Liputan6.com, Jakarta - Tuduhan yang tidak benar atau fitnah menjadi salah satu ujian terberat yang dapat menimpa seorang Muslim. Fitnah begitu berbahaya. Selain merusak reputasi, fitnah dapat menimbulkan dampak sosial yang besar.
Allah SWT berfirman: "Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan" (QS. Al-Baqarah: 191).
Agar terhindar dari bahaya fitnah, seorang muslim perlu memanjatkan doa agar terhindar dari tuduhan yang tidak benar. Para ulama telah merinci berbagai lafaz doa yang dapat diamalkan, mulai dari doa para nabi hingga doa yang diajarkan Rasulullah SAW.
Advertisement
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa Nabi SAW mengajarkan doa-doa perlindungan dari segala bentuk keburukan, termasuk fitnah dan tuduhan palsu.
Menurut Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim, doa-doa perlindungan ini dapat dibaca pada waktu pagi dan petang sebagai pemuka dan penutup hari. Doa ini menjadi amalan perlindungan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Dengan memahami dan mengamalkan doa-doa ini, seorang Muslim dapat memperkuat diri menghadapi segala bentuk tuduhan yang tidak benar, serta menyerahkan segala urusannya kepada Allah Yang Maha Adil. Berikut ini doa-doa agar terhindar dari fitnah atau tuduhan tidak benar.
Kumpulan Bacaan Doa agar Terhindar dari Tuduhan yang Tidak Benar
1. Doa Pengikut Nabi Musa AS (QS. Yunus: 85-86)
Arab: رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Latin: Rabbanā lā taj'alnā fitnatal lil-qaumidh-dhālimīn wa najjinā biraḥmatika minal-qaumil-kāfirīn
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari (tipu daya) orang-orang kafir." (QS. Yunus: 85-86)
Doa ini dipanjatkan oleh para pengikut Nabi Musa AS ketika mereka merasa ketakutan menghadapi fitnah dan kezaliman Fir'aun. Ayat sebelumnya menceritakan bagaimana Fir'aun kerap memfitnah dan menzalimi orang-orang beriman, sehingga Nabi Musa memerintahkan kaumnya untuk bertawakal kepada Allah.
Doa ini mencakup dua permohonan, yaitu agar tidak dijadikan sasaran fitnah bagi kaum zalim, dan agar diselamatkan dari tipu daya orang-orang kafir. Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan bahwa doa ini adalah bentuk kepasrahan total kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin.
2. Doa Memohon Perlindungan dari Segala Fitnah
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
Latin: Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-fitani mā zhahara minhā wa mā bathan
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi."
Doa ini sangat komprehensif untuk memohon perlindungan dari segala bentuk fitnah. Fitnah yang tampak adalah fitnah yang nyata dan dapat dilihat, sedangkan fitnah yang tersembunyi adalah fitnah yang datangnya dari dalam hati atau dari pihak yang tidak terlihat.
Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menganjurkan untuk membaca doa ini pada waktu pagi dan petang sebagai benteng perlindungan.
3. Doa Terbebas dari Tuduhan (Doa Sayyidah Aisyah)
Arab: اللهم إنك لست باله استحدثناك، ولا معك إله أعانك على خلقنا، ولا معك رب فيشركك في ربوبيتك، أنت ربنا كما تقول وفوق ما يقول القائلون أسئلك أن تصلي على محمد وآل محمد، وأن تبرأني ببراءتي
Latin: Allohumma innaka lasta bi ilaahin istahdatsnaaka walaa ma'aka ilaahun a'aanaka 'alaa kholqinaa walaa ma'aka robbun fa yusyrikuka fii rubuubiyatika anta robbunaa kamaa taquulu wa fawqo maa yaquulul qoo-iluuna as-aluka an tusholliya 'alaa muhammadin wa aali muhammadin wa an tubrianii bi baroo-ati
Artinya: "Ya Allah, Engkau bukan Tuhan yang kami ciptakan, bersama-Mu tidak ada Tuhan yang menolong-Mu dalam menciptakan kami, bersama-Mu tidak ada Tuhan yang bersekutu dalam ketuhanan-Mu, Engkau Tuhan kami sebagaimana Engkau katakan, dan melebihi anggapan dan perkataan orang. Aku memohon kepada-Mu untuk senantiasa memberi rahmat kepada Nabi Muhammad Saw dan keluarganya, dan aku memohon kepada-Mu untuk membebaskan aku dengan pembebasanku."
Doa ini dikutip dari kitab Biharul Anwar. Doa ini adalah doa yang dibaca oleh Sayyidah Aisyah RA ketika beliau difitnah dalam peristiwa Haditsul Ifki. Doa ini mengandung pengakuan atas keesaan Allah dan permohonan agar Allah membebaskan hamba-Nya dari tuduhan yang tidak benar.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar juga mencantumkan doa ini sebagai doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika menghadapi tuduhan palsu.
