8 Ide Kandang Ayam Anti Bau dan Becek, Tips Menjaga Lantai Tetap Kering Sepanjang Musim

Lantai kandang ayam sering becek? Pelajari ide kandang ayam anti bau dan becek dengan cara mudah yang bisa langsung dipraktikkan peternak lokal.

Diterbitkan 02 September 2026, 10:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menurut laporan dari departemen pertanian Amerika Serikat, Agricultural Research Service USDA (USDA), bau menyengat dari kotoran ayam yang basah bisa menurunkan daya tahan tubuh dan hasil panen ayam secara drastis. Karena itu, peternak perlu mengatur kandang dengan baik agar bau tak sedap bisa dicegah langsung dari sumbernya sebelum menyebar ke udara.

Membuat kandang yang bagus di daerah tropis yang sering hujan butuh rencana matang agar udara lembap tidak membuat kotoran cepat membusuk. Menerapkan ide kandang ayam anti bau dan becek adalah langkah tepat bagi peternak di Indonesia untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah. Dengan mengatur aliran udara, memakai bahan penyerap dari alam sekitar, dan menggunakan tempat minum otomatis, masalah lantai kandang yang becek kini bisa diatasi dengan mudah.

Berikut adalah ide kandang ayam anti bau dan becek yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026):

1. Lantai Sekam Bakar

Kulit padi (sekam) yang dibakar setengah matang sangat ampuh menyerap bau di lantai kandang. Bentuknya yang berongga bisa menyerap air dengan cepat dari kotoran ayam yang baru keluar. Bahan ini sangat murah dan cocok untuk peternak rumahan di Indonesia.

Caranya, taburkan sekam bakar secara merata setebal minimal lima sentimeter. Sekam ini otomatis akan menyerap bau tidak sedap sebelum sempat menyebar ke udara. Lantai juga jadi tetap empuk dan nyaman untuk pergerakan ayam.

2. Tempat Minum Otomatis dengan Mangkuk Penampung

Tempat minum biasa yang terbuka sering membuat air tumpah dan lantai jadi becek. Penggunaan tempat minum otomatis (model puting/nipple) membuat ayam harus mematuk ujung pipa jika ingin minum. Cara ini sangat efektif mencegah air tumpah dalam jumlah banyak.

Agar lantai lebih bersih, pasang mangkuk plastik kecil di bawah saluran air untuk menampung sisa tetesan dari paruh ayam. Dengan cara ini, lantai di sekitar tempat minum bisa tetap kering sampai masa panen tiba.

3. Kandang Model Panggung dengan Saringan Tanah

Model kandang panggung sangat cocok untuk daerah di Indonesia yang sering hujan. Lantai panggung dibuat dari bilah bambu yang diberi jarak agar kotoran ayam langsung jatuh ke bawah. Desain ini memisahkan tempat ayam hidup dengan kotorannya.

Di bagian bawah panggung, gunakan campuran tanah gembur dan abu sisa kayu bakar. Kotoran yang jatuh akan cepat kering karena terkena tiupan angin. Peternak cukup membersihkan bagian bawah ini sesekali tanpa harus mengganggu ayam di atas.

4. Mengurangi Bau Asam dengan Kapur Pertanian

Kotoran ayam yang baru keluar sangat asam, sehingga mudah memicu bakteri penyebab bau menyengat. Menaburkan kapur pertanian (dolomit) tipis-tipis di lantai kandang adalah cara alami yang sangat aman. Kapur ini membuat lantai tidak terlalu asam sehingga kuman penyebab bau tidak mudah berkembang.

Selain itu, kapur ini juga bisa mematikan jamur dan telur lalat yang suka tempat lembap. Kapur dolomit sangat murah dan mudah dicari di toko pertanian. Kotoran ayam yang bercampur kapur ini juga nantinya sangat bagus dijadikan pupuk tanaman.

5. Sistem Alas Lantai Tebal

Sistem ini menggunakan bahan organik kering yang sengaja dibiarkan menumpuk hingga sepuluh sentimeter di atas lantai. Bahannya bisa berupa serutan kayu, jerami kering, atau kulit padi mentah. Lapisan tebal ini berfungsi seperti spons raksasa yang menyerap semua air dari kotoran.

Kelebihannya, kotoran akan terurai secara alami di lapisan paling bawah. Ayam yang suka mengais tanah akan membantu membolak-balik lapisan ini sehingga udara segar tetap masuk. Dengan cara ini, lantai kandang tidak akan mengeras atau berubah menjadi becek.

