Liputan6.com, Jakarta - Irigasi tetes memiliki efisiensi aplikasi air sekitar 90 persen, jauh di atas irigasi permukaan yang sekitar 60 persen, menurut nilai indikatif Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Prinsip yang sama bisa ditiru di rumah dengan galon bekas yang dipasangi sumbu atau selang tetes, lalu diisi larutan pupuk cair.
Takarannya dihitung dari dosis di label dikali volume galon, misalnya 3 ml per liter pada galon 15 liter berarti 45 ml pupuk. Dosis lebih tinggi tidak otomatis menyuburkan. Pada uji tanaman terung, pupuk organik cair 3 ml per liter menghasilkan berat buah 1.416,67 gram per tanaman, sedangkan 5 ml per liter turun menjadi 987,78 gram.
Berikut cara menggunakan penyiram galon bekas untuk pupuk cair, lengkap dengan takaran, hitungan lama air habis, dan cara mencegah selang tersumbat. Panduan merakit alatnya ada di artikel cara membuat alat penyiram tanaman otomatis dari galon bekas.
Advertisement
Apa Itu Penyiram Tanaman Otomatis dari Galon Bekas?
Penyiram otomatis dari galon bekas adalah bentuk sederhana irigasi tetes, yaitu pemberian air langsung ke dekat tanaman lewat tetesan yang perlahan dan berkesinambungan. Menurut materi irigasi tetes dari LPPM Universitas Jenderal Soedirman, sistem ini hemat air dan tenaga penyiraman, menghasilkan air limpasan yang sangat sedikit, dan membuat pupuk tidak tercuci oleh kelebihan air.
Dari tiga metode yang dinilai FAO, irigasi tetes memiliki efisiensi aplikasi lapangan tertinggi. Angka berikut bersifat indikatif dan bisa turun bila pengelolaannya kurang disiplin.
| METODE IRIGASI | EFISIENSI APLIKASI LAPANGAN (FAO) |
|---|---|
| Irigasi tetes | 90 persen |
| Irigasi sprinkler | 75 persen |
| Irigasi permukaan (border, alur, petak) | 60 persen |
Galon bekas dipakai dengan dua rancangan.
| JENIS | CARA KERJA | CONTOH RANCANGAN | COCOK UNTUK |
|---|---|---|---|
| Sumbu kapiler | Kain atau sumbu menyerap air dari wadah bawah ke media tanam di atas | Galon dipotong, tutup dilubangi, kain flanel atau sumbu kompor menyentuh dasar wadah air | Satu pot, sayuran daun, herbal |
| Tetes dengan selang | Air dari galon mengalir lewat kran dan selang menetes ke akar | Galon 15 liter, selang PE 7 mm, drip putar, tee connector, kran dengan seal (Mojokerto, Januari 2024) | Beberapa tanaman sekaligus |
Pada contoh di Mojokerto, kebocoran muncul di sambungan antargalon dan di sekitar kran, jadi sambungan perlu dites dengan air sebelum diisi larutan pupuk. Langkah merakit kedua rancangan ada di panduan membuat penyiram otomatis dari galon bekas.
Advertisement
Cara Menggunakan Penyiram Otomatis untuk Pupuk Cair
Enam langkah berikut membuat pupuk masuk ke media tanam sedikit demi sedikit tanpa membakar akar.
- Lembapkan media tanam. Siram media sampai lembap sebelum memupuk. Pedoman memupuk tanaman pot dari University of Connecticut menyarankan langkah ini untuk mencegah kerusakan akar.
- Baca label pupuk. Catat dosis per liter air dan petunjuk penggunaan. Mulai dari takaran terendah yang tertera, lalu amati tanaman satu sampai dua minggu sebelum menambah.
- Hitung kebutuhan pupuk. Kalikan dosis per liter dengan volume galon. Contoh: 3 ml per liter pada galon 15 liter berarti 45 ml.
- Larutkan di wadah terpisah. Campur pupuk dengan air di ember, aduk sampai rata, lalu saring dengan kain agar endapan tidak masuk ke galon.
- Isi galon dan atur tetesan. Tuang larutan ke galon. Pada rancangan tetes, atur drip putar atau posisi selang sampai tetesan berjalan pelan.
