Liputan6.com, Jakarta - Tanaman yang bisa membantu mengurangi ulat pada kebun sayur menjadi solusi alami yang semakin banyak diterapkan oleh para pekebun rumahan maupun petani organik. Selain mempercantik kebun, beberapa tanaman diketahui mampu mengusir atau mengurangi populasi hama melalui aroma khas maupun kemampuannya menarik serangga menguntungkan.
Konsep ini dikenal sebagai companion planting atau penanaman tanaman pendamping. Metode tersebut memanfaatkan interaksi alami antar tanaman sehingga kebun menjadi lebih seimbang dan serangan hama dapat ditekan tanpa bergantung sepenuhnya pada pestisida kimia.
Meski tidak mampu menghilangkan hama hingga 100 persen, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tanaman pendamping dapat membantu mengurangi intensitas serangan ulat, kutu, thrips, hingga kumbang tertentu jika dipadukan dengan pengelolaan kebun yang baik. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (2/7/2026).
Advertisement
1. Kemangi (Basil)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7745892/original/097425900_1780553465-kangkung.jpeg)
Kemangi (Ocimum basilicum) termasuk tanaman pendamping yang paling banyak diteliti.
Menurut artikel Vegetable Companion Plants that Repel Insect Pests dari Fafard, barisan tanaman basil di sekitar tomat mampu membantu mengurangi populasi ulat tanduk tomat (tomato hornworm) yang dikenal sangat rakus memakan daun. Selain itu, basil juga dapat menekan populasi thrips yang menyerang bunga, buah, dan daun.
Varietas seperti Italian Genovese, Purple Opal, Lemon Basil, maupun Pesto Perpetuo direkomendasikan karena memiliki aroma yang kuat.
2. Daun Bawang, Kucai, dan Bawang
Tanaman dari keluarga Allium seperti daun bawang, bawang merah, bawang bombai, dan kucai menghasilkan aroma sulfur yang cukup menyengat bagi berbagai serangga.
Menurut Fafard, kelompok tanaman ini dapat membantu mengurangi gangguan ngengat kubis (cabbage moth), kutu daun (aphids), serta tungau laba-laba (spider mites).
Menanam kucai di sekeliling bedeng sayuran brassica seperti kubis, brokoli, dan kailan dapat menjadi pilihan yang efektif.
3. Sage
Sage dikenal sebagai tanaman herbal aromatik yang memiliki minyak atsiri cukup tinggi.
Berdasarkan informasi dari Fafard dan juga didukung oleh University of Minnesota Extension, sage mampu membantu mengurangi populasi ngengat kubis pada tanaman brassica. Beberapa penelitian rumah kaca juga menunjukkan sage efektif menekan populasi diamondback moth pada Brussels sprouts.
Selain itu, sage juga dilaporkan membantu mengurangi serangan lalat wortel.
Advertisement
4. Thyme
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8935977/original/043746900_1782963366-thyme.jpeg)
Thyme bukan hanya bumbu dapur, tetapi juga tanaman pendamping yang sangat berguna di kebun.
University of Minnesota Extension menyebutkan bahwa thyme mampu membantu mengurangi populasi diamondback moth pada tanaman brassica. Sementara itu, Fafard menjelaskan bahwa thyme kurang disukai oleh kutu kebul (whiteflies) yang sering menyerang berbagai tanaman sayuran.
Karena ukurannya relatif kecil, thyme cocok ditanam di tepi bedeng.
5. Rosemary
Rosemary memiliki aroma yang sangat kuat berkat kandungan minyak atsiri di dalam daunnya.
Menurut Fafard, rosemary efektif membantu mengusir lalat wortel (carrot fly), siput, dan bekicot yang sering merusak tanaman muda.
Selain berfungsi sebagai tanaman pendamping, rosemary juga dapat dipanen sebagai bumbu masakan sehingga memberikan manfaat ganda bagi pekebun.
6. Marigold
Marigold menjadi salah satu bunga yang paling populer dalam sistem companion planting.
Menurut The Spruce, marigold terbukti mampu membantu mengurangi beberapa jenis ulat kubis pada tanaman brassica. Jika dipadukan dengan basil di sekitar tomat, marigold juga dapat membantu menekan populasi thrips.
Sementara itu, Fafard menjelaskan bahwa marigold dikenal efektif membantu mengurangi nematoda puru akar (root-knot nematode) yang menyerang akar tomat.
University of Minnesota Extension juga mencatat bahwa penelitian di Iowa menemukan marigold membantu mengurangi kerusakan akibat ulat kubis serta kumbang mentimun ketika ditanam bersama tanaman tertentu.
7. Nasturtium
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562066/original/031440200_1776775575-WhatsApp_Image_2026-04-21_at_19.25.13.jpeg)
Nasturtium merupakan bunga berwarna cerah yang juga memiliki bunga dan daun yang dapat dimakan.
Menurut The Spruce, nasturtium mampu membantu mengurangi ulat kubis pada tanaman brassica serta mengurangi serangan kumbang mentimun dan kepik labu pada tanaman keluarga labu-labuan.
University of Minnesota Extension juga mengutip hasil penelitian yang menunjukkan nasturtium efektif membantu menekan populasi squash bugs.
8. Chamomile
Chamomile tidak hanya terkenal sebagai bahan teh herbal, tetapi juga bermanfaat di kebun sayur.
Menurut Fafard, chamomile dapat membantu melindungi tanaman brassica dari ulat kubis (cabbage loopers).
Sementara itu, The Spruce menjelaskan bahwa bunga chamomile mampu menarik hoverfly dan tawon parasitoid. Larva hoverfly merupakan predator alami kutu daun, sedangkan tawon parasitoid membantu mengendalikan berbagai jenis ulat dan larva hama.
