Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang untuk kembali memasukkan daftar saham yang dapat ditransaksikan melalui mekanisme short selling. Namun, langkah relaksasi ini baru akan dieksekusi setelah kondisi pasar saham dinilai lebih stabil dan terbebas dari aksi jual panik (panic selling).
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa otoritas bursa masih terus mencermati dinamika pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebelum memutuskan momentum yang tepat untuk mengaktifkan kembali daftar efek tersebut.
“Kita pantau pasarnya. Kalau pasarnya sudah lebih kondusif, tidak ada kepanikan yang berlebihan, tentu short selling bisa kita masukkan kembali daftar sahamnya," ungkap Jeffrey saat ditemui di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Advertisement
Kendati mengisyaratkan pembukaan kembali, Jeffrey belum membeberkan secara terperinci mengenai jumlah maupun emiten apa saja yang berpotensi kembali memenuhi kriteria transaksi short selling.
Ia menegaskan, pengumuman resmi mengenai jajaran saham tersebut baru akan dirilis setelah bursa merampungkan evaluasi menyeluruh terhadap stabilitas pasar.
“Kita lihat nanti. Kami umumkan nanti,” imbuhnya singkat.
Sempat Kosongkan Daftar Saham Short Selling
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309670/original/029539500_1785236107-saham4.jpg)
Sebelumnya, BEI mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan lima saham big cap dari daftar efek yang dapat ditransaksikan secara short selling. Kelima saham tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Langkah pembersihan tersebut membuat daftar efek short selling di bursa untuk sementara waktu tidak memuat saham apa pun. Jeffrey kembali menekankan bahwa bursa tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan faktor keselamatan pasar.
"Nanti kita pantau kondisi pasar ya. Kita lihat kondisi pasar nanti,” tegasnya.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan arahan khusus kepada manajemen BEI agar implementasi pembiayaan transaksi short selling dilakukan secara bertahap dan hati-hati.
OJK menggarisbawahi bahwa pelaksanaan short selling harus memperhatikan kesiapan infrastruktur pasar, efektivitas pengawasan perdagangan, serta penerapan mitigasi risiko yang memadai. Hal ini krusial guna memastikan pengembangan produk transaksi di bursa tetap berjalan selaras dengan stabilitas sistem keuangan nasional.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390996/original/082942600_1793869035-prabowo_listrik_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2925355/original/035083300_1569813395-20190930-Apel-Pelantikan-Presiden-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390616/original/018537700_1793860521-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_1.34.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390887/original/030469200_1793865347-IMG_6542.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390885/original/032643800_1793865316-IMG_6537.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390884/original/090287900_1793865303-IMG_6530.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)