Lansia di Banyuwangi Kena Hipnotis, Emas Rp 120 Juta Raib

Seorang lansia pensiunan ASN asal Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, terkena hipnotis dua pria penipu. Akibatnya emas senilai Rp 120 juta raib.

Diterbitkan 26 September 2026, 16:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banyuwangi - Nasib malang menimpa SKA (71), seorang lansia pensiunan ASN asal Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi. Niat hati ingin berolahraga pagi, lansia ini justru menjadi korban penipuan bermodus hipnotis atau gendam. Perhiasan emas senilai Rp 120 juta miliknya raib digondol dua pria tak dikenal.

​Aksi kejahatan tersebut bermula sekitar pukul 05.30 WIB, Jumat (25/9/2026), saat korban berjalan kaki menuju Saiki Sport Arena di Jalan Mayor Supono. Ketika melintas di depan Makam Setro Penganten, sebuah mobil Toyota Avanza putih berpelat N mendadak berhenti di dekatnya.

​Salah satu pelaku kemudian turun berpura-pura menanyakan alamat. Korban yang tak curiga lantas didekati dan diajak berdialog.

​"Ciri-ciri sopir bertubuh kurus. Sementara pelaku yang menghampiri korban bertubuh gemuk, berkacamata, dan berbicara dengan logat Madura," ujar Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi Kota, Ipda Restu Yan Suryo Utomo, Sabtu (26/9/2026)

​Di tengah obrolan pelaku mulai melancarkan aksinya dengan menawarkan produk yang diklaim sebagai sabun kesehatan. Dalam kondisi terpengaruh, SKA tanpa sadar menuruti perintah pelaku untuk melepas seluruh perhiasan yang ia kenakan terdiri dari gelang emas 35 gram, kalung 20 gram, dan liontin 5 gram dengan dalih akan dimasukkan ke dalam wadah sabun tersebut.

​Begitu perhiasan berpindah tangan dan dimasukkan ke dalam kotak, kedua pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

"Korban baru tersadar telah menjadi korban kejahatan beberapa saat kemudian setelah bertemu dengan seorang warga di sekitar lokasi kejadian," tambah

​Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi Kota membenarkan bahwa pihak korban telah resmi membuat laporan kepolisian.

​"Korban sudah melapor. Kami telah melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti-bukti pendukung, dan saat ini tengah memburu kedua pelaku yang diduga menggunakan modus gendam ini," tegas Ipda Restu.