Kebakaran Gudang Kayu di Gersik, Ibu dan Anak Terjebak Kobaran Api

Kebakaran gudang kayu di Gresik Jatim dipicu hal sepele.

Diterbitkan 08 November 2026, 15:32 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gresik - Kelalaian sepele kembali memicu bencana memilukan. Aktivitas pembakaran sampah tanpa pengawasan berujung pada kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah bangunan penyimpanan kayu dan peralatan katering di Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD), Jalan Granit Kumala 3, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

​Nahas, insiden ini tidak hanya meluluhlantakkan harta benda, tetapi juga menyambar dua orang penghuni yang merupakan ibu dan anak pemilik bangunan hingga mengalami luka bakar serius.

​Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Gresik, Suyono, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, api bermula dari tumpukan sampah yang dibakar tanpa pengawasan ketat, lalu dengan cepat merembet ke area penyimpanan kayu.

​"Objek yang terbakar meliputi bangunan berisi tumpukan kayu, peralatan katering, hingga karpet," ungkap Suyono, Minggu (8/11/2026).

​Situasi di lapangan sempat mencekam. Tumpukan material yang mudah terbakar, embusan angin kencang, serta kendala keterbatasan pasokan air membuat kobaran api meluas dalam hitungan menit.

​Ganasnya panas api bahkan menjilat sebuah mobil yang terparkir sekitar tujuh meter dari titik api, menyebabkan cat bodi kendaraan tersebut meleleh.

​Di tengah amukan api, sang ibu dan anak terjebak sambaran lidah api. Keduanya menderita luka bakar yang cukup parah.

"Anaknya mengalami luka bakar di bagian muka, sementara sang ibu mengalami luka bakar di tangan kiri-kanan, kaki, hingga muka," tuturnya

​Kebakaran ini pertama kali disadari oleh seorang warga bernama Ratna yang melihat kobaran api sudah membesar. Tanpa panik, ia segera menghubungi layanan darurat 112.

​Laporan tersebut langsung direspons oleh Pos Damkar Driyorejo. Tim gabungan yang menerjunkan satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air tiba di lokasi pada pukul 15.09 WIB. Bersama jajaran personel Polsek Driyorejo, petugas berjibaku memadamkan dan mendinginkan lokasi hingga proses pembasahan tuntas pada pukul 18.30 WIB.

​Menanggapi insiden ini, pihak DPKP Gresik mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan, terutama di dekat material yang mudah terbakar.

​"Jangan pernah meninggalkan aktivitas pembakaran sampah sebelum api benar-benar padam sepenuhnya. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal bagi keselamatan jiwa," tegasnya.

​Kasus ini menambah panjang catatan darurat di wilayah tersebut. Berdasarkan data DPKP Gresik, sepanjang bulan November 2026 ini saja, tercatat telah terjadi 14 insiden  kebakaran  dan 11 kejadian penyelamatan.

"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan agar tragedi serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.