10 Cara Mengatasi Jamur Putih pada Tanah Tanaman agar Tidak Muncul Kembali

Cara mengatasi jamur putih pada tanah tanaman dengan mengatur penyiraman, memperbaiki drainase, meningkatkan sirkulasi udara, dan menjaga kebersihan media.

Diterbitkan 11 September 2026, 20:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kemunculan lapisan putih menyerupai bulu halus atau jaring laba-laba di permukaan tanah tanaman pot sering membuat pemilik tanaman khawatir. Untuk mengetahui cara mengatasi jamur putih pada tanah tanaman, pahami bahwa lapisan tersebut umumnya berasal dari jamur yang memanfaatkan bahan organik dalam media tanam. Kondisi ini tidak selalu menandakan tanaman terserang penyakit, tetapi dapat menunjukkan media terlalu lembap.

Jamur di permukaan tanah berkembang ketika tersedia cukup kelembapan dan bahan organik sebagai sumber makanan. Penyiraman berlebihan, sirkulasi udara yang buruk, kurang cahaya, serta drainase yang tidak optimal dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya.

Meski tidak selalu menyerang tanaman secara langsung, kemunculan jamur putih sebaiknya tidak diabaikan. Media yang terus-menerus basah dapat meningkatkan risiko gangguan akar. Karena itu, penting memahami cara mengatasi jamur putih pada tanah tanaman agar media tetap sehat dan tanaman tumbuh dengan baik. Simak penjelasan lengkapnya oleh Liputan6.com, Jumat (11/9/2026).

1. Kurangi Penyiraman untuk Mengatasi Kelembapan

Salah satu langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengurangi frekuensi penyiraman. Tanah yang terus-menerus basah menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur.

Sebelum menyiram kembali, periksa kondisi lapisan atas media tanam. Jika masih terasa lembap, sebaiknya tunda penyiraman hingga permukaannya mulai mengering. Namun, kebutuhan air setiap tanaman berbeda sehingga jangan menggunakan satu patokan untuk semua jenis tanaman.

Hindari pula menyiram berdasarkan jadwal semata. Perhatikan kondisi tanah, jenis tanaman, ukuran pot, dan lingkungan tempat tanaman diletakkan.

2. Buang Lapisan Tanah yang Ditumbuhi Jamur

Jika jamur sudah terlihat jelas di permukaan tanah, lapisan tersebut dapat disingkirkan secara manual. Gunakan sendok kecil atau alat berkebun yang bersih untuk mengambil bagian tanah yang ditumbuhi jamur.

Buang tanah tersebut dan hindari mencampurkannya kembali ke media tanam. Setelah itu, periksa permukaan tanah dan bersihkan daun kering, ranting kecil, atau sisa bahan organik yang menumpuk.

Langkah ini membantu mengurangi sumber makanan jamur sekaligus membuat permukaan media lebih bersih. Jika pertumbuhan jamur hanya berada di lapisan atas, mengganti seluruh media tanam belum tentu diperlukan.

3. Tingkatkan Sirkulasi Udara di Sekitar Tanaman

Sirkulasi udara yang buruk dapat membuat kelembapan bertahan lebih lama di permukaan tanah. Karena itu, pindahkan tanaman ke lokasi dengan aliran udara yang lebih baik.

Hindari meletakkan terlalu banyak pot secara berdekatan. Berikan jarak di antara tanaman agar udara dapat bergerak dengan lebih leluasa.

Jika tanaman berada di dalam ruangan, membuka jendela atau menggunakan kipas untuk membantu pergerakan udara dapat menjadi pilihan. Pastikan aliran udara tidak terlalu kuat hingga merusak tanaman.

4. Berikan Cahaya Sesuai Kebutuhan Tanaman

Kurangnya cahaya dapat membuat media tanam lebih lama mengering. Karena itu, pastikan tanaman mendapatkan pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan spesiesnya.

Tanaman yang membutuhkan cahaya terang sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, tidak semua tanaman membutuhkan sinar matahari langsung. Tanaman yang sensitif terhadap cahaya berlebihan justru dapat mengalami kerusakan jika dipindahkan secara tiba-tiba ke bawah sinar matahari terik.

Jadi, fokus utama bukan sekadar menjemur tanaman, melainkan memberikan intensitas dan durasi cahaya yang sesuai.

5. Periksa Lubang Drainase Pot

Drainase yang buruk merupakan salah satu penyebab media tanam terlalu lama menyimpan air. Periksa bagian bawah pot dan pastikan lubang drainase tidak tersumbat oleh akar, tanah, atau material lainnya.

Setelah menyiram, perhatikan apakah air dapat keluar dengan lancar dari bagian bawah pot. Jika air tertahan terlalu lama, pertimbangkan untuk mengganti pot atau memperbaiki media tanam.

Jangan membiarkan air menggenang di tatakan pot. Buang air yang tersisa setelah penyiraman agar bagian bawah pot tidak terus-menerus berada dalam kondisi basah.

6. Ganti Media Tanam Jika Jamur Terus Muncul

Jika jamur putih terus tumbuh meskipun penyiraman sudah dikurangi dan kondisi lingkungan diperbaiki, media tanam mungkin perlu diganti.

Keluarkan tanaman dengan hati-hati, kemudian singkirkan media lama yang bermasalah. Gunakan media tanam baru yang memiliki drainase dan aerasi baik. Pastikan pula pot dalam kondisi bersih sebelum digunakan kembali.