- Bilas dan ganti. Setelah galon kosong, cuci galon dan selang dengan sikat dan sabun. Pada pengisian berikutnya, isi air biasa agar tanaman tidak terus menerima pupuk.
Berapa Lama Satu Galon Habis?
Lama galon habis dihitung dari volume dibagi laju tetesan. Emitter irigasi tetes yang diuji di Turki mengalirkan 1,7; 2,75; dan 4,0 liter per jam. Pada galon 15 liter, laju itu menghabiskan isi galon dalam beberapa jam saja.
| LAJU TETESAN | GALON 15 LITER HABIS DALAM |
|---|---|
| 4,0 liter per jam | 3,75 jam |
| 2,75 liter per jam | 5,5 jam |
| 1,7 liter per jam | 8,8 jam |
| 0,5 liter per jam | 30 jam |
| 0,25 liter per jam | 60 jam (2,5 hari) |
Untuk tanaman pot, laju perlu jauh lebih pelan. Materi LPPM Unsoed mencontohkan cabai yang membutuhkan 500 ml air per hari. Dengan angka itu, galon 15 liter mencukupi satu tanaman cabai selama 30 hari, atau tiga tanaman selama 10 hari. Di kebun jeruk, galon bekas yang diisi penuh disebut habis dalam kisaran dua sampai tiga hari.
Berapa Takaran Pupuk Cair yang Aman?
Label kemasan menjadi acuan utama dosis. Menurut Permentan Nomor 01 Tahun 2019, label pupuk organik wajib memuat nomor pendaftaran, kandungan hara, dan petunjuk penggunaan. Tabel berikut merangkum takaran dari sumber resmi dan riset sebagai pembanding.
| SUMBER | PUPUK DAN TANAMAN | TAKARAN | FREKUENSI |
|---|---|---|---|
| BPTP Kalimantan Tengah, Kementan (2021) | NPK 16:16:16 disiram (kocor), jambu air dalam pot | 1 sdm (sekitar 10 gram) per 3 liter air, 1 sampai 3 gelas (200 ml) per pot | Sekitar 2 kali seminggu |
| University of Connecticut | Pupuk larut air, tanaman pot | Mengikuti dosis label | Dosis penuh sebulan sekali, setengah dosis tiap 2 minggu, atau seperempat dosis tiap minggu |
| Uji pada terung (jurnal ilmiah) | Pupuk organik cair | 0, 1, 3, 5 ml per liter; hasil terbaik 3 ml per liter | Interval 10, 20, 30 hari; 10 dan 20 hari tidak berbeda nyata |
| Uji pada bibit kelapa sawit (INSTIPER Yogyakarta, 2025) | Pupuk organik cair | 0, 50, 100, 150 ml per liter; hasil terbaik 50 ml per liter | Interval 5, 10, 15 hari; hasilnya tidak berbeda nyata |
Penyiram tetes memberi pupuk sedikit demi sedikit, mirip pola dosis kecil tetapi sering yang disarankan University of Connecticut. Karena itu larutan di galon dibuat sesuai label, bukan lebih pekat.
Data uji terung berikut menunjukkan dosis tertinggi bukan yang terbaik.
| DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR | BERAT BUAH PER TANAMAN | JUMLAH BUAH PER TANAMAN |
|---|---|---|
| 0 ml per liter | 600,00 gram | 3,22 |
| 1 ml per liter | 1.270,00 gram | 5,33 |
| 3 ml per liter | 1.416,67 gram | 5,97 |
| 5 ml per liter | 987,78 gram | 4,58 |
Penulis uji menyebut dosis 5 ml per liter melampaui toleransi tanaman. Pada uji bibit kelapa sawit, dosis 100 dan 150 ml per liter juga tidak melampaui hasil 50 ml per liter (pertambahan tinggi 24,92 dan 24,91 cm, dibanding 25,59 cm). Angka-angka ini khusus untuk produk dan tanaman yang diuji, bukan takaran umum untuk semua pupuk cair. Untuk membuat pupuk cair sendiri, lihat cara mengolah sisa sayur menjadi pupuk cair.