4. Doa Rasulullah SAW agar Dijauhkan dari Fitnah
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ، وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِي إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ
Latin: Allāhumma innī as'aluka fi'lal-khairāt, wa tarkal-munkarāt, wa hubbal-masākīn, wa idzā aradta bi'ibādika fitnatan faqbidhnī ilaika ghairal-maftūn
Artinya: "Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu perbuatan kebaikan, meninggalkan kemungkaran, kasihkan orang miskin dan Engkau ampunkan dosaku, Engkau rahmatiku dan Engkau terima taubatku. Jika Engkau menghendaki dengan hamba-hamba-Mu fitnah, maka matikanlah aku tanpa sebarang fitnah."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi (no. 3233) dari Ibnu Abbas, dan disebutkan dalam Tinta Mufti Wilayah Persekutuan. Doa ini mencakup permohonan agar Allah menjauhkan hamba-Nya dari fitnah, bahkan jika fitnah itu ditakdirkan untuk menimpa manusia secara umum, maka hamba tersebut memohon agar diwafatkan sebelum fitnah itu terjadi.
5. Doa Sayyidina Umar bin Khattab
Arab: رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ سُوءِ الْفِتَنِ
Latin: Rodhīnā billāhi rabban wa bil-islāmi dīnan wa bi-muḥammadin rasūlan, na'ūdzu billāhi min sū'il-fitan
Artinya: "Kami ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai utusan, kami berlindung kepada Allah dari keburukan fitnah."
Doa ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, dan dikutip oleh Bincang Syariah. Doa ini diucapkan oleh Sayyidina Umar bin Khattab ketika Nabi SAW menyampaikan kekhawatiran tentang fitnah yang akan terjadi.
Doa ini mengandung pengakuan atas keridhaan terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad, serta permohonan perlindungan dari segala keburukan fitnah.
Adab dan Waktu Terbaik Berdoa
Adab berdoa menjadi salah satu yang mesti diperhatikan. Memahami adab dan waktu terbaik bisa menjadi penyempurna doa agar lebih mudah terkabul.
1. Menghadap Kiblat
Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa menghadap kiblat adalah salah satu adab berdoa yang dianjurkan, berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW datang ke tempat wuquf di Arafah dan menghadap kiblat lalu terus-menerus berdoa hingga tenggelam matahari.
2. Memulai dengan Hamdalah, Shalawat, dan Istighfar
Salah seorang sahabat Nabi berkata: "Ketika Nabi Muhammad SAW duduk di masjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa, 'Allahummaghfirlii warhamnii'. Maka Rasulullah pun berkata, 'Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika engkau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah, lalu bacalah shalawat kepadaku, kemudian barulah berdoa.'"
3. Berdoa dengan Suara Lembut dan Penuh Rasa Takut serta Harap
Allah berfirman: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55).
4. Yakin akan Dipenuhi
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku."
Waktu Terbaik Berdoa
1. Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama untuk berdoa. Allah berfirman: "Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar" (QS. Az-Zariyat: 18). Pada waktu ini, Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya.
2. Setelah Shalat Fardhu
Waktu setelah shalat fardhu lima waktu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa yang dilakukan setelah shalat fardhu adalah doa yang didengar oleh Allah.
3. Antara Adzan dan Iqamah
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak" (HR. Tirmidzi).
4. Ketika Sujud dalam Shalat
Rasulullah SAW bersabda: "Adapun ketika bersujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena saat itu doa lebih cepat dikabulkan" (HR. Muslim).
5. Hari Jumat
Hari Jumat adalah hari yang istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat waktu mustajab doa, salah satunya menjelang Maghrib.
6. Ketika Turun Hujan
Rasulullah SAW bersabda: "Dua doa yang tidak akan tertolak: doa ketika adzan dan doa ketika turun hujan" (HR. Al-Hakim).
Faedah Doa agar Terhindar dari Tuduhan yang Tidak Benar
1. Mendapatkan Perlindungan dari Allah
Doa adalah sarana utama untuk mendapatkan perlindungan Allah dari segala keburukan, termasuk tuduhan palsu. Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa barang siapa membaca doa-doa perlindungan secara rutin, maka ia akan dijaga oleh Allah dari segala bahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
2. Menenangkan Hati dan Menghilangkan Kecemasan
Tuduhan yang tidak benar sering kali menimbulkan kecemasan dan kegelisahan. Dengan membaca doa, seorang hamba menyerahkan segala kekhawatirannya kepada Allah, sehingga hatinya menjadi tenang. Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).
3. Doa Orang yang Teraniaya adalah Doa yang Mustajab
Rasulullah SAW bersabda: "Takutlah kalian pada doa orang yang dizalimi, karena sesungguhnya ia akan dibawa ke atas awan, kemudian Allah berkata, 'Dengan kemuliaan-Ku dan kebesaran-Ku, Aku pasti akan menolongmu, sekalipun nanti'" (HR. At-Thabrani).
Dengan memahami hal ini, seorang hamba yang dituduh secara tidak benar tidak perlu merasa putus asa, karena doanya memiliki jaminan untuk dikabulkan.
4. Memperkuat Iman dan Ketakwaan
Doa agar terhindar dari tuduhan palsu mengingatkan seorang hamba bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, dijelaskan bahwa doa adalah sarana komunikasi langsung dengan Allah, dan dengan berdoa, seorang hamba mengakui bahwa hanya Allah yang mampu melindunginya dari segala keburukan.
5. Meneladani Doa Para Nabi dan Orang Saleh
Doa-doa agar terhindar dari tuduhan palsu yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadits merupakan doa yang dipanjatkan oleh para nabi dan orang-orang saleh. Nabi Musa, Nabi Nuh, dan Sayyidah Aisyah RA telah mencontohkan doa-doa ini. Dengan mengamalkannya, seorang Muslim meneladani jejak para kekasih Allah dan mendapatkan keberkahan dari doa-doa yang mustajab.
6. Menjaga Kesehatan Mental dan Stabilitas Emosi
Tuduhan palsu dapat memicu stres, kecemasan, dan bahkan depresi. Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa. Dengan berdoa secara teratur, seseorang akan memiliki ketenangan batin yang berdampak pada kesehatan fisik dan mentalnya.
7. Mendapatkan Keadilan dan Pertolongan Allah
Allah Maha Adil dan tidak akan membiarkan kezaliman berlalu begitu saja. Allah berfirman: "Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim" (QS. Ibrahim: 42). Dengan membaca doa agar terhindar dari tuduhan palsu, seorang hamba memohon agar Allah menegakkan keadilan dan memberikan pertolongan-Nya.
Pertanyaan Seputar Doa Terhindar dari Tuduhan
1. Apa doa yang paling utama agar terhindar dari tuduhan yang tidak benar?
Doa yang paling utama adalah doa pengikut Nabi Musa AS: Rabbanā lā taj'alnā fitnatal lil-qaumidh-dhālimīn wa najjinā biraḥmatika minal-qaumil-kāfirīn (Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari tipu daya orang-orang kafir). Doa ini bersumber dari QS. Yunus ayat 85-86 dan dianjurkan untuk dibaca ketika menghadapi tuduhan palsu.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa agar terhindar dari tuduhan palsu?
Waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam shalat, hari Jumat, ketika turun hujan, dan terutama ketika sedang menghadapi tuduhan tersebut.
3. Apakah doa orang yang dituduh secara tidak benar pasti dikabulkan?
Ya, doa orang yang terzalimi sangat mustajab. Rasulullah SAW bersabda: "Takutlah kalian pada doa orang yang dizalimi, karena sesungguhnya ia akan dibawa ke atas awan, kemudian Allah berkata, 'Dengan kemuliaan-Ku dan kebesaran-Ku, Aku pasti akan menolongmu, sekalipun nanti'" (HR. At-Thabrani).
4. Apakah ada doa khusus yang dibaca Sayyidah Aisyah saat difitnah?
Ya, Sayyidah Aisyah RA membaca doa: Allohumma innaka lasta bi ilaahin istahdatsnaaka... yang artinya "Ya Allah, Engkau bukan Tuhan yang kami ciptakan...". Doa ini dikutip dari kitab Biharul Anwar dan dianjurkan untuk dibaca ketika menghadapi tuduhan palsu.
5. Apa yang harus dilakukan selain berdoa ketika dituduh secara tidak benar?
Selain berdoa, seorang Muslim dianjurkan untuk bersabar, tidak membalas dengan keburukan, mencari bukti yang dapat membuktikan kebenaran, dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Dalam artikel NU Online, dijelaskan bahwa tawakal adalah tuntunan iman, dan ketika sudah beriman kepada Allah, maka harus menyerahkan semua persoalannya kepada-Nya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2214828/original/012272500_1526406975-pemadan_karhutla_sinar_mas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381766/original/082398700_1792890509-1001788659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381762/original/037970900_1792888596-1001786541.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4506775/original/014495500_1689690928-annie-spratt-Pp2XOLkS5Jg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381736/original/080935200_1792881978-berita_pasarkan-vila-pakai-visa-kunjungan-wn-ceko-dideportasi-dari-bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381735/original/072591100_1792881294-IMG-20261024-WA0043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381699/original/003638800_1792850940-IMG-20261024-WA0145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)