Tidak semua kasus membutuhkan penggantian seluruh media. Namun, langkah ini dapat dipertimbangkan ketika tanah terlalu padat, sulit mengering, berbau tidak sedap, atau pertumbuhan jamur muncul berulang kali.

7. Bersihkan Daun dan Bahan Organik yang Menumpuk

Jamur dapat memanfaatkan bahan organik yang membusuk sebagai sumber makanan. Daun mati, bunga yang gugur, potongan tanaman, atau sisa bahan organik yang dibiarkan menumpuk di permukaan tanah dapat mempercepat pertumbuhannya.

Karena itu, bersihkan permukaan media secara rutin. Ambil daun atau bagian tanaman yang sudah mati sebelum membusuk. Perawatan sederhana ini tidak hanya membuat pot terlihat lebih rapi, tetapi juga membantu mengurangi bahan yang dapat mendukung pertumbuhan jamur di permukaan tanah.

8. Gunakan Baking Soda atau Kayu Manis dengan Bijak

Beberapa bahan rumahan sering digunakan untuk membantu mengatasi jamur pada media tanam, termasuk baking soda dan kayu manis. Namun, penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati karena bahan tertentu dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu tanaman atau mengubah kondisi media.

Jika ingin mencoba bahan rumahan, jangan menggunakannya secara berlebihan dan hindari langsung mengenai bagian tanaman yang sensitif. Langkah yang lebih penting tetap mengurangi kelembapan, memperbaiki sirkulasi udara, dan membersihkan bagian tanah yang berjamur. Bahan alami sebaiknya dianggap sebagai pelengkap, bukan pengganti perawatan lingkungan tanaman yang tepat.

9. Perhatikan Kondisi Media Tanam

Media tanam yang terlalu padat dapat membuat air sulit mengalir dan udara sulit masuk ke sekitar akar. Kondisi tersebut membuat tanah lebih lama mengering dan meningkatkan kelembapan. Saat mengganti media, pilih campuran yang sesuai dengan jenis tanaman. Beberapa tanaman membutuhkan media yang lebih porous dengan kemampuan drainase yang baik.

Bahan seperti perlit, pumis, atau kulit kayu dapat digunakan dalam campuran tertentu untuk membantu memperbaiki struktur media. Namun, komposisi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang ditanam.

10. Jangan Langsung Menggunakan Fungisida

Kemunculan lapisan putih di permukaan tanah tidak selalu berarti tanaman membutuhkan fungisida. Jika jamur hanya tumbuh di permukaan media dan tanaman terlihat sehat, langkah perawatan lingkungan biasanya menjadi prioritas.

Fungisida sebaiknya digunakan hanya jika memang diperlukan dan sesuai dengan jenis masalah tanaman. Selalu baca label produk dan ikuti petunjuk penggunaan, termasuk dosis serta tanaman yang boleh diberi perlakuan.

Jika tanaman menunjukkan tanda penyakit pada akar, batang, atau daun, masalahnya mungkin berbeda dari jamur permukaan biasa. Dalam kondisi tersebut, identifikasi penyebab terlebih dahulu sebelum memilih produk pengendali.

Jamur Putih Tidak Selalu Berarti Tanaman Sakit

Lapisan putih pada permukaan tanah tanaman memang dapat terlihat mengkhawatirkan, tetapi kemunculannya tidak selalu menandakan tanaman sedang sakit. Jamur permukaan umumnya berkaitan dengan kelembapan dan keberadaan bahan organik di media tanam.

Cara mengatasi jamur putih pada tanah tanaman dapat dimulai dengan mengurangi penyiraman, membuang lapisan tanah yang berjamur, membersihkan bahan organik, memperbaiki sirkulasi udara, serta memastikan drainase pot berjalan dengan baik.

Jika kondisi tersebut terus berulang, periksa kembali media tanam dan lingkungan tempat tanaman berada. Dengan perawatan yang konsisten dan kondisi tumbuh yang sesuai, pertumbuhan jamur dapat dikurangi sekaligus membantu menjaga tanaman tetap sehat.

Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Jamur Putih pada Tanah Tanaman

Apakah jamur putih pada tanah tanaman berbahaya?

Jamur putih di permukaan tanah umumnya tidak langsung membahayakan tanaman. Namun, kemunculannya dapat menjadi tanda media terlalu lembap, kurang sirkulasi udara, atau memiliki drainase yang buruk.

Apa penyebab munculnya jamur putih pada tanah tanaman?

Jamur dapat tumbuh akibat penyiraman berlebihan, kelembapan tinggi, sirkulasi udara yang buruk, kurang cahaya, media tanam terlalu padat, serta penumpukan bahan organik di permukaan tanah.

Bagaimana cara mengatasi jamur putih pada tanah tanaman?

Buang lapisan tanah yang berjamur, kurangi penyiraman, bersihkan bahan organik yang menumpuk, dan tingkatkan sirkulasi udara. Pastikan pot memiliki drainase yang baik agar tanah tidak terlalu lembap.

Bagaimana cara mencegah jamur putih muncul kembali?

Siram tanaman sesuai kebutuhan, gunakan media dengan drainase baik, berikan cahaya yang cukup, dan jangan biarkan air menggenang. Bersihkan daun mati serta beri jarak antartanaman agar udara dapat bersirkulasi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6