Liputan6.com, Jakarta - Trik membuat dapur selalu harum dengan bahan alami bisa menjadi solusi sederhana untuk menciptakan suasana memasak yang lebih nyaman. Selain membantu menyamarkan bau sisa makanan, bahan-bahan alami juga mampu memberikan aroma segar tanpa perlu mengandalkan pengharum sintetis.
Dapur merupakan salah satu area rumah yang paling mudah menyerap berbagai aroma, mulai dari bumbu masakan, minyak goreng, hingga sisa makanan. Jika tidak dikelola dengan baik, bau tersebut dapat bertahan lama dan memengaruhi kenyamanan seluruh ruangan.
Beruntungnya, banyak bahan alami yang mudah ditemukan di rumah dan dapat dimanfaatkan sebagai pengharum dapur. Sebelum mengetahui bahan-bahan tersebut, pahami terlebih dahulu manfaat menjaga dapur tetap harum serta alasan mengapa bahan alami menjadi pilihan yang baik menurut berbagai referensi ilmiah. Dilansir dari berbagai sumber, Senin (27/7), berikut ulasan selengkapnya.Â
Advertisement
Menjaga Dapur Selalu Harum Memberikan Banyak Manfaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308438/original/048066500_1785142179-1.jpg)
Dapur yang bersih dan harum bukan hanya membuat aktivitas memasak terasa lebih menyenangkan, tetapi juga mendukung kualitas lingkungan di dalam rumah. Dalam buku Healthy Housing Reference Manual yang diterbitkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kualitas udara dalam ruangan memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan, kesehatan pernapasan, serta kesejahteraan penghuni rumah. Bau tidak sedap sering kali menjadi indikator adanya sisa bahan organik, kelembapan, atau ventilasi yang kurang baik.
Sementara itu, penelitian mengenai psikologi lingkungan menunjukkan bahwa aroma segar mampu meningkatkan suasana hati dan memberikan kesan ruangan yang lebih bersih. Aroma alami dari buah-buahan sitrus maupun rempah tertentu juga diketahui membantu menciptakan rasa nyaman saat beraktivitas di dapur, sehingga proses memasak menjadi lebih menyenangkan.
Selain itu, kebiasaan menjaga dapur tetap harum biasanya berjalan beriringan dengan rutinitas membersihkan permukaan meja, tempat sampah, saluran air, dan area memasak. Hal ini secara tidak langsung membantu mengurangi penumpukan kotoran yang dapat memicu munculnya bau serta menjaga kualitas kebersihan ruangan secara keseluruhan.
Advertisement
Bahan Alami Lebih Ramah Lingkungan
Pengharum berbahan alami semakin banyak direkomendasikan karena berasal dari sumber nabati yang kaya senyawa aromatik alami. Dalam buku Handbook of Herbs and Spices, berbagai tanaman herbal, kulit jeruk, kayu manis, hingga daun aromatik mengandung minyak atsiri yang menghasilkan aroma khas secara alami tanpa perlu tambahan pewangi sintetis.
Menurut publikasi dari National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), minyak atsiri yang berasal dari tumbuhan telah lama dimanfaatkan sebagai bagian dari aromaterapi. Walaupun penggunaannya tidak dimaksudkan sebagai pengobatan, aroma alami tersebut dapat memberikan sensasi relaksasi dan meningkatkan kenyamanan lingkungan ketika digunakan secara tepat.
Selain menghasilkan aroma yang lembut, banyak bahan alami juga mudah terurai di lingkungan dan dapat dimanfaatkan kembali setelah digunakan, misalnya kulit jeruk sisa konsumsi atau rempah dapur yang sudah tersedia. Cara ini membantu mengurangi limbah sekaligus memaksimalkan bahan yang sudah ada di rumah.
1. Kulit JerukÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308439/original/056195200_1785142179-f9f3a8bd-8738-4eef-84d1-4714221e9779.jpg)
Kulit jeruk mengandung minyak atsiri alami, terutama limonene, yang menghasilkan aroma segar khas buah sitrus. Daripada langsung membuang kulit jeruk setelah dikonsumsi, manfaatkan sebagai pengharum dapur dengan merebusnya bersama air selama 15–30 menit. Uap yang dihasilkan akan menyebarkan aroma segar ke seluruh ruangan dan membantu mengurangi bau sisa masakan.
Agar wanginya semakin kaya, Anda bisa menambahkan beberapa batang kayu manis atau beberapa kuntum cengkih ke dalam rebusan. Kombinasi aroma citrus dan rempah akan memberikan kesan dapur yang lebih hangat sekaligus menyenangkan. Setelah air rebusan mulai dingin, proses ini bisa diulangi sekali lagi sebelum kulit jeruk akhirnya dibuang atau dijadikan kompos.
Advertisement
2. Irisan LemonÂ
Area wastafel sering menjadi sumber munculnya bau tidak sedap karena adanya sisa makanan dan kelembapan yang tinggi. Untuk membantu menyamarkan aroma tersebut, letakkan beberapa irisan lemon segar di dalam mangkuk kecil dekat wastafel atau meja dapur. Aroma segarnya akan perlahan menyebar sehingga dapur terasa lebih bersih.
Selain diletakkan begitu saja, irisan lemon juga dapat digosokkan pada talenan atau permukaan meja setelah digunakan memotong ikan maupun bawang. Cara sederhana ini membantu meninggalkan aroma yang lebih segar. Ganti irisan lemon setiap satu hingga dua hari agar wanginya tetap maksimal.
