7 Cara Membuat Kandang Ayam dengan Sirkulasi Udara yang Baik agar Tidak Pengap dan Bau

Simak cara membuat kandang ayam dengan sirkulasi udara yang baik agar tidak pengap dan bau beserta modelnya.

Diterbitkan 02 September 2026, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kandang ayam yang terlalu tertutup dapat membuat udara di dalamnya lembap dan pengap, terutama jika jumlah ayam cukup banyak. Kondisi tersebut juga dapat membuat bau dari kotoran lebih mudah terperangkap dan mengganggu kenyamanan ayam maupun pemiliknya.

Karena itu, desain kandang perlu memperhatikan sirkulasi udara sejak awal pembuatannya. Berikut tahapan membuat kandang ayam dengan model terbuka-terkontrol yang memiliki ventilasi cukup, tetapi tetap melindungi ayam dari hujan, panas berlebih, dan gangguan dari luar, dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (2/9).

Tentukan Model Kandang yang Memiliki Sirkulasi Udara Baik

Model yang sesuai adalah kandang panggung dengan dinding sebagian terbuka menggunakan kawat ram, terutama pada sisi yang berhadapan dengan aliran udara. Bagian bawah kandang dibuat berjarak dari tanah sehingga kotoran tidak menumpuk di sekitar ayam dan udara dapat bergerak lebih leluasa.

Bagian dinding tidak perlu ditutup rapat dengan papan pada seluruh sisi. Gunakan kombinasi rangka kayu atau besi, kawat ram sebagai ventilasi, serta penutup pada bagian tertentu untuk melindungi ayam dari hujan dan terpaan angin secara langsung.

Atap sebaiknya dibuat miring agar air hujan mudah mengalir dan memiliki sedikit bagian yang menjorok keluar dari dinding kandang. Dengan model tersebut, udara dapat keluar-masuk melalui sisi kandang tanpa membuat bagian dalam terlalu terbuka terhadap cuaca.

1. Tentukan Lokasi dan Ukuran Kandang

Pilih lokasi kandang yang tidak berada di area cekung atau tempat yang mudah tergenang air. Area yang kering membantu menjaga lingkungan sekitar kandang tetap tidak terlalu lembap sehingga bau dari kotoran lebih mudah dikendalikan.

Perhatikan pula arah datangnya angin dan posisi matahari sebelum menentukan sisi kandang. Letakkan bagian yang menggunakan kawat ram pada sisi yang memungkinkan udara mengalir, tetapi hindari posisi yang membuat ayam terus-menerus terkena angin kencang.

Sesuaikan ukuran kandang dengan jumlah ayam yang akan dipelihara. Kandang yang terlalu padat membuat sirkulasi udara menjadi kurang optimal dan kotoran lebih cepat menumpuk, sehingga kandang terasa pengap dan berbau.

2. Buat Rangka Kandang Panggung

Mulailah dengan membuat tiang dan rangka dasar kandang menggunakan material yang kuat dan tahan terhadap kondisi luar ruangan. Pastikan seluruh sambungan kokoh agar kandang tidak mudah bergeser atau roboh.

Buat lantai kandang lebih tinggi dari permukaan tanah dengan jarak yang cukup untuk memudahkan pembersihan kotoran di bawahnya. Ruang di bawah lantai juga membantu menjaga kotoran tidak terus berada di dalam ruang yang sama dengan ayam.

Gunakan material lantai yang kuat, tidak mudah lapuk, dan memiliki celah yang sesuai jika menggunakan sistem lantai berongga. Pastikan celah tidak terlalu besar agar kaki ayam tidak mudah terperosok atau terluka.

3. Pasang Dinding Kawat Ram sebagai Ventilasi

Pasang kawat ram pada sebagian besar sisi dinding agar udara dapat masuk dan keluar secara alami. Penggunaan kawat ram juga membantu mencegah ayam keluar sekaligus mengurangi risiko masuknya hewan pengganggu.

Jangan menutup seluruh sisi kandang dengan papan atau bahan yang kedap udara. Jika terlalu banyak bagian tertutup, udara lembap dan bau dari kotoran dapat tertahan di dalam kandang.

Pada sisi yang sering terkena hujan atau angin kencang, tambahkan papan atau penutup sebagian. Penutup tersebut sebaiknya tidak menghilangkan jalur ventilasi, sehingga udara tetap dapat bergerak di dalam kandang.

