2 Masalah Barcelona Usai Kalah dari Real Madrid di El Clasico

Barcelona kalah 1-2 dari Real Madrid di El Clasico. Kesalahan lini belakang, penampilan Anthony Gordon, dan masalah lini tengah menjadi catatan penting.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 08:43 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona gagal memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sendiri setelah kalah 1-2 dari Real Madrid pada pekan ke-10 La Liga 2026/2027. Duel El Clasico di Spotify Camp Nou, Senin (26/10/2026) dini hari WIB, berakhir dengan kemenangan tim tamu berkat dua gol Kylian Mbappe.

Barcelona sempat menyamakan kedudukan melalui Raphinha pada menit ke-61. Namun, gol kedua Mbappe pada menit ke-87 memastikan kemenangan Real Madrid sekaligus menggagalkan ambisi tim asuhan Hansi Flick untuk mempertahankan rekor sempurna pada awal musim.

Kekalahan ini memperlihatkan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi Barcelona. Kesalahan di lini belakang, minimnya dukungan terhadap pemain depan, serta lemahnya penguasaan lini tengah menjadi catatan penting dari pertandingan tersebut.

Kesalahan Gerard Martin Menggambarkan Masalah Pertahanan

Gol pembuka Real Madrid pada menit ke-41 tidak lepas dari kesalahan Gerard Martin. Bek Barcelona itu gagal melakukan sapuan dengan baik ketika Kylian Mbappe berada di dekatnya. Bola justru mengenai penyerang asal Prancis tersebut sebelum masuk ke gawang.

Dalam situasi berbahaya seperti itu, Martin seharusnya mengambil keputusan sederhana dengan membuang bola sejauh mungkin. Alih-alih mengamankan wilayah pertahanan, upayanya yang kurang meyakinkan justru memberikan keuntungan bagi Madrid.

Kesalahan tersebut juga mencerminkan penampilan Barcelona yang kurang solid sepanjang babak pertama. Para pemain terlalu sering kehilangan bola, dengan total 62 kali kehilangan penguasaan dalam 45 menit pertama. Akibatnya, Barcelona kesulitan membangun serangan dan tidak cukup agresif menghadapi tekanan fisik lawan.

Lini Tengah Barcelona Kehilangan Kendali

Persoalan lain terlihat di sektor tengah. Pedri belum mampu menunjukkan performa terbaiknya, sementara Rodri juga kesulitan memberikan pengaruh seperti yang diharapkan. Kondisi ini membuat Barcelona tidak memiliki kendali yang memadai untuk mengimbangi permainan Madrid.

Kekuatan fisik dan organisasi permainan Madrid turut menyulitkan para pemain tuan rumah. Bernardo Silva bahkan mampu mengungguli Fermin Lopez dalam sejumlah situasi, menambah tekanan terhadap lini tengah Barcelona.

Jose Mourinho patut mendapat apresiasi atas pendekatan taktik yang diterapkan Real Madrid. Timnya berhasil memanfaatkan kelemahan Barcelona dan menjaga efektivitas permainan hingga akhir laga. Bagi Flick, hasil ini menjadi peringatan bahwa perbaikan tidak cukup dilakukan di lini belakang, tetapi juga harus mencakup keseimbangan dan intensitas permainan di sektor tengah.

Anthony Gordon Menjadi Titik Terang Barcelona

Di tengah penampilan tim yang mengecewakan, Anthony Gordon justru memberikan kontribusi positif. Dalam penampilan perdananya di El Clasico, pemain sayap tersebut berusaha menciptakan peluang meski minim dukungan dari rekan-rekannya selama berada di lapangan.

Gordon menjadi satu-satunya pemain Barcelona yang mampu mengarahkan seluruh tembakannya tepat sasaran. Ia juga berani menghadapi lawan secara langsung dan hanya kehilangan penguasaan bola sebanyak tiga kali.

Catatan akurasi umpannya mencapai 97,1 persen, tertinggi di antara pemain Barcelona. Performa tersebut memperlihatkan keberanian Gordon dalam mengambil inisiatif ketika tim kesulitan mengembangkan permainan. Sayangnya, kontribusinya belum cukup untuk menyelamatkan Barcelona dari kekalahan.

Sumber: Barca Blaugranes

Klasemen

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Respons Mourinho 'The Special One' Soal Barca Vs Madrid Sampai Geleng-Geleng: Kami Bosan ...

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Copy Link
Batalkan