Dua Sahabat Tempuh 500 Km Naik Skateboard dari Inggris ke Belanda, Ini Tujuannya

Kedua sahabat ini sudah bermain skateboard sejak mereka berumur delapan tahun. Lantas, apa tujuan pada misi kali ini?

Diterbitkan 30 September 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Dua sahabat dekat telah menempuh perjalanan sejauh 500 kilometer menggunakan skateboard dari Inggris ke Belanda dalam rangka tantangan penggalangan dana.

Dikutip dari BBC, Rabu (30/9/2026), Charlie Hutchings-Sait dan Dan Lee berangkat dari pusat kota London pada hari Jumat, melintasi Kent, Prancis utara, dan Belgia sebelum tiba di Amsterdam pada hari Sabtu.

Keduanya yang berasal dari New Milton, Hampshire, dan Southbourne telah mengumpulkan lebih dari 3.000 euro (Rp 61,1 juta) untuk Alzheimer’s Society, Macmillan Cancer Support, dan badan amal keselamatan jalan raya Brake.

Lee berkata bahwa mereka merasa "emosional, lelah, dan badan pegal-pegal" setelah upaya yang berlangsung selama seminggu tersebut.

Sekarang keduanya berusia 30 tahun. Mereka sudah saling kenal sejak berusia dua tahun dan mengelola usaha manufaktur komponen kelautan milik mereka sendiri di Sway, Hampshire. Sebagai bagian dari tantangan "Pushing for Purpose," mereka menempuh jarak 48 hingga 56 kilometer setiap harinya, dan berkemah setiap malam di sepanjang rute perjalanan mereka.

Lee berkata, "Kami merasa sangat emosional, kelelahan, dan pegal-pegal tapi kami sangat bahagia dengan apa yang sudah kami capai."

Saat berbicara di Belgia, tepat di tengah-tengah tantangan ini, Hutchings-Sait mengakui bahwa mereka pegal-pegal setelah lima hari berjalan tanpa henti.

"Ini lebih mirip berlari, dan kami menempuh jarak lebih dari satu maraton setiap hari."

"Hal ini memang menguras tenaga tapi itu adalah harga terkecil yang kami bayar. Kami ingin membantu lembaga amal yang sudah menyentuh hati banyak orang-orang terdekat kami dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang."

Keduanya mengaku bahwa berseluncur di jalur sepeda yang "datar dan mulus" di Prancis dan Belgia jauh lebih mudah dibanding "medan yang sulit" di North Downs, Kent.

"Kami bertemu dengan orang-orang luar biasa," ujar Hutchings-Sait. "Beberapa di antaranya sedikit kaget dan ada juga yang memberikan kami tatapan aneh."

Â