Dua Karyawan Binance Ditahan di Uni Emirat Arab, Ada Apa?

Dua karyawan Binance tersebut dicegat di bandara Uni Emirat Arab.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua karyawan Binance ditahan di Uni Emirat Arab dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini tengah dilakukan penyelidikan polisi atas kemungkinan kejahatan keuangan di platform mata uang kripto tersebut.

Demikian dilaporkan New York Times (NYT), mengutip empat sumber yang mengetahui masalah tersebut, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dilansir dari Channel News Asia, Jumat, (21/8/2026) laporan tersebut menyebutkan kedua karyawan itu dihentikan di bandara-bandara di Uni Emirat Arab, mengutip dua orang yang mengetahui situasi tersebut. NYT mengatakan belum jelas apa yang sedang diselidiki oleh pihak berwenang di UEA.

Binance mengatakan kepada Reuters, sejumlah kecil karyawannya diminta untuk memberikan pernyataan kepada otoritas UEA sebagai bagian dari penyelidikan rutin terhadap aliran dana pihak ketiga melalui rekening uang klien Binance.

"Para karyawan itu bukan target penyelidikan dan telah dinyatakan tidak bersalah serta dibebaskan,” kata Binance.

"Mata uang kripto dan mekanisme rekening uang klien institusional masih merupakan konsep yang baru berkembang di banyak yurisdiksi; kami bekerja secara konstruktif dengan Kepolisian Dubai dan otoritas di seluruh Emirat lainnya untuk menetapkan prosedur koordinasi yang jelas dan tepat," Binance menambahkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Binance telah menghadapi pengawasan regulasi dan hukum di beberapa wilayah. Pada 2024, otoritas Nigeria sempat mendakwa Binance dan kepala kepatuhan kejahatan keuangan saat itu, Tigran Gambaryan, dengan pencucian uang lebih dari US$ 35 juta atau Rp 621,7 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.760), yang kemudian dibantah oleh Gambaryan dan bursa tersebut.

Binance telah memperoleh lisensi untuk melakukan operasi di Dubai pada 2022.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.