Mengasah Potensi Luar Biasa Talenta Papua, Pendekatan Holistik PFA

Papua Football Academy membina seluruh aspek talenta muda Bumi Cenderawasih.

Diterbitkan 15 September 2026, 23:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Atlet Papua memiliki genetik berbeda dari ras lainnya. Jika dipoles dengan nutrisi dan latihan yang baik, talenta Australomelanesid itu menjanjikan potensi luar biasa.

Direktur Papua Football Academy (PFA) Wolfgang Pikal menyebutnya ketika menerima kunjungan jurnalis, Selasa (15/9/2026). "Mereka punya fast switching muscle, otot yang tidak dimiliki kamu (Mongoloid) dan saya (Kaukasia)," ujar Pikal sembari menunjuk wartawan dan diri sendiri.

Namun, keunggulan itu saja tidak cukup. Pikal menyinggung pembinaan harus menyeluruh demi menghasilkan individu berkualitas.

PFA memang tidak hanya fokus. Akademi inisiasi PT Freeport Indonesia itu ingin membentuk manusia seutuhnya dari sepak bola. Selain itu, PFA juga berusaha menyiapkan mental anak-anak berbakat Papua agar siap menghadapi tantangan jika melanjutkan karier di luar Bumi Cenderawasih.

"Tujuan di sini kita mau edukasi anak di dalam tiga hal: gaya hidup, sekolah akademik, dan edukasi sepak bola. Tujuan utamanya adalah setelah menyelesaikan program di PFA, mereka dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA di Jawa, masuk Akademi Elite Pro, atau bergabung dengan akademi swasta yang berkualitas," papar Pikal.

"Kami menilai pusat sepak bola itu di Jawa. Itu tujuan kita. Kami di sini untuk sepak bola teknis taktis, kami untuk aspek teknis taktis bukan itu saja. Harus holistik, teknik, taktik, fisik, dan mental juga. Dan satu hal yang kita masih punya tantangan, anak lepas kita di PFA harus siap mental untuk ke Jawa."

"Biasanya itu kita harus siapkan mereka untuk jadi minoritas di Jawa. Ini hal yang penting. Jadi kita edukasi dia bukan cuma teknis taktis saja, tapi kita harus holistik," sambungnya.

Buah Pembinaan PFA

Pembinaan Papua Football Academy, yang berdiri Agustus 2022, sudah terlihat. Dari 40 turnamen yang diikuti, 15 di antaranya berujung gelar juara. PFA juga menjadi runner-up enam kali dan tiga kali menempati peringkat ketiga.

Selain itu, pemain lulusan PFA mulai diserap peserta Elite Pro Academy. Ada juga yang sudah membela timnas Indonesia. Terbaru, ada tiga pemain PFA yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan tim U-16 di Solo, Jawa Tengah, pada 12 September-11 Oktober 2026. Mereka adalah Alfa Sawaki (Nabire), Daniel Febrianto (Merauke), dan Dicky Marani (Jayapura).

"Kita bersyukur sudah ada yang masuk tim nasional usia muda. Artinya kita berlari, bukan berjalan santai. Program ini sangat membantu. Empat tahun ini banyak perubahan terjadi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Berbagai program di dalam negeri dan beberapa kali ke luar negeri sangat membantu perkembangan mereka berada di level tertinggi," ungkap Pelatih Kepala PFA Ardiles Rumbiak.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Harry Kane Dipantau Barcelona, Bayern Munchen Siap Kunci Sang Mesin Gol

Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan