Liputan6.com, Jakarta - Sholat Dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Usai menunaikan sholat Dhuha, umat Islam dianjurkan untuk tidak terburu-buru beranjak, melainkan meluangkan waktu sejenak untuk berdzikir dan berdoa sebagai penyempurna ibadah.
Dikutip dari buku Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti, sholat Dhuha merupakan sholat sunnah dua rakaat atau lebih yang dikerjakan pada waktu Dhuha, yaitu saat matahari naik setinggi tombak, sekitar pukul 8 atau 9 pagi, sampai matahari tergelincir. Hukum sholat Dhuha adalah sunnah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW sering mengerjakan sholat Dhuha hingga para sahabat mengira beliau tidak pernah meninggalkannya.
Berdzikir setelah sholat Dhuha merupakan bentuk pengakuan hamba atas kelemahan diri dan ketergantungan kepada Sang Pencipta. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, termaktub berbagai bacaan dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW setelah mengerjakan sholat Dhuha.
Advertisement
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan dzikir setelah sholat Dhuha lengkap dengan Arab, Latin, dan artinya.
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Dhuha
1. Istighfar (100 Kali)
Salah satu dzikir yang paling dianjurkan setelah sholat Dhuha adalah membaca istighfar. Dalam buku Berkah Shalat Dhuha karya M. Khalilurrahman Al Mahfani dan buku Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti, disebutkan bahwa dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali.
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Latin: Astaghfirullāhal ‘azhīm (100×)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."
2. Tasbih (100 Kali)
Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhanallah wa bihamdih (100×)
Artinya: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya."
3. Kalimat Tauhid (100 Kali)
Arab: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa alaa kulli syay-in qadiir
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
4. Dzikir dari Kitab Al-Adzkar Karya Imam An-Nawawi
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, terdapat dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW setelah sholat Dhuha:
Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ، اَللّٰهُمَّ أَذْهِبْ عَنِّى الْهَمَّ وَالْحَزَنَ
Latin: Asyhadu al-laa ilaaha illallaahur rahmaanur rahiim, Allaahumma adzhib 'annil hamma wal hazana
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah, hilangkanlah dariku kegundahan dan kesedihan."
5. Istighfar dengan Doa Taubat (3 Kali atau Lebih)
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullāhal ‘azhīmalladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūmu wa atūbu ilayh
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang senantiasa hidup lagi Yang mengurus segala sesuatu sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya." (HR. Abu Daud dan at-Turmidzi dari Bilal)
6. Doa Memohon Ampunan dari Rasulullah SAW (100 Kali)
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW setelah sholat Dhuha mengucapkan doa berikut sebanyak 100 kali:
Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin: Allaahummaghfir lī, wa tub 'alayya, innaka antat tawwābur rahīm (100×)
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Pengampun." (HR. Bukhari)
7. Dzikir Laa ilaaha illallaah almalikul hakkul mubiin (100 Kali)
Menurut buku Amalan dan Doa daripada Al-Quran dan Hadits: Murah Rezeki dan Bebas Hutang karya Nor Aniza Mad Azeri dan Nurul Hidayah Mohamad Zuki, dianjurkan membaca dzikir ini 100 kali setelah sholat Dhuha.
Arab: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ
Latin: Laa ilaaha illallāh almalikul hakkul mubīn (100×)
Artinya: "Tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Menguasai, Maha Benar, dan Maha Nyata."
8. Dzikir Alhamdulillaahi wa subhaanallaah wa laa ilaaha illallaah (33 Kali) Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Latin: Alhamdulillaahi wa subhaanallāh wa lā ilāha illallāh (33×)
Artinya: "Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah, dan tiada tuhan selain Allah."
9. Asmaul Husna (Ya Fattah, Ya Razzaq, Ya Hayyu, Ya Qayyum, Ya Ghaniyy, Ya Mughni)
Beberapa dzikir dengan menyebut nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna) juga dianjurkan dibaca setelah sholat Dhuha dengan jumlah tertentu:
1. Ya Fattah (113 kali)
يَا فَتَّاحُ Latin: Yā Fattāḥ (113×) Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Membuka."
2. Ya Razzaq (113 kali)
يَا رَزَّاقُ Latin: Yā Razzāq (113×) Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Memberi Rezeki."
3. Ya Hayyu (111 kali)
يَا حَيُّ Latin: Yā Hayyu (111×) Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Hidup."
4. Ya Qayyum (111 kali)
يَا قَيُّومُ Latin: Yā Qayyūm (111×) Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri."
5. Ya Ghaniyy (100 kali)
يَا غَنِيُّ Latin: Yā Ghaniyy (100×) Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya."
