Liputan6.com, Jakarta - Bareskrim Polri mengungkap perkara dugaan penyeludupan emas ilegal jaringan internasional di apartemen kawasan Jakarta Utara. Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni mengatakan, para pelaku sudah dua bulan melakukan aksinya.
Menurutnya, jaringan tersebut diperkirakan mampu mengolah hingga sekitar 30 kilogram material emas dalam satu hari. Jika dihitung selama dua bulan, jaringan tersebut meraup hampir Rp 3 triliun.
“Kalau satu hari sesuai informasi yang kami terima kurang lebih 30 kilogram per hari. Bisa dibayangkan 30 kilogram itu kali 30 hari, kurang lebih satu ton. Kalau satu gram itu harganya Rp 2,6 juta, hampir Rp 3 triliun yang diselundupkan ke luar negeri tanpa kita ketahui,” jelas Irhamni, Jumat (16/8/2026).
Advertisement
Irhamni menegaskan, volume barang yang diamankan menunjukkan adanya potensi nilai ekonomi yang sangat besar dari hasil tambang yang diduga didapatkan lewat aktivitas ilegal. Hingga kini, polisi masih mendalami rantai peredaran barang tersebut.
Dia menyebut, kelompok yang telah terungkap adalah salah satu jaringan yang memiliki jalur penyelundupan hasil tambang menuju Dubai.
Tangkap 2 WN India
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325521/original/021326500_1786872443-75909.jpg)
Bareskrim Polri juga mengamankan dua WN India dalam pengungkapan tersebut.
"Kami berhasil mengamankan dua orang warga negara India kebetulan sesuai dengan paspor yang ada," jelasnya.
Keduanya ditangkap setelah polisi menggerebek dua apartemen di daerah Jakarta Utara.
"Kita temukan di dua tempat yaitu di Apartemen Mansion Bukit Ville Fontana, kemudian yang kedua di Gloria," kata Irhamni kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).
Irhamni menambahkan, kedua WN India yang diamankan adalah bagian dari jaringan internasional yang menyeludupkan emas ke Dubai. Bareskrim masih terus memburu jaringan tersebut yang diduga melakukan aksi serupa ke beberapa negara.
Dalam operasi ini, Dittipidter Bareskrim Polri menyita sejumlah barang bukti seperti dua kilogram emas batangan dan 18 kilogram residu hasil pengolahan emas. Selain emas, ada pula laptop, ponsel, dan paspor yang turut disita polisi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325522/original/045950200_1786872443-75907.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323642/original/031276800_1786628448-email-attachment_2026_08_13_pramita-tristiawati_menteri-purbaya-pimpin-ungkap-kasus-penyelundupan-emas-di-bandara-soetta_20260813_181514.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323638/original/079292200_1786628431-email-attachment_2026_08_13_pramita-tristiawati_menteri-purbaya-pimpin-ungkap-kasus-penyelundupan-emas-di-bandara-soetta_20260813_181745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7019213/original/061759000_1779792817-IMG-20260526-WA0008.jpg)