6. Sirkulasi Udara Silang dan Sinar Matahari

Membangun kandang memanjang dari arah timur ke barat adalah cara terbaik agar kandang mendapat sinar matahari pagi. Sinar matahari ini berfungsi sebagai pengering alami untuk lantai yang lembap. Dinding bagian atas sebaiknya dibiarkan terbuka atau dipasangi kawat jaring agar udara bisa bebas keluar masuk.

Sirkulasi udara silang memanfaatkan tiupan angin untuk membawa udara lembap dan bau keluar dari kandang. Udara segar yang terus berganti membuat kandang tetap sejuk dan tidak pengap, sehingga ayam tidak mudah stres karena cuaca panas.

7. Menyemprotkan Cairan Bakteri Pengurai

Menggunakan cairan berisi bakteri baik (seperti EM4 untuk peternakan) adalah cara modern yang mudah dilakukan oleh peternak biasa. Cairan ini dicampur air bersih lalu disemprotkan ke lantai kandang. Bakteri baik ini akan bekerja cepat mengurai kotoran ayam tanpa menimbulkan bau menyengat.

Proses ini juga bisa menekan pertumbuhan kuman jahat penyebab penyakit. Sebaiknya cairan ini disemprotkan pada sore hari atau saat cuaca tidak terlalu panas agar bakteri baik bisa bekerja maksimal. Hasilnya, alas kandang tidak berbau dan kotorannya sangat bagus untuk dijadikan pupuk.

8. Membatasi Tempat Makan-Minum dan Tempat Tidur

Memisahkan area makan atau minum dengan area istirahat adalah ide tata ruang kandang yang cerdas. Peternak bisa memasang sekat setinggi dada ayam agar ayam hanya memasukkan kepalanya saat minum. Sekat ini mencegah ayam membawa air ke area tidur melalui kaki atau bulu yang basah.

Di bawah tempat minum, dibuatkan saluran air yang langsung mengalir ke luar kandang. Jika ada sedikit air yang tumpah, air akan langsung terbuang keluar tanpa membasahi lantai utama. Pemisahan ini bisa sangat mengurangi area becek di dalam kandang hingga delapan puluh persen.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide Kandang Ayam

Apakah penggunaan sekam bakar aman jika tidak sengaja termakan oleh ayam?

Ya, sangat aman karena terbuat dari bahan alami tanpa zat kimia buatan. Serbuk arang dari sekam ini justru bisa membantu menyerap racun di perut ayam dan membuat pencernaan lebih sehat. Bahkan, ada peternak yang sengaja mencampur sedikit arang ke makanan ayam.

Berapa kali idealnya kapur dolomit ditaburkan pada alas kandang?

Sebaiknya taburkan setiap dua minggu sekali, atau sesuaikan dengan seberapa padat isi kandang. Jika kotoran mulai menumpuk, langsung saja taburkan tipis-tipis di atasnya tanpa perlu mengeluarkan ayam. Tanda utamanya adalah saat lantai mulai terasa lengket ketika diinjak atau mulai tercium bau asam.

Mengapa kandang model panggung tetap bisa berbau jika kolongnya tidak dirawat?

Sistem panggung hanya memisahkan ayam dari kotorannya, tetapi tidak otomatis menghentikan kotoran membusuk. Jika kotoran di bawah dibiarkan menumpuk basah dan kurang udara, kuman akan tetap menghasilkan bau menyengat. Jadi, bagian bawah panggung tetap perlu diberi taburan sekam kering atau disemprot cairan pengurai secara rutin.

Apakah cairan EM4 aman jika terkena tubuh ayam?

Sangat aman asalkan sudah dicampur air sesuai aturan pakai. Cairan ini tidak akan membuat kulit iritasi atau sesak napas karena isinya adalah bakteri baik. Jika tidak sengaja terkena bulu ayam, cairan ini justru bisa membantu menekan kuman penyakit dari luar.

Bahan apa yang paling bagus untuk alas tebal jika sekam padi sulit dicari?

Jika sekam padi tidak ada, Anda bisa memakai serutan kayu kasar dari tempat penggergajian kayu. Serutan kayu sangat bagus menyerap air dan membuat ayam tetap hangat. Tapi hindari serbuk gergaji yang terlalu halus (seperti debu) karena mudah terbang dan bisa mengganggu pernapasan ayam.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6