Cara Membuat Fungisida Nabati dari Kunyit untuk Tanaman di Rumah

Panduan cara membuat fungisida nabati dari kunyit: semprotan bubuk, rebusan fermentasi, dan campuran abu kayu, lengkap dengan dosis dan tips aman.

Diterbitkan 08 November 2026, 16:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat fungisida nabati dari kunyit cukup sederhana, yaitu dengan mencampur bubuk atau parutan kunyit dengan air, lalu menyaringnya menjadi larutan semprot. Kunyit dipakai karena mengandung kurkumin, senyawa yang bisa menekan pertumbuhan jamur pada daun dan tanah.

Anda bisa membuat versi cepat dari kunyit bubuk, rebusan kunyit segar yang difermentasi, atau campuran kering dengan abu kayu. Kalau Anda baru pertama kali mencoba cara membuat fungisida nabati dari kunyit, mulailah dari versi semprot yang paling ringan dan uji dulu pada beberapa daun.

Hasil penelitian laboratorium juga mendukung pemakaian kunyit ini. Mengacu pada ulasan ilmiah yang dimuat di PMC milik NCBI, ekstrak heksana Curcuma longa pada konsentrasi 1.000 mg/L menunjukkan aktivitas fungisida terhadap Rhizoctonia solani, Phytophthora infestans, dan Erysiphe graminis.

Sementara itu, penelitian terpisah terhadap kurkumin pada Candida albicans menunjukkan bahwa senyawa ini dapat menekan ekspresi enzim ERG3 yang berperan dalam biosintesis ergosterol. Penurunan ergosterol dapat mengganggu keseimbangan membran sel jamur, sedangkan akumulasi senyawa antara dalam jalur biosintesisnya turut berkontribusi terhadap kematian sel.

Cara Membuat Fungisida Nabati dari Kunyit Bubuk (Semprotan Cepat)

Metode ini paling praktis untuk tanaman di pot atau kebun kecil, karena bahannya cukup kunyit bubuk dapur dan air. Kalau Anda butuh cara membuat fungisida nabati dari kunyit yang bisa langsung dipakai hari itu juga, versi semprotan cepat inilah pilihannya. Larutan ini cocok sebagai pencegahan rutin sebelum jamur sempat menyebar.

Soal takaran, dilansir dari House Digest, panduan umum untuk membuat semprotan kunyit adalah mencampurkan 20 gram kunyit dengan satu liter air. Untuk aplikasi pada tanaman yang lebih besar, takarannya dapat menggunakan 80 gram kunyit per galon air. Sumber tersebut juga menyarankan agar larutan diuji terlebih dahulu pada area kecil tanaman dan dipantau reaksinya. Jika daun berubah kecokelatan, penggunaan perlu segera dihentikan.

  1. Siapkan bahan: Sediakan 20 gram kunyit bubuk (sekitar 2 sendok makan), 1 liter air bersih, dan sedikit sabun cair yang lembut. Kalau memakai kunyit segar, parut kurang lebih 1 ruas besar sebagai pengganti.
  2. Larutkan kunyit: Masukkan kunyit ke dalam air, lalu aduk beberapa menit sampai warnanya merata. Air hangat akan membantu bubuk lebih cepat larut.
  3. Tambahkan perekat alami: Sebagaimana dilansir dari Garden & Home, larutan kunyit untuk tanaman dapat dibuat dengan mencampurkan satu atau dua sendok teh kunyit ke dalam air hangat, kemudian menambahkan satu atau dua tetes sabun cair lembut. Sabun berfungsi membantu larutan menempel pada permukaan daun.
  4. Saring larutan: Saring dengan kain tipis atau saringan teh supaya ampasnya tidak menyumbat nozzle sprayer. Bagian ini sering dilewatkan, padahal penting kalau Anda memakai botol semprot kecil.
  5. Uji pada beberapa daun: Semprotkan ke 2-3 helai daun dulu, lalu amati selama 1-2 hari. Kalau daun menguning atau tampak terbakar, encerkan larutan atau hentikan pemakaiannya.
  6. Aplikasikan secara rutin: Semprot bagian atas dan bawah daun, juga batang yang lembap. Untuk pencegahan, ulangi kira-kira dua minggu sekali, dan lebih sering kalau gejala jamur mulai muncul.

Secara ilmiah, cara ini punya dasar yang cukup kuat. Seperti dilansir Outdoor Guide, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Zoo Botanica menemukan bahwa ekstrak kunyit mampu menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum hingga sekitar 73,66% dan Rhizoctonia solani sebesar 73,49% dalam pengujian laboratorium. Kedua jamur tersebut dikenal sebagai patogen tanaman yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk layu Fusarium dan busuk akar.

