Chery Siapkan Puluhan Pusat R&D, Ini Ambisi di Baliknya

Keberadaan pusat riset di berbagai negara diharapkan membantu Chery memahami karakteristik pasar setempat sekaligus mengembangkan produk

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 08:06 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chery terus memperkuat strategi ekspansi global dengan meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan (R&D), memperluas manufaktur lokal, serta membuka peluang kolaborasi teknologi dengan berbagai perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya produsen otomotif asal China tersebut untuk membangun bisnis jangka panjang di pasar internasional.

Strategi tersebut disampaikan Executive Vice President of Chery Auto, Zhang Guibing, dalam acara Chery International User Summit 2026 di Wuhu, China.

Dalam pemaparannya, Zhang mengungkapkan bahwa Chery berencana membangun 26 pusat riset dan pengembangan lokal di berbagai negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 pusat R&D disebut telah mulai beroperasi.

Keberadaan pusat riset di berbagai negara diharapkan membantu Chery memahami karakteristik pasar setempat sekaligus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan juga dapat memanfaatkan pengetahuan, sumber daya manusia, dan kemampuan teknis yang tersedia di negara tujuan.

Dengan demikian, ekspansi Chery tidak hanya mengandalkan pengiriman kendaraan dari China, tetapi juga mencakup pengembangan kemampuan teknologi di pasar internasional.

Hal ini menjadi penting mengingat setiap negara memiliki karakteristik berbeda, mulai dari kondisi jalan, infrastruktur, preferensi konsumen, hingga regulasi otomotif.

Penguatan R&D lokal diharapkan dapat membantu Chery menyesuaikan pengembangan produknya dengan kebutuhan pasar masing-masing. Strategi tersebut sekaligus memperlihatkan upaya perusahaan membangun fondasi bisnis yang lebih kuat di luar negara asalnya.

Chery Targetkan Manufaktur Lokal Capai 60 PersenSelain memperluas jaringan riset, Chery juga menargetkan peningkatan porsi manufaktur lokal sebagai bagian dari strategi ekspansi global.

Zhang menyebutkan, porsi manufaktur lokal ditargetkan mencapai sekitar 50 persen pada akhir tahun ini. Angka tersebut kemudian direncanakan meningkat menjadi 60 persen pada tahun berikutnya.

Peningkatan lokalisasi manufaktur diharapkan dapat memperkuat kontribusi Chery terhadap industri otomotif di negara tempat perusahaan beroperasi.

Langkah tersebut berpotensi membuka peluang penciptaan lapangan kerja, meningkatkan keterlibatan pemasok lokal, serta memperkuat rantai pasok komponen otomotif.

Bagi produsen kendaraan global, manufaktur lokal juga menjadi salah satu pendekatan untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan mitra industri dan masyarakat di negara tujuan.

Zhang menegaskan, Chery tidak ingin sekadar menjual kendaraan di pasar internasional. Perusahaan juga berupaya membangun hubungan jangka panjang dengan mitra industri dan masyarakat lokal.

Pendekatan ini dinilai relevan di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin ketat. Perubahan kebijakan industri di berbagai negara juga mendorong produsen kendaraan untuk menyesuaikan strategi bisnisnya dengan kondisi pasar setempat.

Melalui peningkatan lokalisasi, Chery berupaya memperkuat keterlibatan dalam ekosistem industri otomotif di negara tujuan. Strategi tersebut juga dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan dengan pemerintah, pemasok, dan mitra bisnis lokal.

 

Buka Peluang Kolaborasi Teknologi

Di tengah perubahan industri otomotif, Chery turut membuka peluang kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mempercepat pengembangan teknologi.

Menurut Zhang, kolaborasi memungkinkan setiap pihak menggabungkan keunggulan yang dimiliki, baik dalam pengembangan teknologi maupun pemanfaatan komponen.

Bahkan, perusahaan yang sebelumnya berada dalam posisi bersaing dapat menjalin kemitraan untuk menciptakan nilai tambah bagi bisnis masing-masing.

Pendekatan ini semakin relevan ketika industri otomotif menghadapi berbagai perubahan besar, termasuk elektrifikasi kendaraan, pengembangan teknologi baterai, serta integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pengembangan teknologi tersebut membutuhkan kemampuan riset, sumber daya, dan investasi yang tidak sedikit. Karena itu, kolaborasi dapat menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk memperluas kemampuan teknis sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Kerja sama antarpelaku industri juga berpotensi mempercepat pengembangan produk dan layanan baru agar dapat mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen.

Bagi Chery, kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekspansi global.

Perusahaan tidak hanya berupaya memperluas jangkauan penjualan kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang melibatkan mitra industri, pemerintah, dan masyarakat di negara tujuan.

Kepercayaan dari pelanggan dan mitra bisnis menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan perusahaan di pasar internasional.

Melalui pengembangan pusat R&D lokal, peningkatan manufaktur, dan kolaborasi teknologi, Chery berupaya memperkuat posisinya sebagai produsen otomotif global sekaligus membangun hubungan jangka panjang di berbagai pasar.