4. Buat Atap Miring dengan Teritis yang Cukup

Gunakan atap berbentuk miring agar air hujan tidak menggenang di atas kandang. Kemiringan atap juga membantu mengarahkan air menjauh dari area kandang sehingga bagian dalam tetap lebih kering.

Buat bagian atap sedikit lebih lebar daripada dinding untuk membentuk teritis. Elemen ini penting untuk mengurangi air hujan yang masuk melalui dinding kawat ram, terutama ketika hujan turun disertai angin.

Hindari membuat atap terlalu rendah hingga menghambat pergerakan udara di bagian atas kandang. Sisakan ruang yang memungkinkan udara hangat dan lembap bergerak keluar, terutama jika bagian atas kandang memiliki ventilasi.

5. Atur Posisi Tempat Pakan dan Minum

Letakkan tempat pakan dan minum pada posisi yang mudah dijangkau ayam, tetapi tidak menghalangi jalur udara. Penempatan yang terlalu dekat dengan dinding tertutup atau sudut kandang dapat membuat area tersebut lebih lembap dan sulit dibersihkan.

Gunakan tempat minum yang tidak mudah tumpah agar lantai kandang tidak terus-menerus basah. Air yang tercecer dapat meningkatkan kelembapan dan membuat kotoran ayam lebih sulit dikendalikan.

Tempat pakan juga perlu dijaga agar tidak menjadi sumber kotoran tambahan. Bersihkan sisa pakan secara rutin sehingga tidak bercampur dengan kotoran atau menjadi lembap di dalam kandang.

6. Sediakan Jalur Pembuangan dan Penampungan Kotoran

Pada kandang panggung, manfaatkan ruang di bawah lantai sebagai area penampungan sementara kotoran. Buat bagian tersebut mudah dijangkau sehingga kotoran dapat diambil dan dibersihkan secara rutin.

Jangan membiarkan kotoran menumpuk terlalu lama di bawah kandang. Semakin banyak kotoran yang menumpuk, semakin besar kemungkinan munculnya bau dan kondisi lingkungan menjadi tidak nyaman.

Jika memungkinkan, buat lantai bawah atau area penampungan yang mudah dibersihkan. Kebersihan area di bawah kandang tetap penting karena sirkulasi udara yang baik tidak akan cukup mengatasi bau jika sumber kotoran dibiarkan menumpuk.

7. Pastikan Aliran Udara Tidak Terhalang

Setelah kandang selesai dibuat, periksa apakah udara dapat masuk dari satu sisi dan keluar melalui sisi lainnya. Hindari menempatkan papan, barang, atau tanaman yang terlalu rapat di sekitar dinding kandang hingga menghambat aliran udara.

Perhatikan pula kondisi kandang pada waktu yang berbeda, terutama pagi, siang, dan malam. Jika bagian dalam terasa terlalu lembap, pengap, atau berbau menyengat, kemungkinan jalur ventilasi masih perlu diperbaiki.

Lakukan pemeriksaan secara berkala setelah kandang digunakan. Bersihkan kotoran, jaga area tetap kering, dan pastikan kawat ram serta ventilasi tidak tertutup debu atau kotoran agar sirkulasi udara tetap optimal.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Kandang Ayam dengan Sirkulasi Udara yang Baik agar Tidak Pengap dan Bau

Mengapa kandang ayam perlu memiliki sirkulasi udara yang baik?

Sirkulasi udara membantu mengurangi kelembapan dan membuat udara di dalam kandang tidak pengap. Ventilasi yang baik juga membantu mengurangi penumpukan bau dari kotoran ayam.

Model kandang ayam seperti apa yang memiliki sirkulasi udara baik?

Kandang panggung dengan sebagian dinding menggunakan kawat ram dapat menjadi pilihan. Model ini memungkinkan udara bergerak lebih bebas sekaligus membuat kotoran lebih mudah dipisahkan dari area ayam.

Bagaimana cara mengurangi bau pada kandang ayam?

Selain menyediakan ventilasi yang cukup, bersihkan kotoran secara rutin dan jaga area kandang tetap kering. Tempat minum juga perlu diperiksa agar tidak mudah tumpah dan membuat lantai atau area sekitar kandang lembap.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6