Baca juga: ragam pestisida alami yang mudah dibuat di rumah

Cara Membuat Fungisida Nabati dari Rebusan Kunyit dan Lengkuas Fermentasi

Kalau lahan Anda lebih luas, misalnya kebun sayur atau sawah kecil, versi fermentasi lebih hemat karena hasilnya berupa larutan pekat yang tinggal diencerkan. Dalam praktiknya, cara membuat fungisida nabati dari kunyit dengan tambahan lengkuas ini banyak dipakai petani organik di Indonesia. Kunyit menyumbang kurkuminoid yang bersifat antijamur, sedangkan lengkuas mengandung minyak atsiri yang bersifat antimikroba.

  1. Siapkan bahan: Siapkan 500 gram kunyit segar, 500 gram lengkuas segar, 10 liter air bersih, dan 50 ml EM4 atau MOL (mikroorganisme lokal). EM4 adalah larutan mikroba pengurai yang banyak dijual di toko pertanian.
  2. Cuci dan haluskan: Bersihkan kunyit dan lengkuas dari tanah, lalu potong kecil-kecil atau parut. Semakin halus potongannya, semakin banyak senyawa aktif yang keluar.
  3. Rebus dengan api kecil: Rebus potongan rimpang dalam 5 liter air selama sekitar 30 menit. Pakai api kecil saja supaya senyawa aktifnya tidak cepat rusak.
  4. Dinginkan dan saring: Setelah rebusan dingin, saring untuk memisahkan ampas. Tambahkan 5 liter air bersih dan larutan EM4 atau MOL, lalu aduk rata.
  5. Fermentasi 7-14 hari: Simpan larutan dalam wadah tertutup di tempat teduh. Aduk setiap hari supaya fermentasinya merata.
  6. Encerkan sebelum dipakai: Saring lagi hasil fermentasi, lalu encerkan sekitar 100-200 ml larutan pekat dalam 10 liter air untuk lahan kurang lebih 100 meter persegi.
  7. Simpan dengan benar: Simpan sisa larutan di botol tertutup, di tempat sejuk dan gelap. Larutan biasanya masih bagus dipakai selama 1-2 bulan.

Pemakaian kunyit di lahan pertanian juga sudah lama diteliti. Merujuk laporan penelitian yang terindeks di FAO AGRIS, embun tepung pada mentimun merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Podosphaera xanthii. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian signifikan terhadap hasil dan kualitas panen, terutama pada mentimun yang dibudidayakan di rumah kaca. Penelitian itu juga mencatat bahwa kunyit dan ekstraknya bisa dimanfaatkan di bidang pertanian karena sifat insektisida dan fungisidanya.

Cara Membuat Fungisida Nabati dari Kunyit dalam Bentuk Serbuk dan Pasta

Tidak semua serangan jamur paling efektif ditangani dengan semprotan. Untuk embun tepung (lapisan putih seperti bedak di daun) atau luka bekas pangkasan, Anda bisa memakai cara membuat fungisida nabati dari kunyit versi kering atau versi pasta yang lebih kental. Contoh sederhananya, bayangkan Anda baru memangkas cabang mawar atau tanaman buah dan ingin luka potongnya tidak dimasuki jamur.

  1. Campur kunyit dengan abu kayu: Sebagaimana dilansir dari Balcony Garden Web, salah satu cara alternatif untuk menangani embun tepung pada tanaman adalah mencampurkan satu bagian bubuk kunyit dengan dua bagian abu kayu. Taburkan campuran tersebut secara merata pada tanaman yang terinfeksi saat cuaca tidak berangin. Pengaplikasian disarankan pada pagi hari ketika embun masih menempel di permukaan daun sehingga serbuk lebih mudah melekat.
  2. Taburkan di pagi hari: Pilih pagi hari saat daun masih berembun. Embun membantu serbuk menempel lebih lama di permukaan daun.
  3. Buat pasta untuk luka tanaman: Campurkan kunyit bubuk dengan sedikit air sampai teksturnya seperti selai. Oleskan tipis pada bekas potongan cabang, sambungan okulasi, atau batang yang tergores.
  4. Gunakan setelah pemangkasan: Berdasarkan ulasan BackGarden.org, larutan kunyit dan air dapat dimanfaatkan untuk membantu melindungi bagian tanaman yang terluka. Perlakuan ini biasa diterapkan setelah memangkas mawar, menyambung pohon, atau ketika tanaman mengalami kerusakan akibat faktor luar, seperti serangan serangga dan patahnya cabang.
  5. Campurkan sedikit ke media tanam: Untuk pencegahan busuk akar pada bibit, taburkan sejumput kunyit ke media tanam lalu aduk rata. Jangan berlebihan, karena dosis yang terlalu banyak justru bisa mengganggu keseimbangan tanah.

