Antam Bangun Pabrik Logam Mulia di Gresik

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membangun pabrik logam mulia dengan kapasitas 30-40 ton per tahun.

Diterbitkan 10 September 2026, 21:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam (ANTM) tengah membangun fasilitas produksi logam mulia dengan kapasitas 30-40 ton per tahun. Pabrik ini akan memperkuat bisnis emas Antam.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira mengatakan pembangunan fasilitas produksi ini bisa jadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan permintaan emas di Indonesia.

"Kami sedang membangun fasilitas, kami sedang mempersiapkan fasilitas manufacturing logam mulia kami di Gresik dengan proyeksi kapasitasnya kurang lebih sekitar 30-40 ton per tahun," kata Arini dalam Pubex Live 2026, Kamis (10/8/2026).

"Peningkatan kapasitas ini kami harapkan dapat membuat kemampuan kami bisa menangkap tren permintaan emas domestik sekarang sangat signifikan sekaligus mempertahankan posisi logam mulia sebagai brand utama kami untuk produk emas investasi pilihan masyarakat Indonesia," dia menambahkan.

Diketahui, Antam mencatatkan produksi emas 18,1 ton sepanjang semester I 2026. Dari sektor bisnis ini, Antam mengantongi pendapatan Rp 50,39 triliun.

Angka ini jadi penopang terbesar dari total pendapatan perseroan sebesar Rp 62,71 triliun dengan laba bersih Rp 6,91 triliun di periode yang sama.

"Kinerja bisnis emas memberikan kontribusi positif bagi ANTAM pada semester I 2026. Ke depan, kami akan terus mencermati dinamika pasar dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis, termasuk melalui penguatan rantai pasok, kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan pasar," jelas dia.

 

Portofolio Bisnis Lain

Meski kuat di bisnis emas, Antam juga tetap menggerakkan bisnis nikelnya. Produksi bijih nikel Antam tercatat sebesar 7,78 juta wet metric ton (wmt) dengan volume penjualan sekitsr 6,77 juta wmt di Semester I-2026.

Antam memperkuat integrasi dari pertambangan bauksit hingga produk alumina. Perudahaan memiliki tambanh bauksit di Tayan dan fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) dengan kapasitas terpasanh 300 ribu ton per tahun.

"Pada saat yang sama, ANTAM terus mengoptimalkan portofolio nikel dan bauksit untuk memperkuat diversifikasi bisnis Perseroan," ucap Arini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6