9. Catnip
Catnip dikenal sebagai tanaman favorit kucing, namun manfaatnya di kebun juga cukup besar.
Menurut Fafard, tanaman ini membantu mengurangi kerusakan akibat kumbang kutu (flea beetles) yang menyerang tomat, terung, brokoli, kubis, dan tanaman lainnya.
Selain itu, terdapat bukti bahwa catnip juga membantu mengurangi ulat kubis, kumbang mentimun, kumbang kentang Colorado, kepik labu, bahkan nyamuk.
Advertisement
10. Sweet Alyssum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535029/original/007357900_1773909567-Sweet_Alyssum.jpg)
Sweet alyssum merupakan bunga mungil yang sangat disukai berbagai serangga menguntungkan.
The Spruce menyebutkan bahwa penelitian menemukan sweet alyssum dapat membantu mengurangi populasi kutu daun pada tanaman selada sekaligus meningkatkan jumlah larva hoverfly sebagai predator alami.
University of Minnesota Extension juga melaporkan bahwa sweet alyssum mampu meningkatkan populasi musuh alami kutu daun pada tanaman labu sehingga memberikan dampak positif terhadap hasil panen.
Mengenal Konsep Companion Planting
Companion planting merupakan teknik menanam dua atau lebih jenis tanaman yang saling memberikan manfaat. Menurut University of Minnesota Extension, metode ini dapat membantu menghemat ruang tanam, meningkatkan kesehatan tanah, menarik serangga penyerbuk, serta mendukung pengendalian hama secara alami.
Dalam pengendalian hama, tanaman pendamping bekerja melalui beberapa mekanisme, antara lain:
- Menghasilkan aroma yang tidak disukai serangga perusak.
- Menarik predator alami seperti kepik, hoverfly, dan tawon parasitoid.
- Mengacaukan sinyal visual maupun aroma yang digunakan hama untuk menemukan tanaman inang.
- Berfungsi sebagai tanaman perangkap (trap crop) sehingga hama lebih memilih tanaman tersebut dibanding tanaman utama.
Karena itu, tanaman yang bisa membantu mengurangi ulat pada kebun sayur sebaiknya dipandang sebagai bagian dari strategi pengendalian hama terpadu, bukan sebagai solusi tunggal.
Cara Menanam Tanaman Pendamping agar Efektif
Agar manfaat tanaman pendamping lebih optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Tanam tanaman aromatik mengelilingi bedeng sayuran atau di sela-sela tanaman utama sehingga aroma yang dihasilkan lebih merata. Pastikan tanaman pendamping memperoleh sinar matahari dan ruang tumbuh yang cukup agar tidak kalah bersaing dengan tanaman sayur.
Selain itu, kombinasikan berbagai jenis bunga dan tanaman herbal sehingga kebun memiliki keragaman hayati yang tinggi. Semakin beragam jenis tanaman, semakin besar peluang hadirnya serangga penyerbuk maupun predator alami yang membantu mengendalikan populasi hama.
Perlu diingat bahwa tanaman yang bisa membantu mengurangi ulat pada kebun sayur tidak akan menghilangkan hama sepenuhnya. Teknik ini akan memberikan hasil terbaik apabila dipadukan dengan sanitasi kebun, rotasi tanaman, pemeriksaan rutin, serta pengendalian hama terpadu.
Pertanyaan Seputar Tanaman Mengusir Hama
1. Apakah tanaman pendamping bisa menghilangkan ulat sepenuhnya?
Tidak. Tanaman pendamping hanya membantu mengurangi populasi hama sehingga serangan menjadi lebih ringan. Pengelolaan kebun yang baik tetap diperlukan.
2. Mengapa tanaman aromatik bisa mengurangi hama?
Banyak tanaman aromatik menghasilkan minyak atsiri dan senyawa volatil yang aromanya tidak disukai sebagian serangga atau mengganggu kemampuan mereka menemukan tanaman inang.
3. Apakah semua bunga bisa mengusir hama?
Tidak. Sebagian bunga justru bekerja dengan menarik serangga menguntungkan seperti lebah, hoverfly, kepik, dan tawon parasitoid yang memangsa hama.
4. Kapan waktu terbaik menanam tanaman pendamping?
Sebaiknya ditanam bersamaan atau sedikit lebih awal daripada tanaman sayur agar tanaman pendamping sudah tumbuh dan mulai menghasilkan aroma maupun bunga saat hama mulai muncul.
5. Apakah metode companion planting sudah didukung penelitian?
Ya. Sejumlah penelitian yang dirangkum oleh University of Minnesota Extension, Fafard, dan The Spruce menunjukkan beberapa kombinasi tanaman memang dapat membantu mengurangi populasi hama tertentu, meskipun efektivitasnya dipengaruhi kondisi lingkungan dan jenis hama.
Â
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474880/original/076218100_1768539866-ulat_di_kebun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8938579/original/064898100_1782964838-pexels-mikhail-nilov-7780875.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8937847/original/011720000_1782964448-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__10_44_12_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8939329/original/061137200_1782965102-calender.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782442/original/048485600_1782886485-Dapur_Semi_Outdoor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8939114/original/029383300_1782965034-husniati-salma-ldkHWg5s3Ec-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553890/original/007739700_1776053022-unnamed_-_2026-04-13T105851.469.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8939149/original/099022800_1782965041-logo_MPLS_Ramah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8934891/original/080572400_1782962656-taman_murah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4748817/original/073132600_1708499005-FotoJet__90_.jpg)