Liputan6.com, Jakarta - Minyak goreng sering digunakan berulang kali, terutama setelah menggoreng makanan dalam jumlah banyak. Selama minyak masih terlihat jernih, sebagian orang mungkin menganggapnya masih bisa dipakai. Padahal, perubahan kondisi minyak tidak hanya dapat dilihat dari warna, tetapi juga bisa dikenali dari aroma, munculnya asap, busa, hingga perubahan tekstur ketika dipanaskan.
Penggunaan minyak secara berulang dapat membuat minyak mengalami perubahan akibat paparan panas, udara, air, serta sisa makanan. Semakin sering dan semakin tinggi suhu pemanasan, kualitas minyak dapat semakin menurun. Karena itu, penting untuk memeriksa kondisi minyak sebelum menggunakannya kembali.
Lantas bagaimana saja cara mengetahui minyak goreng sudah tidak layak digunakan? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Aroma Minyak Berubah Menjadi Tengik atau Menyengat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5058934/original/021876200_1734684176-58344.jpg)
Salah satu tanda yang cukup mudah dikenali adalah perubahan aroma. Minyak yang sudah mengalami penurunan kualitas dapat mengeluarkan bau tengik, apek, atau aroma yang terasa berbeda dari minyak segar. Bau tersebut biasanya semakin mudah tercium ketika minyak dipanaskan.
Aroma tengik berkaitan dengan proses oksidasi lemak. Paparan oksigen, panas, dan cahaya dapat mempercepat perubahan tersebut. Minyak yang sudah berbau tidak sedap sebaiknya tidak digunakan hanya karena warnanya masih terlihat cukup terang.
Selain mengganggu kualitas minyak, aroma yang sudah berubah juga dapat memengaruhi makanan yang digoreng. Makanan dapat menyerap aroma tersebut sehingga hasil akhirnya memiliki bau atau rasa yang kurang enak. Karena itu, mencium aroma minyak sebelum digunakan kembali dapat menjadi pemeriksaan sederhana yang berguna.
Advertisement
2. Minyak Mengeluarkan Asap pada Suhu yang Lebih Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5052067/original/001254000_1734323222-300X300__2_.jpg)
Perhatikan perilaku minyak ketika mulai dipanaskan. Jika minyak mengeluarkan asap jauh lebih cepat daripada biasanya, padahal api belum terlalu besar, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa kualitas minyak sudah menurun atau suhu pemanasan sudah terlalu tinggi.
Minyak memiliki titik asap, yaitu suhu ketika minyak mulai menghasilkan asap secara terus-menerus. Titik asap dapat berbeda berdasarkan jenis minyak dan kondisi penggunaannya. Minyak yang sudah digunakan berkali-kali juga dapat mengalami perubahan komposisi akibat pemanasan dan kontaminasi sisa makanan.
Namun, asap tidak selalu berarti minyak otomatis harus dibuang karena bisa juga disebabkan oleh api yang terlalu besar. Karena itu, tanda ini sebaiknya dilihat bersama indikator lain seperti aroma, banyaknya residu, dan perubahan tekstur. Jika minyak sudah berulang kali mengeluarkan asap pada penggunaan normal, lebih baik tidak memaksakan penggunaannya.
3. Muncul Busa Berlebihan saat Dipanaskan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428715/original/089811300_1764559687-Goreng_dengan_Minyak_Sangat_Panas_hingga_Kering_dan_Krispi.jpg)
Sedikit gelembung ketika makanan dimasukkan ke dalam minyak merupakan hal yang normal karena kandungan air pada makanan menguap. Yang perlu diperhatikan adalah munculnya busa yang tidak biasa dan bertahan dalam jumlah banyak ketika minyak dipanaskan.
Busa berlebihan dapat berkaitan dengan adanya air, sisa bahan makanan, atau perubahan kualitas minyak setelah digunakan berulang kali. Kondisi minyak juga dapat dipengaruhi oleh jenis makanan yang sebelumnya digoreng. Makanan bertepung atau berbumbu dapat meninggalkan lebih banyak partikel di dalam minyak.