Advertisement
Tanda Pupuk Berlebih dan Cara Mengatasinya
Garam dari pupuk yang menumpuk dapat mengeringkan dan membakar akar halus, juga menghambat penyerapan air sehingga tanaman tampak layu. Empat tanda yang disebut University of Connecticut:
- Ujung daun dan akar menjadi cokelat.
- Tanaman layu padahal media lembap.
- Bentuk daun tidak normal.
- Muncul kerak putih di tepi pot.
Hentikan pupuk lalu bilas media dengan banyak air sampai garamnya berkurang, pastikan air mengalir bebas dari dasar pot. Jika belum membaik, keluarkan tanaman dengan hati-hati, buang sebanyak mungkin media lama, lalu isi media baru.
Cegah Selang atau Lubang Tersumbat
Sebuah penelitian tentang irigasi tetes dengan air berkadar sedimen tinggi menemukan pemupukan dengan ammonium polifosfat memperparah penyumbatan emitter. Makin tinggi sedimen, makin besar penurunan aliran.
| KONSENTRASI SEDIMEN | PENURUNAN ALIRAN RELATIF DENGAN PEMUPUKAN |
|---|---|
| 0,5 gram per liter | 7,1 persen |
| 1,0 gram per liter | 27,3 persen |
| 1,5 gram per liter | 43,9 persen |
Untuk pemupukan ammonium polifosfat, peneliti menyarankan konsentrasi sedimen di bawah 1,0 gram per liter. Penelitian lain di Hatay, Turki (2001 sampai 2002), menemukan emitter dengan laju aliran terendah paling banyak tersumbat, dan pupuk yang mengandung kalsium dan sulfat menyebabkan penyumbatan lebih besar. Langkah pencegahannya:
- Saring larutan pupuk sebelum dituang ke galon.
- Pakai pupuk cair yang larut sempurna, tanpa gumpalan atau endapan.
- Cuci galon dan selang dengan sikat dan sabun setiap kali ganti larutan.
- Atur laju lewat drip putar atau posisi selang, bukan dengan melubangi sekecil mungkin.
Advertisement
Tanaman yang Cocok untuk Penyiram Galon Bekas
Untuk rancangan sumbu kapiler, pilihan yang cocok adalah sayuran berdaun seperti sawi, kangkung, bayam, selada, dan pakcoy, herbal seperti mint, basil, kemangi, dan seledri, serta cabai rawit atau tomat ceri kecil. Kacang panjang bisa ditanam bila galonnya cukup dalam. Rancangan tetes sudah dipakai untuk tanaman obat keluarga di Mojokerto dan pohon jeruk.
Kelebihan dan Keterbatasan
| ASPEK | KETERANGAN |
|---|---|
| Hemat air | Efisiensi aplikasi irigasi tetes 90 persen menurut nilai indikatif FAO, dan penguapan berkurang karena air jatuh di akar |
| Hemat tenaga | Galon diisi penuh bertahan dua sampai tiga hari pada contoh kebun jeruk |
| Pupuk efisien | Pupuk diberikan sedikit demi sedikit dan tidak mudah tercuci kelebihan air |
| Memanfaatkan limbah | Galon bekas terpakai ulang sebagai wadah air dan larutan |
| Keterbatasan | Sambungan bisa bocor, selang bisa tersumbat, dan angka 90 persen berlaku untuk irigasi tetes secara umum, bukan hasil ukur alat rakitan rumahan |
Advertisement
Tips Memilih Bahan dan Pupuk Cair
- Cek nomor pendaftaran pada label pupuk organik. Permentan Nomor 01 Tahun 2019 mengatur nomor pendaftaran yang berlaku 5 tahun dan label yang memuat kandungan hara serta petunjuk penggunaan.
- Pilih pupuk dengan takaran per liter yang jelas. Tanpa angka dosis, perhitungan isi galon tidak bisa dilakukan.
- Pilih galon bersih dan utuh. Sisa kotoran mudah menyumbat sumbu dan selang.
- Pakai komponen tetes yang sudah teruji. Contoh di Mojokerto memakai selang PE 7 mm, drip putar, tee connector, dan kran dengan seal. Samakan ukuran drat kran dan sambungan sebelum dirakit.