3. Daun PandanÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3065377/original/066624500_1583133572-shutterstock_1450839812.jpg)
Daun pandan telah lama dikenal sebagai pewangi alami untuk makanan maupun ruangan. Aroma manis yang lembut membuat suasana dapur terasa lebih nyaman tanpa terkesan menyengat. Cukup simpulkan beberapa lembar daun pandan, lalu letakkan di sudut dapur, rak penyimpanan, atau dekat tempat bumbu.
Supaya aromanya lebih keluar, remas perlahan daun pandan sebelum digunakan. Ketika wanginya mulai berkurang, gantilah dengan daun yang baru. Selain mudah ditemukan di pasar maupun kebun rumah, daun pandan juga menjadi pilihan ekonomis karena tidak memerlukan alat tambahan untuk menggunakannya.
Advertisement
4. Kayu Manis dan CengkihÂ
Kayu manis dan cengkih merupakan dua rempah yang memiliki aroma khas dan tahan lama. Rebus keduanya dalam panci kecil berisi air selama beberapa menit hingga uap harum memenuhi dapur. Aroma rempah ini sangat cocok digunakan setelah memasak makanan berbumbu tajam atau menggoreng karena mampu memberikan kesan ruangan yang lebih segar.
Jika ingin variasi aroma, tambahkan sedikit kulit jeruk atau irisan apel ke dalam rebusan. Perpaduan tersebut menghasilkan wangi alami yang lebih kompleks tanpa memerlukan pengharum sintetis. Cara ini juga bisa dilakukan ketika menerima tamu agar area dapur dan ruang makan terasa lebih nyaman.
5. Bubuk KopiÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5062987/original/091612300_1734947176-WhatsApp_Image_2024-12-23_at_16.42.30.jpeg)
Bubuk kopi memiliki aroma khas yang disukai banyak orang sekaligus dikenal mampu membantu mengurangi bau di sekitarnya. Tuangkan bubuk kopi kering ke dalam mangkuk atau gelas kecil, kemudian letakkan di area yang sering menjadi sumber bau, seperti dekat tempat sampah atau sudut dapur.
Aroma kopi akan perlahan menyebar dan memberikan kesan ruangan yang lebih segar. Agar hasilnya tetap optimal, gantilah bubuk kopi setiap beberapa hari atau ketika aromanya mulai memudar. Cara ini juga sangat praktis karena tidak memerlukan proses khusus dan bisa memanfaatkan kopi yang sudah tersedia di rumah.
Advertisement
6. Daun Mint Segar
Daun mint memberikan aroma segar yang ringan sehingga cocok digunakan sebagai pengharum alami di dapur. Tanaman ini mudah ditanam dalam pot kecil dan dapat diletakkan di dekat jendela yang memperoleh sinar matahari cukup. Selain mempercantik tampilan dapur, mint juga bisa dipetik sewaktu-waktu untuk dijadikan campuran minuman atau masakan.
Saat daunnya tersentuh atau diremas, aroma mint akan keluar lebih kuat dan menyegarkan udara di sekitarnya. Jika tidak memiliki tanaman hidup, Anda juga dapat meletakkan beberapa tangkai mint segar di dalam vas kecil berisi air agar tetap harum selama beberapa hari.
7. Serai atau RosemaryÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5409235/original/038845600_1762849761-Rosemary.jpg)
Serai dan rosemary sama-sama memiliki aroma herbal yang khas serta mampu membuat dapur terasa lebih segar setelah digunakan memasak. Rebus salah satu bahan tersebut dalam air selama sekitar 10–15 menit hingga uapnya memenuhi ruangan. Cara ini sangat efektif dilakukan setelah mengolah ikan, makanan laut, atau hidangan berbumbu tajam.
Agar wanginya lebih kaya, Anda dapat menambahkan irisan lemon atau sedikit kulit jeruk ke dalam rebusan. Selain memberikan aroma yang menyenangkan, penggunaan bahan alami seperti ini juga menjadi alternatif sederhana untuk mengurangi ketergantungan pada pengharum ruangan berbahan kimia. Setelah selesai, rebusan bisa didiamkan hingga dingin agar aromanya bertahan lebih lama di dapur.
Advertisement
Tanya & Jawab Seputar Trik Membuat Dapur Wangi dengan Bahan AlamiÂ
1. Mengapa dapur sering menimbulkan bau tidak sedap?
Karena adanya sisa makanan, minyak, sampah organik, saluran air, serta ventilasi yang kurang baik.
2. Apakah bahan alami lebih aman digunakan sebagai pengharum dapur?
Secara umum, bahan alami tidak mengandung pewangi sintetis dan dapat menjadi alternatif untuk menciptakan aroma yang lebih lembut.
3. Seberapa sering pengharum alami perlu diganti?
Tergantung bahannya. Umumnya setiap 1–3 hari atau ketika aromanya mulai memudar.
4. Apakah kulit jeruk bekas masih bisa dimanfaatkan?
Ya. Kulit jeruk dapat direbus sebagai pengharum ruangan atau dijadikan bahan kompos.
5. Apa penyebab utama aroma dapur cepat hilang?
Ventilasi yang buruk, kebersihan yang kurang terjaga, serta penggunaan bahan alami yang sudah kehilangan aroma.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308041/original/019912700_1785126774-cek_fakta_-_magang_kemenimipas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307986/original/033339200_1785125047-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T110150.449.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308435/original/012772400_1785141829-87632cb8-2ab2-4bd9-8939-4887add110c6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288316/original/095948700_1783311928-SLIK_OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308373/original/013138900_1785139295-Ide_Desain_Kamar_dengan_Rak_Buku_yang_Sesuai_dengan_Kepribadianmu_yang_Bikin_Semangat_Meraih_Cita-Cita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572958/original/079080700_1777876799-Gemini_Generated_Image_jpc67ijpc67ijpc6.jpg)