Apakah Busui Boleh Minum Es? Intip Fakta Medis dan Tips Amannya

Apakah busui boleh minum es? Simak fakta medis soal air dingin, kualitas ASI, mitos bayi pilek, plus tips aman minum es saat menyusui.

Diterbitkan 11 September 2026, 21:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kamu mungkin sering mendengar larangan minum air dingin begitu mulai menyusui. Pertanyaan apakah busui boleh minum es pun menjadi salah satu kekhawatiran yang paling sering ditanyakan ibu baru.

Kabar baiknya, secara medis minuman dingin tidak sedramatis anggapan turun-temurun yang selama ini beredar. Suhu es yang kamu minum tidak serta-merta berpindah ke ASI maupun ke tubuh bayi.

Mengacu pada Academy of Nutrition and Dietetics, ibu menyusui justru membutuhkan cairan lebih banyak, yaitu sekitar 16 gelas air per hari untuk mengganti cairan tambahan yang dipakai membuat ASI. Jadi, jawaban dari apakah busui boleh minum es lebih berkaitan dengan cara kamu menjaga kecukupan cairan, bukan sekadar dingin atau hangatnya.

Apakah Busui Boleh Minum Es? Ini Jawaban Faktanya

Sebelum menjawab, kenali dulu istilahnya. Busui adalah singkatan populer dari "ibu menyusui", yaitu ibu yang sedang memberikan ASI kepada bayinya, baik langsung dari payudara maupun lewat ASI perah. Jawaban singkat untuk pertanyaan apakah busui boleh minum es adalah boleh, selama kamu dalam kondisi sehat dan minumannya higienis.

Contoh sederhananya, bayangkan air es yang masuk ke tubuh akan segera menyesuaikan diri dengan suhu tubuh di dalam saluran cerna. Organ dalammu tetap hangat, dan ASI yang tersimpan di payudara berada pada suhu inti tubuh, sehingga bayi tetap menerima ASI dalam suhu hangat yang ideal.

Proses pencernaan lebih dulu mengubah makanan dan minuman menjadi nutrisi, jadi suhu fisik es tidak ikut berpindah ke ASI. Sebagaimana dilaporkan TheHealthSite, tidak ada kaitan antara konsumsi cairan dingin dan perubahan komposisi ASI. Artinya, kekhawatiran bahwa ibu menyusui minum es bisa merusak kualitas ASI tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Lalu, kapan kamu perlu berhati-hati? Yang justru penting diperhatikan bukan suhunya, melainkan isi minumannya, seperti kadar gula dan kafein, ditambah faktor kebersihan. Kalau kamu sedang radang tenggorokan, batuk, atau flu, minuman dingin memang bisa terasa kurang nyaman, jadi sesuaikan saja dengan kondisi tubuhmu.

Mitos dan Fakta Seputar Busui Minum Es

Banyak larangan soal busui minum es sebenarnya berakar dari tradisi, bukan bukti medis. Di banyak budaya Asia ada kebiasaan menghangatkan tubuh setelah melahirkan dan menghindari hal-hal yang dianggap dingin, termasuk makanan dingin, minuman dingin, hingga embusan AC. Berikut mitos yang paling sering terdengar beserta faktanya.

1. Mitos: minum es bikin bayi pilek.

  • Faktanya, ibu menyusui yang minum es tidak membuat bayinya pilek. Pilek pada bayi dipicu virus dan menular lewat percikan udara (droplet), bukan lewat ASI yang diminum bayi.

2. Mitos: es menurunkan kualitas ASI.

  • Suhu minuman tidak mengubah komposisi maupun kualitas ASI. Kualitas ASI lebih dipengaruhi oleh pola makan bergizi seimbang.

3. Mitos: es membuat perut bayi kembung.

  • Kembung pada bayi umumnya berkaitan dengan proses pencernaannya sendiri, bukan suhu minuman yang dikonsumsi ibu.

4. Mitos: minuman dingin mengurangi produksi ASI.

  • Produksi ASI bekerja dengan sistem supply and demand yang dipicu hormon prolaktin dan oksitosin saat bayi menyusu, bukan oleh suhu minuman.

5. Mitos: es membuat ASI ikut dingin.

  • ASI selalu keluar pada suhu tubuh, berapa pun suhu minuman yang baru saja kamu konsumsi.

6. Mitos: busui pantang semua yang dingin.

  • Larangan ini bersifat tradisi; tidak ada alasan medis yang mengharuskan ibu menyusui menghindari es sepenuhnya.

 

Menjaga Cairan Tubuh Lebih Penting daripada Suhu Es

Menyusui menguras cairan karena ASI sebagian besar terdiri dari air, yaitu sekitar 88 persen. Wajar bila kamu merasa lebih cepat haus setiap kali menyusui, dan di sinilah minuman dingin justru bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.

Pentingnya air bahkan sudah ditekankan sejak masa kehamilan. Carla Ornelas, ahli diet terdaftar, dikutip dari WebMD menyatakan, "Air adalah semacam penghubung kehidupan antara ibu dan bayi di dalam kandungan."

