Pakai AI Nvidia, Volvo Siapkan Mobil Otonom

Volvo mempererat kemitraan dengan Nvidia untuk menghadirkan teknologi mengemudi otonom canggih.

Liputan6.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo, memperkuat kemitraan strategisnya dengan raksasa pembuat cip global, Nvidia. Melalui kolaborasi ini, Volvo mengumumkan bahwa lini kendaraan masa depannya bakal dibekali kemampuan mengemudi otonom secara menyeluruh dari pintu ke pintu (door-to-door), baik di jalan bebas hambatan (highway) maupun di tengah kemacetan perkotaan.

Dilansir dari Carscoops, Senin (26/10/2026), kedua perusahaan sebenarnya telah bekerja sama sejak 2017. Ke depan, Volvo bakal mengintegrasikan tumpukan perangkat lunak AI Alpamayo milik Nvidia, sistem operasi Halos, serta arsitektur komputasi dan pemindaian sensor Hyperion. Penggabungan ekosistem canggih ini dirancang untuk menciptakan sistem berkendara pintar yang membuat aktivitas mengemudi terasa jauh lebih rileks, aman, dan intuitif.

Sebagai tahap awal adopsi, Volvo akan mengimplementasikan sistem mengemudi otonom Level 3 berklasifikasi eyes-off. Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengalihkan pandangan dari jalan raya dalam kondisi berkendara tertentu.

Pengembangan sistem eyes-off serupa sebenarnya tengah digarap oleh produsen lain seperti Ford dan General Motors. Kendati Mercedes-Benz dan BMW telah mengantongi izin regulasi di Eropa, kedua merek premium asal Jerman tersebut belakangan memilih menunda pengaplikasiannya akibat tingginya biaya produksi serta terbatasnya minat konsumen saat ini.

 

 

Tingkat Lanjut: Ambisi Teknologi 'Mind-Off' dalam Satu Dekade

Tak berhenti pada konsep eyes-off, Volvo mematok target yang jauh lebih agresif dengan mengembangkan fitur otonom berkategori mind-off. Sistem ini secara teoritis memungkinkan kendaraan mengambil alih kontrol secara total tanpa membuat penumpang perlu berjaga-jaga.

Head of Software Development Volvo, Alwin Bakkenes, mengungkapkan bahwa integrasi penuh antara perangkat keras dan perangkat lunak terbaru dari Nvidia pada model generasi berikutnya ditargetkan matang dalam jangka waktu satu dekade ke depan.

"Volvo telah identik dengan keselamatan kendaraan selama hampir 100 tahun," ujar Presiden dan CEO Volvo, HÃ¥kan Samuelsson. "Melalui kerja sama dengan Nvidia, kami menyatukan dua kekuatan utama: keahlian keselamatan terdepan di industri serta teknologi AI kelas dunia untuk menciptakan mobil yang jauh lebih aman dan menarik."

Sebagai catatan, teknologi AI Nvidia Alpamayo dirancang khusus untuk kebutuhan robotaxi dan kendaraan otonom masa depan. Keunggulan utamanya tak sebatas merespons objek visual di sekitar, melainkan mampu bernalar (reasoning) serta menjelaskan alasan di balik keputusan berkendara yang diambilnya.

Kemampuan bernalar ini dirancang menyerupai pola pikir manusia, sehingga menjanjikan navigasi rute otomatis dari alamat ke alamat (address-to-address) hingga proses parkir mandiri tanpa campur tangan pengemudi (fully autonomous parking).