6. Ya Mughni (100 kali)
يَا مُغْنِي Latin: Yā Mughnī (100×) Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Memberi Kekayaan."
10. Doa Setelah Sholat Dhuha yang Masyhur
Doa berikut ini merupakan doa yang paling umum diamalkan oleh umat Islam di Indonesia setelah sholat Dhuha. Doa ini termaktub dalam buku Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti serta kitab-kitab fiqih seperti I'anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, dan Hasyiyatul Jamal.
Arab: اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin: Allāhumma innad dhuhā'a dhuhā'uka, wal bahā'a bahā'uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal 'ishmata 'ishmatuka. Allāhumma in kāna rizqī fis samā'i fa anzilhu, wa in kāna fil ardhi fa akhrijhu, wa in kāna mu'siran fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa in kāna ba'īdan fa qarribhu, bi haqqi dhuhā'ika wa bahā'ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika, ātinī mā ātaita 'ibādakash shālihīn.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah. Dengan hak dhuha-Mu, keelokan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
Tata Cara dan Waktu Terbaik Sholat Dhuha
Tata Cara Sholat Dhuha
Sholat Dhuha dikerjakan sebagaimana shalat sunnah pada umumnya, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Niat di dalam hati, dengan lafal: أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى Latin: Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Takbiratul Ihram dilanjutkan dengan membaca doa iftitah.
3. Membaca Surat Al-Fatihah pada setiap rakaat.
4. Membaca surat pendek. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surah Asy-Syams, dan pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surah Ad-Dhuha.
5. Rukuk, I'tidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud, dan seterusnya seperti shalat pada umumnya.
6. Tasyahud akhir dan salam.
Jumlah rakaat sholat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan setiap dua rakaat diakhiri salam.
Waktu Terbaik Sholat Dhuha Waktu sholat Dhuha dimulai ketika matahari telah naik setinggi satu tombak (sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit) hingga waktu zawal (saat matahari tergelincir ke arah barat, menjelang waktu Dzuhur).
Waktu paling utama (afdhal) untuk mengerjakan sholat Dhuha adalah ketika matahari sudah mulai naik dan terasa panas, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Shalat Awwabiin (shalat Dhuha) ketika anak unta itu merasa kepanasan" (HR. Imam Ahmad dan Muslim). Waktu ini kira-kira sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, ketika matahari sudah cukup tinggi namun belum mendekati waktu Dzuhur.
Fadhilah Dzikir Setelah Sholat Dhuha
1. Mendapatkan Ampunan Dosa
Membaca istighfar dan doa taubat setelah sholat Dhuha merupakan sarana untuk memohon ampunan Allah. Rasulullah SAW mengajarkan doa "Allahummaghfirli wa tub 'alayya" hingga 100 kali sebagai bentuk permohonan ampun. Dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni oleh Allah SWT sebagaimana dijanjikan dalam berbagai hadits.
2. Memperoleh Kecukupan dan Kelapangan Rezeki
Dzikir "Laa ilaaha illallaah almalikul hakkul mubiin" dan doa setelah sholat Dhuha yang berisi permohonan rezeki dari segala arah menjadi ikhtiar spiritual untuk membuka pintu rezeki. Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan kebutuhanmu sepanjang hari itu."
3. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Terhindar dari Kesedihan
Dzikir yang diajarkan dalam kitab Al-Adzkar—"Allahumma adzhib 'annil hamma wal hazana"—secara khusus memohon agar Allah menghilangkan kegundahan dan kesedihan dari hati. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan jiwa merasa tenteram menghadapi aktivitas sehari-hari.
4. Menjadi Sedekah bagi Seluruh Persendian Tubuh
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap pagi, seluruh persendian tubuh manusia memiliki kewajiban sedekah. Setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir adalah sedekah, dan dua rakaat shalat Dhuha mencukupi semua sedekah tersebut. Dzikir yang dibaca setelahnya semakin menyempurnakan nilai sedekah tersebut.
5. Mendekatkan Diri kepada Allah dan Meningkatkan Keimanan
Berdzikir setelah sholat Dhuha merupakan bentuk pengakuan hamba atas kebesaran dan kekuasaan Allah. Dengan mengulang-ulang kalimat tauhid, tasbih, tahmid, dan takbir, keimanan seseorang akan semakin kuat. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang mengerjakan shalat Dhuha tidak termasuk orang yang lalai. Dzikir yang mengiringinya menjadikan seorang Muslim senantiasa mengingat Allah dalam setiap langkah kehidupannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/850960/original/018479100_1428984571-KAA3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5181963/original/041597900_1744014438-erupsi_gunung_gede.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936199/original/062014300_1725430509-Kepiting1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
