Direktur Keuangan Binance Kaiser Ng Mengundurkan Diri

CFO Binance Kaiser Ng mengundurkan diri usai sembilan hari peretasan di Binance.

Diterbitkan 08 November 2026, 19:25 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Financial Officer (CFO) Binance, Kaiser Ng mengundurkan diri, dan akan digantikan oleh Justin Yek, mantan eksekutif keuangan di perusahaan pembayaran Airwallex.

Mengutip the block, Minggu, (8/11/2026), hal itu disampaikan CEO Binance, Yi He dalam keterangan pada Sabtu, 7 November 2026 waktu setempat.

Menurut Reuters, Yi He menyatakan, Ng "telah memutuskan untuk mengejar usaha baru" setelah lebih dari lima tahun bekerja di perusahaan tersebut. Ia juga menambahkan, rencana transisi telah dijalankan selama setengah tahun terakhir. Pernyataan tersebut tidak merinci kapan tepatnya Ng akan resmi meninggalkan perusahaan atau apa usaha baru yang akan ia jalani.

Berdasarkan profil LinkedIn-nya, Ng telah menjabat sebagai CFO Binance sejak Januari 2022 dan sebelumnya pernah bekerja di bursa pesaing, Kraken. Sementara itu, posisi terakhir Yek adalah sebagai wakil presiden keuangan di perusahaan pembayaran Airwallex.

Pengumuman ini muncul sembilan hari setelah peretasan pada 29 Oktober 2026. Para penyerang berhasil menguras lebih dari US$ 6 miliar atau Rp 108,70 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 18.120) dari Binance di berbagai blockchain. FBI mengaitkan serangan tersebut dengan TraderTraitor, sebuah kelompok peretas asal Korea Utara.

Sebagaimana dilaporkan oleh The Block, hingga 2 November, saat Binance menyelesaikan pengambilan data bukti cadangan (proof of reserves) dan mulai membuka kembali layanan penarikan dana, perusahaan telah memulihkan sekitar 95% aset yang terdampak menggunakan dana internalnya sendiri. Menurut firma analisis blockchain Elliptic, para peretas telah menukar token yang dicuri tersebut menjadi bitcoin senilai US$ 124 juta atau Rp 2,24 triliun.

Peretas Binance Tukar US$ 124 Juta Altcoin Curian ke Bitcoin

Sebelumnya, peretas yang mencuri aset kripto senilai US$ 6,43 miliar dari Binance dilaporkan telah menukarkan sejumlah altcoin hasil curian senilai US$ 124 juta menjadi Bitcoin. Aktivitas tersebut berlangsung bersamaan dengan dibukanya kembali layanan penarikan dana bagi pengguna Binance.

Mengutip laporan Elliptic, Minggu (8/11/2026), pertukaran aset tersebut menghasilkan sekitar 1.650 BTC. Transaksi ini merupakan bagian dari pergerakan dana hasil peretasan dan bukan pencurian tambahan.

Sejauh ini, sekitar US$ 50 juta dalam bentuk XRP telah dipindahkan, sementara US$ 226 juta lainnya masih tersimpan di dompet digital yang terhubung dengan peretas.

Hampir seluruh Solana hasil curian senilai sekitar US$ 87 juta juga telah ditukar ke mata uang kripto lain, dipindahkan antarjaringan blockchain, atau dialihkan melalui transaksi yang dirancang untuk menyamarkan asal-usulnya.

 

 

Pakai 20.000 Dompet Kripto

Elliptic memperkirakan sekitar US$ 2,85 miliar atau 44,3 persen dari total aset curian telah dibekukan. Sementara itu, US$ 3,11 miliar atau 48,4 persen masih berada di dompet digital yang terhubung dengan peretas.

Pergerakan dana tersebut melibatkan lebih dari 20.000 dompet kripto, 16 jaringan blockchain, dan 65.000 transaksi. Meski aktivitasnya terlihat otomatis, belum ada bukti bahwa transaksi tersebut dikendalikan oleh agen kecerdasan buatan (AI).

TRM Labs menemukan peretas membuat token dan kumpulan likuiditas di jaringan Tron untuk menyamarkan perpindahan dana. Mereka juga memanfaatkan token tanda terima pinjaman dan penghubung antarblockchain untuk menghindari dompet yang berpotensi dibekukan.

Sebelumnya, Chainalysis melacak penukaran stablecoin senilai US$ 325 juta menjadi Ether senilai US$ 285 juta hanya dalam 20 menit. Transaksi tersebut diduga dilakukan untuk menghindari pembekuan aset.

Pulihkan Layanan

Di tengah pergerakan dana curian, Binance mulai memulihkan layanan penarikan. Dalam pembaruan pada 6 November, bursa kripto tersebut menargetkan pembukaan penarikan HYPE, INJ, APT, PLASMA, NEAR, dan LTC pada akhir pekan berikutnya.

Binance juga menyatakan telah mengganti 98 persen aset token yang terdampak hingga 31 Oktober. Perusahaan berjanji menanggung kerugian nasabah, meski penggantian aset tidak berarti dana curian berhasil ditemukan kembali.

Pemulihan layanan ini turut menguji likuiditas Binance. Talos mencatat arus keluar bersih mencapai US$ 6,1 miliar. Kedalaman pesanan Bitcoin turun 28 persen pada hari pertama dan sempat mencapai titik terendah sekitar 44 persen di bawah level sebelum peretasan.

FBI menyalahkan kelompok peretas TraderTraitor asal Korea Utara atas pencurian tersebut. Investigasi Binance mengungkap serangan bermula dari wawancara kerja palsu, pemasangan malware di komputer seorang insinyur, serta penyalahgunaan perangkat AI internal.

Â