Tips Aman dan Efektif Menggunakan Fungisida Kunyit

Fungisida nabati bekerja lebih lambat dan lebih lembut dibanding fungisida kimia, jadi hasilnya sangat bergantung pada cara Anda memakainya. Manfaat utama fungisida kunyit bagi pengguna adalah bahannya murah, mudah dicari, dan lebih ramah bagi lingkungan sekitar tanaman. Pakar berkebun juga menilai kunyit layak dipakai untuk masalah jamur yang umum.

Menurut Angelika Zaber, spesialis perawatan rumput dan pakar berkebun dari Online Turf, sebagaimana dikutip Martha Stewart, kunyit memiliki sifat antijamur alami berkat kandungan kurkumin. Senyawa aktif tersebut membuat kunyit berpotensi membantu mencegah dan menangani penyakit jamur pada tanaman, seperti bercak daun dan embun tepung.

    • Semprot pagi atau sore hari: Waktu terbaik adalah sebelum pukul 09.00 atau setelah pukul 16.00. Di jam-jam ini larutan tidak cepat menguap dan risiko daun terbakar lebih kecil.

    • Jangan melebihi dosis: Larutan yang lebih pekat belum tentu lebih ampuh. Kunyit yang terlalu banyak bisa merusak daun dan mengganggu kehidupan mikroba di tanah.

    • Utamakan pencegahan: Fungisida kunyit paling efektif dipakai sebelum serangan berat terjadi. Untuk pencegahan, semprot setiap 5-7 hari, dan perpendek jaraknya menjadi 3-5 hari kalau gejala sudah terlihat.

    • Kenali gejala jamur sejak awal: Lapisan putih seperti tepung, bercak cokelat atau hitam pada daun, dan batang yang membusuk adalah tanda yang perlu segera ditangani. Buang daun yang sudah parah supaya spora jamur tidak menular ke daun lain.

    • Coba variasi resep dengan susu: Salah satu resep larutan kunyit untuk membantu mengatasi embun tepung adalah mencampurkan dua sendok teh kunyit bubuk, dua sendok teh cuka putih, sekitar 6,5 sendok makan susu, dan empat cangkir air. Larutan tersebut kemudian dapat digunakan sebagai semprotan pada tanaman yang terdampak.

    • Jangan dicampur dengan pestisida kimia: Campuran seperti ini bisa menurunkan kerja senyawa alami di dalam kunyit. Kalau ingin menggabungkan, pilih pupuk organik atau pupuk hayati.

    • Perbaiki kondisi lingkungan tanaman: Jamur suka tempat yang lembap dan pengap. Atur jarak tanam, kurangi penyiraman berlebihan, dan pastikan sirkulasi udara di sekitar tanaman lancar.

    • Siapkan rencana cadangan: Kalau serangan sudah meluas dan tidak membaik setelah beberapa kali aplikasi, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat. Untuk tanaman pangan, ada pilihan pengendalian lain yang bisa dipadukan, misalnya agen pengendali hayati.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Fungisida Nabati dari Kunyit

Apakah kunyit segar dan kunyit bubuk sama efektifnya?

Keduanya sama-sama mengandung kurkumin, jadi sama-sama bisa dipakai. Kunyit bubuk lebih praktis untuk semprotan cepat, sedangkan kunyit segar lebih pas untuk rebusan atau fermentasi dalam jumlah besar. Yang penting, saring larutan sampai bersih sebelum dimasukkan ke sprayer.

Berapa lama fungisida kunyit bisa disimpan?

Larutan semprot cepat sebaiknya habis dalam beberapa hari. Versi fermentasi biasanya tahan sekitar 1-2 bulan kalau disimpan di botol tertutup, di tempat sejuk, dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Apakah fungisida kunyit aman untuk semua tanaman?

Secara umum aman untuk sayuran, tanaman buah, dan tanaman hias. Namun kepekaan tiap tanaman berbeda, jadi selalu uji dulu pada beberapa daun dan hentikan pemakaian kalau daun berubah cokelat atau layu.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6