- Pilih pupuk yang larut sempurna. Cairan berendapan lebih mudah menyumbat selang tetes.
- Gunakan kompos matang untuk media tanam dan letakkan pot di tempat teduh yang tetap terkena sinar matahari.
Pertanyaan Seputar Penyiram Tanaman Otomatis dari Galon Bekas
- Apa itu penyiram tanaman otomatis dari galon bekas?
Penyiram ini adalah irigasi tetes sederhana dengan dua rancangan, yaitu sumbu kapiler dan selang tetes. Galon bekas menjadi wadah air yang menetes pelan ke akar tanpa listrik.
- Bisakah pupuk cair dimasukkan ke galon penyiram otomatis?
Bisa, dengan larutan sesuai takaran label dan disaring. Alat irigasi tetes dari jerigen bekas karya mahasiswa STPP Bogor, juara lomba inovasi mahasiswa Kementerian Pertanian pada Agustus 2017, pupuknya dapat dicampur ke air sehingga setiap tetes sudah mengandung pupuk.
- Berapa takaran pupuk cair untuk galon 15 liter?
Kalikan dosis di label dengan 15. Dosis 3 ml per liter berarti 45 ml pupuk untuk satu galon. Mulai dari takaran terendah di label dan amati tanaman satu sampai dua minggu.
- Berapa lama air satu galon habis?
Pada laju 0,25 liter per jam, galon 15 liter habis dalam 60 jam atau 2,5 hari. Di kebun jeruk, galon bekas yang diisi penuh habis dalam dua sampai tiga hari.
- Mengapa selang penyiram otomatis tersumbat?
Penyebab utamanya sedimen di air, laju aliran emitter yang sangat rendah, dan pupuk berkalsium atau bersulfat. Pada konsentrasi sedimen 1,5 gram per liter, pemupukan menurunkan aliran relatif sampai 43,9 persen.
- Apa tanda tanaman kelebihan pupuk cair?
Empat tanda: ujung daun dan akar cokelat, tanaman layu, bentuk daun tidak normal, dan kerak putih di tepi pot. Hentikan pupuk dan bilas media dengan banyak air.
- Bagaimana memastikan pupuk organik cair terdaftar resmi?
Cek nomor pendaftaran di label. Permentan Nomor 01 Tahun 2019 mengatur nomor pendaftaran pupuk organik yang berlaku 5 tahun, dan label wajib memuat kandungan hara serta petunjuk penggunaan.
- Tanaman apa yang cocok memakai penyiram galon bekas?
Sawi, kangkung, bayam, selada, pakcoy, kemangi, seledri, cabai rawit, dan tomat ceri kecil cocok untuk rancangan sumbu kapiler. Rancangan tetes sudah dipakai untuk tanaman obat keluarga dan pohon jeruk.
Hasil dapat berbeda mengikuti jenis tanaman, media tanam, cuaca, dan produk pupuk yang dipakai. Ikuti petunjuk pada kemasan pupuk dan sesuaikan dengan kondisi tanaman Anda.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369365/original/034444800_1791519895-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-09T112039.867.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5078809/original/005995500_1736144544-Screenshot_20250106_121234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369775/original/042572800_1791536305-Ilustrasi_pengairan_tanaman.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4295781/original/024502500_1674106334-pupuk_organik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327771/original/017691600_1787123566-fdf06dd0-dd45-46e5-b374-3d469ecc6515.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538165/original/033087200_1774504655-Gemini_Generated_Image_2f43dt2f43dt2f43.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570664/original/025574900_1777535687-Panen_Melon_Manis_di_Halaman_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329504/original/034569900_1787283654-6eunHKz8HMqw8JsnMBhc00QVYLR0sJSpAjxug68s.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339813/original/043317800_1788429733-IMG-20260903-WA0058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311876/original/021192100_1785466813-f2e8f81f-a184-4b73-8fe4-058661b7381c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499735/original/071717800_1770793407-b102d1a1-50be-414a-a631-82831acb91f1.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335713/original/065393100_1788055132-22a03fb8-96dc-4553-afb7-e8b7261b5f4e.jpg)