Jika minyak menghasilkan busa berlebihan setiap kali dipanaskan, jangan hanya menyaringnya lalu menganggap kualitasnya kembali seperti semula. Penyaringan dapat membantu mengurangi remah makanan, tetapi tidak mengembalikan minyak yang sudah mengalami perubahan akibat pemanasan dan oksidasi.
Advertisement
4. Tekstur Minyak Terlihat Lebih Kental atau Lengket
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5060509/original/055240300_1734756631-1734752282647_tips-menjernihkan-minyak-goreng-bekas.jpg)
Minyak yang telah digunakan berkali-kali dapat mengalami perubahan karakter. Salah satunya adalah terlihat lebih kental dibandingkan ketika masih baru. Dalam kondisi tertentu, minyak juga dapat meninggalkan lapisan atau rasa lengket pada permukaan wadah.
Perubahan ini dapat terjadi akibat reaksi kimia selama pemanasan berulang. Sisa makanan dan bahan yang ikut masuk ke dalam minyak juga dapat mempercepat penurunan kualitas. Karena itu, jangan hanya mengandalkan warna sebagai patokan.
Jika minyak terasa jauh lebih berat, kental, atau meninggalkan residu yang tidak biasa, perhatikan juga tanda lainnya. Ketika perubahan tekstur muncul bersamaan dengan bau tengik, asap berlebih, atau banyak residu, sebaiknya minyak tidak digunakan lagi.
5. Banyak Sisa Makanan dan Endapan Gelap di Dasar Wadah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466508/original/085559600_1767846522-Bersihkan_Minyak_Jelantah_Bekas_Gorengan_3.jpg)
Minyak bekas menggoreng sering mengandung remah makanan. Jika jumlahnya sedikit, minyak masih dapat disaring setelah dingin untuk mengurangi partikel tersebut. Namun, minyak yang dipenuhi remah gosong dan endapan gelap membutuhkan perhatian lebih.
Sisa makanan yang tertinggal dapat terus mengalami pemanasan dan menjadi semakin gosong ketika minyak digunakan kembali. Partikel tersebut juga dapat membuat minyak lebih cepat berasap dan memberikan rasa pahit atau aroma gosong pada makanan.
Karena itu, setelah menggoreng sebaiknya minyak didinginkan dan disaring menggunakan alat yang sesuai sebelum disimpan, jika memang masih akan digunakan kembali. Jika endapan sudah sangat banyak atau minyak sudah menunjukkan beberapa tanda penurunan kualitas sekaligus, jangan memaksakan penggunaan hanya untuk menghemat minyak.
Advertisement
6. Minyak Menghasilkan Rasa atau Aroma Aneh pada Makanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466502/original/076143600_1767846469-Bersihkan_Minyak_Jelantah_Bekas_Gorengan_Landscape.jpg)
Kondisi minyak juga dapat diketahui setelah digunakan untuk menggoreng. Jika makanan yang biasanya memiliki rasa normal tiba-tiba mempunyai rasa tengik, pahit, atau aroma yang tidak sedap, minyak yang digunakan perlu diperiksa.
Minyak dapat menyerap sebagian aroma dan komponen dari makanan yang sebelumnya digoreng. Misalnya, minyak yang digunakan untuk menggoreng makanan berbumbu kuat dapat membawa aroma tersebut ke penggunaan berikutnya. Karena itu, rasa atau aroma yang berubah tidak selalu berarti minyak sudah rusak, tetapi dapat menjadi tanda bahwa minyak sudah tidak cocok digunakan untuk makanan berikutnya.
Jika rasa tengik atau aroma tidak sedap muncul berulang kali, sebaiknya minyak tidak digunakan kembali. Menggoreng makanan baru dengan minyak tersebut tidak akan menghilangkan masalah dan justru dapat membuat makanan ikut memiliki rasa serta aroma yang tidak diinginkan.
7. Minyak Sudah Digunakan Berkali-kali dan Kualitasnya Terus Menurun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292801/original/086097000_1783658516-dfcab8a2-6d65-4236-abf7-b2eb10de93a0.jpg)
Tidak ada angka universal yang dapat digunakan untuk mengatakan bahwa semua minyak goreng harus dibuang tepat setelah digunakan sekian kali. Kondisinya sangat bergantung pada jenis minyak, suhu pemanasan, durasi menggoreng, jenis makanan, serta cara penyimpanan.
Meski demikian, semakin sering minyak dipanaskan, semakin banyak pula proses perubahan yang dapat terjadi. Minyak yang digunakan berkali-kali untuk menggoreng pada suhu tinggi, terutama jika banyak sisa makanan tertinggal, cenderung mengalami penurunan kualitas lebih cepat.
Karena itu, jangan menjadikan jumlah pemakaian sebagai satu-satunya patokan. Periksa kondisi minyak secara keseluruhan. Jika sudah muncul kombinasi beberapa tanda seperti bau tengik, asap berlebihan, busa yang tidak biasa, tekstur berubah, serta banyak endapan gosong, minyak sebaiknya tidak dipakai lagi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengetahui Minyak Goreng Sudah Tidak Layak Digunakan
1. Apakah minyak goreng yang sudah berwarna cokelat pasti harus dibuang?
Tidak selalu. Warna minyak dapat berubah karena jenis makanan dan proses penggorengan. Namun, jika perubahan warna disertai bau tengik, asap berlebihan, busa tidak biasa, atau banyak endapan, sebaiknya minyak tidak digunakan lagi.
2. Apakah minyak goreng bekas masih bisa digunakan kembali?
Bisa dalam kondisi tertentu, selama kualitasnya masih baik dan minyak ditangani serta disimpan dengan benar. Namun, minyak yang sudah menunjukkan tanda penurunan kualitas sebaiknya tidak dipaksakan untuk digunakan kembali.
3. Mengapa minyak bekas bisa berbusa saat dipanaskan?
Busa dapat berkaitan dengan kandungan air dari makanan, sisa bahan makanan, atau perubahan kualitas minyak. Jika busa muncul secara berlebihan dan terus-menerus, periksa juga aroma, warna, tekstur, dan kondisi minyak secara keseluruhan.
4. Apakah menyaring minyak bisa membuatnya seperti minyak baru?
Tidak. Penyaringan terutama membantu menghilangkan remah makanan dan partikel padat. Proses tersebut tidak mengembalikan minyak yang sudah mengalami perubahan kimia akibat pemanasan berulang.
5. Apa tanda paling mudah untuk mengetahui minyak sudah tidak layak digunakan?
Aroma tengik atau menyengat merupakan salah satu tanda yang mudah dikenali. Namun, sebaiknya jangan menggunakan satu indikator saja. Periksa juga asap saat dipanaskan, busa, tekstur, endapan, dan perubahan rasa atau aroma makanan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769280/original/060584600_1710211493-cek_fakta_tahanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361902/original/027437400_1790753188-HOAX__27_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6376503/original/029341600_1779251700-Gunakan_Teknik_Dua_Suhu__High-Temp_to_Low-Temp_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495819/original/025064200_1770436877-Produk_MinyaKita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296007/original/084711600_1783999512-cropped-389f0ede-20ec-46a0-aafd-49e30ae447f5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340865/original/000275100_1788525654-email-attachment_2026_09_04_ariefhakim-at-klyid_pertamina-pernah-terbangkan-pelita-air-pakai-bahan-bakar-minyak-jelantah_1000430547.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340359/original/053752600_1788503771-Minyak_goreng_di_dekat_kompor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4312887/original/075013100_1675421979-Stabilkan_harga__Bulog_glontorkan_30_ribu_ton_beras_di_pasar_induk_cipinang-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315538/original/011016000_1785840462-a5a249a0-1e36-4065-a80c-78f32537c07c.jpeg)