Mengurai Penyebab Raphinha Tak Masuk Nominasi Ballon d’Or

Raphinha tampil luar biasa bersama Barcelona, tetapi tidak masuk nominasi Ballon d’Or 2026 karena performanya pada musim sebelumnya dan Piala Dunia.

Diterbitkan 22 September 2026, 10:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Raphinha sedang berada dalam performa luar biasa bersama Barcelona, tetapi namanya justru tidak masuk dalam nominasi Ballon d’Or 2026. Hat-trick ke gawang Sevilla membuat pemain Brasil itu sudah mencetak 12 gol dalam tujuh pertandingan awal musim.

Situasi tersebut terasa janggal karena Raphinha tampil seperti kandidat kuat untuk penghargaan individu paling bergengsi di dunia. Namun, penilaian Ballon d’Or 2026 didasarkan pada performa sepanjang musim 2025-26 dan Piala Dunia 2026, bukan penampilan yang baru ia tunjukkan pada awal musim ini.

Raphinha pun mengakui keputusan tersebut terasa tidak adil. Meski demikian, ia tetap memberikan dukungan kepada rekan setimnya, Lamine Yamal, yang masuk dalam daftar kandidat dan dianggap memiliki alasan kuat untuk memenangkan penghargaan tersebut.

Performa Musim Lalu Menjadi Masalah

Raphinha sebenarnya memasuki musim 2025-26 dengan modal luar biasa. Pada musim sebelumnya, ia menghasilkan 60 kontribusi gol dalam 57 pertandingan untuk Barcelona dan bahkan finis di posisi kelima Ballon d’Or.

Namun, performanya kemudian menurun akibat masalah hamstring. Raphinha hanya mencatat 29 kontribusi gol dalam 33 pertandingan serta melewatkan 24 laga bersama klub dan negaranya.

Cedera juga membuatnya tidak tersedia pada sejumlah pertandingan penting. Ia hanya bermain 29 menit dalam El Clasico dan absen saat Barcelona menghadapi Atletico Madrid pada perempat final Liga Champions.

Piala Dunia Membuat Peluang Raphinha Terhambat

Piala Dunia 2026 menjadi faktor penting dalam penentuan Ballon d’Or. Raphinha sebenarnya dipercaya menjadi salah satu pemain utama Brasil setelah produktivitasnya bersama Barcelona, tetapi masalah hamstring kembali menghentikan langkahnya.

Raphinha hanya tampil dalam dua pertandingan pertama Brasil sebelum cedera kambuh saat menghadapi Haiti. Setelah itu, ia harus menepi hingga Brasil tersingkir pada babak 16 besar setelah kalah dari Norwegia.

Kondisi tersebut membuat Raphinha tidak memiliki momen besar di panggung Piala Dunia. Padahal, turnamen tersebut menjadi salah satu faktor yang sangat diperhitungkan dalam pemilihan Ballon d’Or tahun ini.

Raphinha Mendukung Yamal

Absennya Raphinha dari daftar 30 kandidat kemudian memicu reaksi dari sejumlah pihak. Pelatih Sevilla, Luis Garcia, bahkan menilai keputusan tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal setelah melihat aksi Raphinha dalam kemenangan Barcelona.

Raphinha sendiri menganggap keputusan tersebut tidak adil. Namun, ia tetap mendukung Yamal untuk memenangkan Ballon d’Or karena menilai penghargaan tersebut harus mempertimbangkan statistik individu, gelar bersama tim, serta pengaruh pemain di lapangan.

Yamal mencatat 24 gol dan 18 assist dalam 42 pertandingan musim lalu. Ia juga memenangkan La Liga dan Supercopa bersama Barcelona serta menjadi bagian penting dari perjalanan Spanyol di Piala Dunia.

Raphinha kini sedang membangun kembali klaimnya melalui performa luar biasa pada awal musim. Dengan 12 gol dalam tujuh pertandingan, ia berpeluang kembali masuk pembicaraan Ballon d’Or pada edisi berikutnya jika mampu mempertahankan level tersebut.

Sumber: Sports Illustrated

Klasemen

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Highlight Adelia Chantika Aulia di Penyisihan 200 Meter Gaya Bebas Putri Asian Games 2026

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan