Menkop: Minyak Goreng dari Pabrik Koperasi Bakal Dijual di Kopdes Merah Putih

Menkop Ferry Juliantono menuturkan, minyak goreng yang dihasilkan dari koperasi akan dijual di koperasi desa merah putih.

Diterbitkan 30 September 2026, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi kembali masuk ke sektor produksi. Salah satunya mendorong koperasi memiliki pabrik minyak goreng, dan produknya bakal dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“InsyaAllah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan punya pabrik minyak goreng yang diproduksi oleh koperasi sendiri,” kata Ferry Juliantono, mengutip Antara, Rabu, (30/9/2026).

Ferry menuturkan, minyak goreng yang dihasilkan dari pabrik tersebut akan dijual di gerai-gerai milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan koperasi-koperasi yang lain.

Dengan berkembangnya koperasi ke sektor produksi, dalam hal ini memproduksi minyak goreng, Ferry berharap bisa mengalihkan konsumsi masyarakat dari yang semula menggunakan minyak goreng dari perusahaan besar, menjadi mengonsumsi minyak goreng yang diproduksi oleh koperasi.

Ferry menyoroti bagaimana sekitar 20 perusahaan besar menguasai 52% lahan perkebunan sawit di Indonesia, kemudian menguasai pabrik minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO), serta berbagai produk turunannya.

“Uangnya hanya muter kepada 100–200 keluarga. Jadi, sekarang stop. Kita akan gantikan. Kami kemarin sudah meresmikan pabrik-pabrik CPO oleh koperasi, sekarang kami tidak mungkin lagi membiarkan kita tergantung kepada minyak goreng dari perusahaan-perusahaan tersebut,” kata Ferry.

Ferry menuturkan, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan koperasi untuk kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, bahkan sektor industri.

 

Menkop Resmikan Pabrik Pengolahan CPO

Diwartakan sebelumnya, Ferry meresmikan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu, 12 Agustus 2026, pabrik pengolahan CPO yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ditargetkan menjadi model hilirisasi sawit berbasis koperasi untuk direplikasi di daerah lain.

Pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Produk CPO yang dihasilkan saat ini dipasarkan kepada sejumlah mitra industri, salah satunya Wilmar.

Ferry mendorong koperasi sawit memperluas usaha hingga pengolahan produk turunan kelapa sawit, termasuk membangun fasilitas pemurnian minyak goreng (refinery).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6