Legenda Ungkap Biang Keladi Manchester United Loyo di Awal 2026/2027

Manchester United sudah tersingkir dari Piala Liga Inggris dan tertahan di papan tengah Liga Inggris pada awal musim ini.

OlehThomas
Diterbitkan 18 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan striker Manchester United, Louis Saha, prihatin dengan nasib Setan Merah di awal musim 2026/2027. Saha menilai persoalan yang sedang dihadapi Setan Merah bukan semata-mata kualitas pemain. Menurutnya, gaya permainan yang diterapkan Michael Carrick menjadi salah satu masalah utama di awal musim 2026/2027.

Manchester United mengawali musim dengan hasil yang belum sesuai harapan. Dalam empat pertandingan Premier League, MU baru mengoleksi satu kemenangan. Situasi semakin sulit setelah mereka tersingkir dari Carabao Cup akibat kalah 2-3 dari Brighton meski sempat unggul dua gol di Old Trafford.

Tekanan terhadap Carrick pun meningkat. Saha menilai sang manajer perlu melakukan perubahan gaya bermain tim, terutama dalam hal kecepatan permainan dan transisi dari bertahan ke menyerang.

"Masalah Manchester United musim ini bukan para pemain," kata Saha seperti dikutip dari Tribal Football.

"Saya tidak melihat adanya dinamika permainan yang dibutuhkan tim ini. Manchester United memerlukan sistem agar bisa memainkan sepak bola yang apik, lengkap dengan pola permainan yang jelas. Menurut saya, gaya bermain mereka saat ini membahayakan posisi Michael Carrick, karena masalahnya bukan terletak pada kualitas pemain," sambung Saha.

Permainan MU Lambat

Menurutnya, MU terlalu sering memainkan bola secara lambat, terutama ketika membangun serangan dari lini tengah. Dua gelandang bertahan dinilai terlalu banyak melakukan operan menyamping sehingga bola tidak segera diarahkan ke depan.

"Pemain seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, bahkan Bruno Fernandes membutuhkan tim yang bermain dengan alur lebih luwes, dan menurut saya rekan-rekan setim mereka belum melakukan hal itu saat ini. Dua gelandang bertahan mereka tampak terlalu nyaman mengalirkan bola secara perlahan dari sisi ke sisi. Cara bermain seperti itu tidak menghasilkan operan ke depan yang mampu menciptakan situasi satu lawan satu."

Akibat transisi permainan yang lambat, MU menyia-nyiakan kemampuan pemain depannya seperti Sesko, Cunha, Mbeumo hingga Marcus Rashford.

"Mereka juga terlalu lambat dalam fase transisi. Siapa pun pemain yang diturunkan dalam situasi seperti ini—entah itu Sesko, Cunha, atau Mbeumo—tidak akan banyak membantu melancarkan serangan jika tidak ada yang berani mengambil risiko dan bergerak maju menekan lawan.

"MU memang menciptakan sejumlah peluang, namun bukan peluang emas yang benar-benar matang. Mereka juga tidak memanfaatkan kecepatan Marcus Rashford untuk menembus pertahanan lawan, sehingga mereka kehilangan dimensi permainan tersebut. Semuanya berjalan terlalu lambat."

Carrick Harus Cerdik

Saha juga menyoroti cara Carrick beradaptasi dengan situasi dimana banyak pemain telat bergabung karena Piala Dunia 2026. Belum lagi bursa transfer yang dinilai kurang bagus bagi MU.

"Benjamin Sesko melewatkan pramusim akibat cedera. Beberapa pemain membutuhkan waktu untuk kembali setelah Piala Dunia. Sejujurnya, menurut saya bursa transfer musim panas lalu bukanlah periode yang bagus bagi Manchester United. Namun, Michael Carrick harus bisa beradaptasi."

Klasemen Liga Inggris

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Juventus Mengamuk di Liga Europa, Bungkam NEC Nijmegen 5-0 di Turin

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan