX akan menghadapi hambatan tambahan dalam situasi seperti ini.

Analis tersebut mencatat Gubernur terpilih Hinojosa menjadikan isu pusat data (data center) sebagai poin utama dalam kampanyenya. Ia menyerukan "moratorium terhadap persetujuan baru sampai badan legislatif menetapkan perlindungan yang lebih kuat terkait penggunaan air, biaya listrik, kendali lokal, serta insentif," sembari mengkritik pemberian keringanan pajak bagi fasilitas-fasilitas berskala besar.

Baik Tesla maupun SpaceX saat ini membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Texas. Mereka juga berencana membangun "Terafab", sebuah fasilitas masif yang mencakup pusat data dan pabrik semikonduktor yang luas di Grimes County, Texas.