Liputan6.com, Jakarta - Celana pinggang rendah, atau low-rise jeans, kembali mendominasi panggung mode global, menandai kebangkitan estetika Y2K yang kuat di kalangan Generasi Z. Gaya ikonik ini, yang pertama kali diperkenalkan pada pertengahan 90-an dan mencapai puncaknya di awal 2000-an, sempat meredup digantikan oleh tren high-waisted. Namun, kini low-rise kembali sebagai bagian tak terpisahkan dari lemari pakaian modern.
Para ahli industri bahkan memprediksi dekade mendatang akan didominasi oleh celana berpotongan rendah ini, dengan versi ultra-low-rise disebut-sebut sebagai pendorong bisnis utama di sektor denim. Kebangkitan ini bukan sekadar momen nostalgia, melainkan menjadi penanda evolusi tren yang signifikan.
Sejarah dan Evolusi Celana Pinggang Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343892/original/033890700_1788924678-SnapInsta.to_747753074_18633521161037292_8273687682761559257_n.jpg)
Celana jenis low-rise, termasuk low-rise jeans, merupakan celana dengan garis pinggang rendah, yakni berada sekitar 8-10 cm di bawah pusar, yang dipakai di pinggul. Alexander McQueen memperkenalkan celana low-rise pertama kali dalam koleksinya di tahun 1996, yang kala itu disebut "bumsters". Desain ini dirancang untuk menonjolkan bagian bawah tulang belakang sebagai area yang erotis.
Kemudian, desainer seperti Tom Ford untuk Gucci juga menampilkan item low-rise dalam koleksi Spring/Summer 1998. Popularitasnya memuncak di akhir 90-an hingga awal 2000-an, dipakai oleh selebriti seperti Britney Spears, Keira Knightley, Jennifer Lopez, dan Kate Hudson.
Setelah sempat tergantikan oleh skinny jeans dan high-waisted jeans sekitar tahun 2008, low-rise jeans kini kembali dengan potongan yang lebih longgar, siluet santai, dan gaya yang terasa lebih nyaman, berbeda dari versi ultra-ketat di masa lalu.
Advertisement
Kontroversi dan Tantangan di Balik Tren Modern
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343893/original/055448000_1788924678-SnapInsta.to_763433846_18406676287233629_2411488410546509521_n.jpg)
Jess Cartner-Morley dari The Guardian menyuarakan kekhawatirannya terhadap kembalinya low-rise jeans, menyebutnya sebagai "tren Y2K yang paling bejat" dan mengaitkannya dengan era "misogini santai" serta "tramp stamps" atau tato di punggung bawah. Ia berpendapat bahwa gaya low-rise pada awalnya terasa "sengaja cabul dengan cara yang menyenangkan."
Sebuah diskusi di Reddit pada Maret 2025 mengamati bahwa tren ini didukung oleh peningkatan 26% dalam pencarian Google untuk "low rise" sejak Maret 2022, serta dikaitkan dengan perubahan standar kecantikan dan potensi kembalinya estetika "heroin chic" sebagai simbol status tubuh kurus.
Deepwear mempertanyakan apakah tren ini investasi cerdas atau sesaat, mengingat low-rise jeans bisa jadi kurang menyanjung dan sulit ditata bagi konsumen rata-rata. Celana ini berpotensi memperpendek kaki secara visual dan menonjolkan pinggul. Dari sisi manufaktur, celana ini lebih berisiko karena sensitivitasnya terhadap akurasi pola, kesesuaian pinggul, dan ketegangan pinggang, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau masalah eksposur jika tidak pas, serta tingkat pengembalian yang lebih tinggi.
Gelombang Low-Rise di Kalangan Selebriti dan Merek Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343894/original/083842200_1788924678-SnapInsta.to_575293007_18566404120043196_739221276209995444_n.jpg)
Jennie BLACKPINK menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh yang mendorong gelombang Y2K, dengan siluet low-rise menjadi ciri khas penampilannya. Ia sering memadukan bawahan low-rise dengan atasan crop top untuk menonjolkan pinggangnya, menciptakan keseimbangan antara feminitas dan keberanian. Jennie terlihat mengenakan kemeja putih tanpa lengan dengan celana low-rise biru tua saat menuju studio Jimmy Kimmel Live!, menampilkan tampilan Y2K yang throwback.
Selebriti lain yang juga mengadopsi gaya ini termasuk Bella Hadid, Kendall Jenner, Emily Ratajkowski, Dua Lipa, Julia Fox, Kylie Jenner, Hailey Bieber, dan Lila Moss. Addison Rae bahkan berkolaborasi dengan Lucky Brand untuk meluncurkan gaya ultra-low-rise flare.
Amy Williams, CEO Citizens of Humanity Group, menyatakan bahwa dekade mendatang akan "benar-benar didominasi oleh low-rise" dan bahwa ultra-low-rise akan menjadi pendorong bisnis utama di sektor denim pada tahun 2026. Beberapa merek bahkan melaporkan bahwa gaya low-rise mereka telah menggantikan high-rise sebagai potongan terlaris. Reformation, misalnya, mencatat penjualan denim low-rise tumbuh 500% pada tahun 2025 dibandingkan 2024, dengan "Cary low-rise slouchy wide leg jean" menjadi produk terlarisnya.
Sejumlah rumah mode mewah seperti Missoni, Vaquera, Molly Goddard, MSGM, Blumarine, Stella McCartney, dan Isabel Marant juga telah merilis koleksi low-rise jeans. Merek denim dan ritel seperti Gap, Madewell, FRAME, Good American, Levi's, ASOS, Abercrombie, True Religion, dan H&M turut menawarkan berbagai pilihan celana pinggang rendah, menunjukkan penerimaan luas di pasar.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4129424/original/043538400_1660904862-Screenshot_2022-08-19_171744.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346267/original/068579300_1789119196-2042b8b6-f71e-4edd-9c42-cb9377eab965.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346227/original/058841500_1789117445-ati_ampela_geprek_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527875/original/068668400_1773216504-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_15.03.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346219/original/047108100_1789117069-1bb9bbb3-7ce6-485c-a275-ac72cae0c9e5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549699/original/093356800_1775628249-pexels-rdne-8401147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346197/original/040925900_1789115845-4e9fc6b6-d8a0-4a4d-bff1-9b17ce73dcd9.jpg)