Karyawan Micron di Taiwan Bakal Terima Bonus Minimal Rp 941 Juta

Pembagian bonus itu termasuk bagi karyawan Micron di Taiwan yang bergabung sebelum 29 Agustus 2025.

Diterbitkan 11 September 2026, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Micron Technology pada Jumat, (11/9/2026) mengungkapkan karyawannya di Taiwan menerima bonus setara gaji 35 hingga 68 bulan tahun fiskal 2026. Kompensasi tunai minimal sebesar 1,7 juta dolar Taiwan atau US$ 53.809,39. Nilai itu sekitar Rp 941,18 juta (asumsi dolar Taiwan terhadap rupiah 556). Pembagian bonus karyawan itu setelah perusahaan produsen chip asal Amerika Serikat tersebut menikmati tahun yang digambarkan sebagai tahun luar biasa.

Mengutip Channel News Asia, Jumat pekan ini, Micron mengatakan, pembayaran kepada karyawan termasuk operator, teknisi dan insinyur shift merupakan terbesar yang pernah diberikan. Bonus dibagikan kepada lebih dari 60.000 karyawan di seluruh dunia akan menerima imbalan tahun fiskal 2026.

Pengumuman ini muncul setelah serikat pekerja yang mewakili sekitar dua pertiga tenaga kerja Micron di Taiwan mengisyaratkan dukungan luas di kalangan anggota untuk melakukan pemogokan. Pihak serikat pekerja tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Imbalan tersebut mencakup bonus tunai sebesar 1 juta dolar Taiwan atau Rp 555,98 juta (US$ 31.652,58) bagi karyawan di Taiwan yang bergabung sebelum 29 Agustus 2025 untuk tahun fiskal 2026, ungkap perusahaan pembuat memori asal AS tersebut.

Perusahaan menyebutkan, untuk insinyur tingkat pemula, total imbalan rata-rata mencapai 3,4 juta dolar Taiwan atau Rp 1,89 miliar, termasuk kompensasi tunai rata-rata sebesar 2,9 juta dolar Taiwan atau Rp 1,61 miliar, sementara sisanya berupa ekuitas berdasarkan nilai saat pemberian (grant value).

"Setiap karyawan juga akan menerima pemberian ekuitas tahunan," ujar Micron.

 

 

Tak Ada Kesepakatan dengan Serikat Pekerja

Micron mempekerjakan sekitar 15.000 orang di Taiwan, salah satu pusat manufaktur terpentingnya, dan menyatakan telah berinvestasi lebih dari 1,6 triliun dolar Taiwan atau Rp 889,5 triliun di wilayah tersebut.

Perusahaan pembuat memori asal AS itu dan serikat pekerja Taoyuan gagal mencapai kesepakatan dalam pertemuan mediasi pekan lalu, dan putaran mediasi kedua telah dijadwalkan.

Micron berupaya menghindari krisis serupa dengan yang dihadapi pesaingnya asal Korea, Samsung Electronics, pada Mei lalu.

Saat itu, rencana pemogokan selama 18 hari yang melibatkan hingga 48.000 anggota serikat pekerja dibatalkan setelah negosiasi di saat-saat terakhir menghasilkan kesepakatan pembentukan dana bonus khusus senilai 10,5% dari laba operasional divisi cip, dengan ketentuan yang bergantung pada target profitabilitas.

Kala itu, kemungkinan terhentinya operasional produsen cip memori terbesar di dunia tersebut sempat memicu kekhawatiran mengenai pasokan cip serta dampak ekonomi yang lebih luas bagi negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia itu.

Serikat pekerja Micron di Taiwan sebelumnya menyatakan skema pembagian keuntungan di Samsung dan SK Hynix telah memperlebar kesenjangan antara pekerja Micron dan rekan sejawat mereka di Korea Selatan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6