Kumpulan Doa Agar Diberi Kekuatan Menjalani Ujian Hidup dan Faedahnya

Dalam Islam, ujian bukanlah hukuman, melainkan sarana penggugur dosa dan pengangkat derajat.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 09:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap manusia pasti akan diuji, baik melalui kesulitan ekonomi, penyakit, kehilangan, maupun tekanan batin. Dalam Islam, ujian bukanlah hukuman, melainkan sarana penggugur dosa dan pengangkat derajat.

Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya, dan bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Inilah landasan agar seorang muslim hendaknya kembali kepada Allah dengan bersimpuh memohon kekuatan melalui doa.

Dalam buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah karya Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menempatkan doa sebagai jalan terdekat menuju pertolongan Allah. Doa adalah senjata ampuh bagi mukmin yang menghadapi kesulitan.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da’ wa Ad-Dawa menyebut doa sebagai obat yang paling bermanfaat dan musuh bencana. Doa dapat menolak, meringankan, bahkan menghilangkan musibah yang menimpa seorang Muslim. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar juga menegaskan pentingnya berdoa saat kesusahan dan kesempitan.

Merujuk literatur kontemporer dan klasik, berikut ini adalah kumpulan doa agar diberi kekuatan menjalani ujian hidup. Perlu dicatatm doa harus disertai sabar, ikhtiar, dan tawakal, agar hati tetap teguh dan tidak berputus asa dari rahmat Allah.

Doa-Doa agar Diberi Kekuatan Menjalani Ujian Hidup

1. Doa Memohon Ketegaran dan Kekuatan Menghadapi Segala Permasalahan

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri wal ‘aziimata ‘alar rusyd, wa as-aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima maghfiratika, wa as-aluka syukra ni‘matika wa husna ‘ibaadatik, wa as-aluka qalban saliiman wa lisaanan shaadiqan, wa as-aluka min khairi maa ta‘lam, wa a‘uudzu bika min syarri maa ta‘lam, wa astaghfiruka limaa ta‘lam, innaka Anta ‘Allaamul ghuyuub.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi segala permasalahan dan tekad yang kuat dalam kebaikan. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan ketetapan ampunan-Mu. Aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah yang baik kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau ketahui dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang Engkau ketahui, serta aku memohon ampunan-Mu atas dosa yang Engkau ketahui. Engkaulah Yang Mahatahu akan hal-hal gaib.”

Doa ini dikutip dari Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik, Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr; riwayat Syaddad bin Aus, HR Tirmidzi. Doa ini mengandung permohonan ketegaran dalam menghadapi segala permasalahan serta curahan petunjuk, rasa syukur, lisan yang jujur, dan hati yang lurus.

2. Doa Ya Hayyu Ya Qayyum saat Hidup Terasa Sangat Berat

Arab: يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Latin: Yaa Hayyu Yaa Qayyuum birahmatika astaghiits, wa ashlih lii sya’nii kullahu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin abadan.

Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.”

Doa ini dibaca Rasulullah ketika menghadapi perkara yang berat dan menyesakkan hati. Maknanya, hamba mengakui bahwa tanpa pertolongan Allah, dirinya tidak mampu bertahan menghadapi ujian.

3. Doa Nabi saat Ditimpa Kesusahan

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Latin: Laa ilaaha illallaahul ‘adziimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbul ‘arsyil ‘adziim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil kariim.

Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Agung dan Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang memiliki Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang memiliki langit-langit, bumi, dan Arsy yang mulia.”

Sumber HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas. Nabi SAW membaca doa ini ketika tertimpa kesusahan. Doa ini menegaskan tauhid dan kebesaran Allah, sehingga hati yang gelisah kembali kepada Yang Maha Kuasa.

4. Doa Memohon Kesabaran dan Keteguhan Langkah

Arab: رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin: Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.

Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.”

Doa ini dikutip dari QS Al-Baqarah: 250. Doa ini sangat cocok dibaca siapa pun agar Allah melimpahkan kesabaran dan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Doa ini mengajarkan bahwa kesabaran adalah kekuatan yang diminta, bukan sekadar ditunggu.

5. Doa Berlindung dari Kesedihan, Kelemahan, dan Tekanan Hidup

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika minal hammi wal hazan, wal ‘ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubn, wa dhala‘id daini wa ghalabatir rijaal.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keresahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari kekikiran dan sifat pengecut, dari lilitan utang dan tekanan orang.”

Doa ini bersumber dari HR Bukhari. Doa ini mencakup delapan perkara yang melemahkan hati dan pikiran; dengan berlindung kepada Allah, hamba memohon kekuatan batin untuk bangkit dari tekanan.

6. Doa Nabi Yunus saat Berada dalam Kesulitan Ekstrem

Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Laa ilaaha illaa Anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.

Artinya: “Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Dikutip dari QS Al-Anbiya’: 87; Ebook Koleksi Doa dan Zikir Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menempatkannya dalam bab “Zikir Ketika Berada Dalam Kesusahan”. Ustaz Salehuddin menegaskan bahwa doa ini adalah senjata ampuh bagi mukmin yang menghadapi kesulitan, karena mempertemukan tauhid, pengakuan dosa, dan harapan kepada Allah.

Rasulullah bersabda bahwa tidaklah seseorang berdoa dengannya dalam kesusahan melainkan Allah akan melepaskannya.

7. Doa Memohon Kemudahan Segala Urusan

Arab: اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja‘altahu sahlan, wa Anta taj‘alul hazna idzaa syi’ta sahlan.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Engkau menjadikan yang susah menjadi mudah apabila Engkau menghendakinya.”

Doa ini dikutip dari Buku Dzikir Pagi dan Petang (Hishnul Muslim) Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani. Doa ini diajarkan untuk menghadapi ujian, termasuk ujian sekolah dan ujian hidup, dengan menyerahkan kemudahan kepada Allah.

Waktu Terbaik Membaca Doa agar Diberi Kekuatan Menjalani Ujian Hidup

• Sepertiga malam terakhir (sahur). Kementerian Agama RI menyebut waktu sahur sebagai waktu mustajab, sebagaimana QS Adz-Dzariyat: 18 yang memuji orang yang beristigfar di waktu sahur.

• Antara azan dan iqamah. Waktu singkat ini termasuk waktu yang dianjurkan untuk berdoa, sebagaimana disebut dalam Kumpulan Doa Sehari-hari dan berbagai riwayat.

• Setelah shalat fardhu. Doa setelah shalat fardhu memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Sebagian ulama menganjurkan berdoa sebelum salam pada shalat wajib.

• Saat berbuka puasa. Waktu berbuka adalah waktu mustajab bagi orang yang berpuasa, sebagaimana disebut Kementerian Agama RI.

• Hari Jumat, terutama sore hari. Sebagian riwayat menyebut sore Jumat sebagai waktu diijabahnya doa, sebagaimana disebut dalam berbagai kitab fikih.

• Saat menghadapi musuh atau ujian berat. Doa Nabi saat kesusahan dan doa Ya Hayyu Ya Qayyum dibaca saat ujian benar-benar menekan, bukan hanya setelah ujian berlalu.

Faedah Berdoa agar Diberi Kekuatan Menjalani Ujian Hidup

1. Menenangkan Hati dan Mengurangi Kecemasan

Ibnu Qayyim dalam Ad-Da’ wa Ad-Dawa menyebut doa sebagai obat paling bermanfaat yang menolak dan meringankan musibah. Hati yang berdoa tidak merasa sendirian menghadapi ujian.

2. Menumbuhkan Kesabaran dan Keteguhan

Doa QS Al-Baqarah: 250 secara eksplisit memohon kesabaran dan keteguhan langkah. Doa ini membuat hamba tidak gentar menghadapi tantangan.

3. Memperkuat Tauhid dan Tawakal

Doa Nabi saat kesusahan dan doa Nabi Yunus menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa. Ustaz Salehuddin menyebut doa Nabi Yunus mempertemukan keteguhan tauhid dan kesediaan mengakui kesalahan.

4. Membuka Jalan Keluar yang Tidak Terduga

Doa Allahumma laa sahla illaa maa ja‘altahu sahlan menegaskan bahwa kesulitan dapat menjadi mudah atas kehendak Allah. Syaikh Sa’id al-Qahthani memasukkan doa ini sebagai amalan menghadapi ujian.

5. Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Syukur

Doa memohon kekuatan sering kali disertai permohonan hati yang bersih, lisan yang jujur, dan rasa syukur. Doa teguh pendirian mencakup permohonan tersebut.

 

Pertanyaan Seputar Doa Menghadapi Ujian Hidup

1. Apa doa paling singkat agar kuat menghadapi ujian hidup?

“Yaa Hayyu Yaa Qayyuum birahmatika astaghiits” dan “Allaahumma laa sahla illaa maa ja‘altahu sahlan” dapat dibaca sebagai doa ringkas saat ujian terasa berat.

2. Kapan doa agar diberi kekuatan menghadapi ujian paling mustajab?

Sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, setelah shalat fardhu, saat berbuka puasa, dan saat ujian benar-benar menekan.

3. Apakah doa saja cukup tanpa usaha menghadapi ujian?

Tidak. Doa harus disertai ikhtiar, belajar, bekerja, menjaga kesehatan, dan meminta bantuan orang lain bila perlu. Doa adalah penyempurna, bukan pengganti usaha.

4. Bolehkah berdoa dengan bahasa sendiri saat ujian hidup?

Boleh, tetapi doa yang diajarkan Al-Qur’an dan Sunnah lebih utama karena maknanya lengkap. Jika berdoa dengan bahasa sendiri, jagalah adab dan jangan memohon hal yang bertentangan dengan syariat.

5. Apa tanda doa memohon kekuatan mulai berdampak?

Hati lebih tenang, tidak mudah putus asa, muncul kesabaran, dan mampu mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan masalah.