Harga XRP Anjlok 24% Sejak Oktober, CTO Ripple Beri Pesan ke Komunitas

CTO Ripple David Schwartz mengingatkan komunitas XRP agar tidak melakukan promosi sembarangan dan menyerang pengguna lain.

Diterbitkan 08 November 2026, 18:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Technology Officer (CTO) Ripple, David Schwartz, mengingatkan komunitas XRP agar tidak memenuhi kolom komentar media sosialnya dengan hinaan atau promosi kripto yang tidak relevan.

Ripple merupakan perusahaan teknologi pembayaran berbasis blockchain yang dikenal melalui aset digital XRP. Aset kripto ini digunakan untuk mendukung transaksi internasional yang cepat dengan biaya rendah.

Melalui akun X (sebelumnya Twitter), dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (8/11/2026), Schwartz mengatakan akan memblokir akun yang mengganggu percakapan. Kebijakan itu juga berlaku bagi pendukung XRP yang mempromosikan aset tersebut dalam diskusi yang tidak berkaitan.

Pernyataan Schwartz disampaikan pada 7 November 2026, setelah dirinya dan CEO Ripple Brad Garlinghouse mendapat kritik dari sejumlah pengguna.

Ia mengaku belakangan semakin banyak pengguna membalas unggahannya dengan komentar di luar topik atau serangan pribadi, terutama ketika dirinya membahas isu di luar dunia kripto.

Schwartz menjelaskan, pemblokiran dilakukan untuk menjaga kualitas diskusi agar tidak dipenuhi promosi kripto yang tidak diminta maupun komentar bernada menyerang.

 

Kritik Tetap Diperbolehkan, Asalkan Relevan

Schwartz menegaskan, dirinya tetap terbuka terhadap kritik dan perbedaan pendapat. Namun, komentar yang disampaikan harus memiliki substansi, tidak berisi hinaan pribadi, serta sesuai dengan topik yang sedang dibahas.

Aturan tersebut juga berlaku untuk komentar positif. Dukungan terhadap XRP tetap bisa dianggap mengganggu apabila disampaikan dalam diskusi yang tidak berkaitan dengan aset kripto tersebut.

Sejumlah anggota komunitas mengusulkan pembuatan utas mingguan khusus bagi pengguna baru untuk memperkenalkan diri dan mengenal ekosistem XRP. Schwartz menyambut baik gagasan itu karena dinilai dapat menjadi ruang diskusi yang lebih produktif.

Beberapa pengguna menilai minimnya respons langsung dari Schwartz membuat mereka terus berusaha menarik perhatiannya. Menanggapi hal tersebut, Schwartz membuka kesempatan bagi pengguna untuk meminta pembukaan blokir.

Syaratnya, mereka harus berkomitmen tidak lagi mengganggu percakapan. Ia juga menegaskan tidak memiliki masalah pribadi dengan pengguna yang pernah diblokir.

Harga XRP Turun 24 Persen Sejak Oktober, Level Support Jadi Perhatian

Harga XRP diperdagangkan di sekitar US$ 1,17, turun 2,4 persen dalam 24 jam terakhir dan sekitar 24,5 persen dibandingkan level tertingginya pada Oktober sebesar US$ 1,55, berdasarkan data CoinGlass.

Tekanan jual membuat pelaku pasar memantau sejumlah level support. CoinGlass mencatat likuidasi kontrak berjangka XRP sekitar US$ 10,7 juta dalam sehari, sementara open interest mencapai US$ 2,76 miliar.

Open interest XRP juga turun 12,36 persen ketika harga menembus level support US$ 1,21. Kondisi ini menunjukkan trader mengurangi eksposur terhadap posisi derivatif berleverage.

Analis ChartNerd melihat area permintaan kuat pada US$ 1,04 hingga US$ 1,16. Menurutnya, XRP perlu kembali menembus US$ 1,34 untuk memperbaiki prospek teknikal. Sementara itu, Ali Martinez menyoroti US$ 0,99 sebagai potensi support.

Analis lain, Dark Defender, menilai struktur jangka panjang XRP masih terjaga. Ia menetapkan US$ 1,12 sebagai level support penting.