Freeport Pastikan Smelter Gresik Kembali Beroperasi September 2026

Smelter Manyar di Gresik akan kembali beroperasi pada September 2026. Produksi dilakukan bertahap seiring pasokan konsentrat mulai masuk.

Diterbitkan 07 Agustus 2026, 21:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas memastikan Smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur, akan kembali beroperasi pada September 2026. Kepastian tersebut menyusul mulai pulihnya pasokan konsentrat tembaga dari tambang Freeport di Papua.

Tony mengatakan konsentrat tembaga kini mulai dikirim ke fasilitas pengolahan di Manyar sebagai bahan baku untuk memulai kembali proses produksi. Namun, volume pasokan masih dikumpulkan secara bertahap hingga memenuhi kebutuhan operasional smelter.

"Smelter nanti mulai bulan September sudah mulai akan produksi lagi. Sementara ini konsentrat sudah mulai masuk, dari Papua sudah mulai masuk ke Manyar," kata Tony saat ditemui di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

"Jadi mungkin satu set, kan supaya volumenya cukup dulu, baru kita bakar," imbuhnya.

Sebelumnya, operasional Smelter Gresik sempat terganggu akibat berkurangnya pasokan konsentrat dari tambang PT Freeport Indonesia. Kondisi tersebut terjadi setelah insiden di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Papua yang memengaruhi produksi.

 

Produksi Belum Maksimal

Meski kembali beroperasi bulan depan, Tony mengungkapkan kapasitas produksi smelter belum langsung maksimal. Pada tahap awal, utilisasi fasilitas diperkirakan masih berada di bawah 30 persen.

"Oh kan bertahap, masih di bawah 30 persen. Itu tadi, menuju 100 persen di tahun 2027 akhir," ujarnya.

Menurut Tony, peningkatan kapasitas akan dilakukan secara bertahap hingga smelter dapat beroperasi penuh pada akhir 2027, seiring normalisasi pasokan konsentrat dan optimalisasi proses produksi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6