Kebutuhan cairan yang tinggi ini bukan berarti kamu harus minum sebanyak-banyaknya. Produksi ASI bersifat demand-driven, sehingga minum air berlebihan tidak otomatis melipatgandakan ASI, dan dalam kasus yang jarang, kelebihan cairan atau hiponatremia bahkan bisa menurunkan kadar natrium darah.

Cara praktisnya, minumlah sesuai rasa haus dan cek warna urine, karena kuning pekat menandakan kamu perlu menambah cairan. Tips sederhana yang mudah diterapkan, biasakan minum satu gelas air setiap kali kamu selesai menyusui. Kebiasaan ini otomatis membantu kamu mendekati target cairan harian tanpa perlu menghitung rumit.

Perhatikan Isi Minuman Dingin, Bukan Hanya Suhunya

Kalau ada yang benar-benar perlu kamu cermati dari segelas es, jawabannya adalah kandungan di dalamnya. Gula berlebih dan kafein jauh lebih berpengaruh dibandingkan seberapa banyak es batu di gelasmu.

Kafein adalah contoh paling nyata. Sebagaimana dikutip dari Healthline, hanya sekitar 1 persen kafein yang kamu konsumsi yang benar-benar berpindah ke ASI, dan kadarnya memuncak sekitar 1-2 jam setelah diminum. Berdasarkan panduan CDC, kafein 300 mg atau kurang per hari umumnya masih dianggap aman selama menyusui, setara sekitar dua hingga tiga cangkir kopi.

Meski tergolong aman, sebagian bayi lebih sensitif. Konsumsi kafein tinggi dikaitkan dengan bayi yang rewel, gelisah, dan sulit tidur, terutama bayi di bawah enam bulan yang lebih lambat memecah kafein. Merujuk laporan La Leche League, konsumsi lebih dari 450 mg kafein dalam sehari juga dikaitkan dengan kadar zat besi yang lebih rendah dalam ASI.

Supaya lebih mudah, ini beberapa sumber kafein yang sering luput saat kamu memilih minuman dingin:

1. Es kopi.

Secangkir kopi 240 ml mengandung sekitar 96 mg kafein.

2. Es teh.

Teh hitam mengandung sekitar 47 mg dan teh hijau sekitar 28 mg per cangkir.

3. Soda jenis cola dan minuman energi dingin.

Soda dan jenis cola yang biasanya juga mengandung tinggi gula tambahan sehingga meningkatkan resiko kesehatan.

4. Es cokelat.

Karena cokelat mengandung kafein alami.

 

Tips Aman Minum Es Selama Menyusui

Sekarang kamu sudah tahu bahwa ibu menyusui minum es itu boleh. Supaya tetap aman dan nyaman, ikuti langkah-langkah praktis berikut.

1. Utamakan kebersihan.

  • Kalau sempat, buat es sendiri di rumah dari air matang yang bersih untuk menghindari kontaminasi.

2. Hindari es yang tidak terjamin.

  • Batasi membeli es atau minuman dingin di tempat yang kebersihannya diragukan.

3. Batasi gula.

  • Kurangi tambahan gula agar minuman tidak menyumbang kalori kosong.

4. Batasi kafein.

  • Jaga total kafein harian di bawah 300 mg, lalu amati reaksi bayi setelah menyusu.

5. Pilih versi yang lebih sehat.

  • Kreasikan minuman dingin menjadi air kelapa murni, infused water, atau jus buah tanpa gula tambahan. Air kelapa bisa jadi rekomendasi, karena dikenal kaya elektrolit alami seperti kalium.

6. Sesuaikan dengan kondisi tubuh.

  • Jika sedang radang tenggorokan atau flu, tunda dulu minuman dingin sampai kamu merasa lebih baik.

7. Tetap cukup air putih.

  • Jadikan air putih sebagai minuman utama, dan posisikan es sebagai variasi penyegar. Agar makin mudah memilih, berikut panduan singkat jenis minuman dingin untuk busui.

           

Pilihan Minuman Dingin Anjuran Catatan Praktis
Air putih dingin atau es batu bersih Sangat dianjurkan Pilihan utama untuk hidrasi tanpa kalori.
Air kelapa murni Dianjurkan Kaya elektrolit alami seperti kalium.
Infused water atau jus buah tanpa gula tambahan Boleh Segar dan menambah asupan cairan.
Es teh manis Batasi Perhatikan kadar gula dan kafeinnya.
Es kopi Batasi Jaga total kafein di bawah 300 mg per hari.
Soda dingin atau minuman energi Hindari Tinggi gula dan kafein, minim manfaat.

Intinya, kamu tidak perlu lagi ragu menikmati segelas es di tengah lelahnya menyusui, asalkan tetap memperhatikan kebersihan, kadar gula, dan kafeinnya. Dengarkan tubuhmu dan perhatikan respons bayi, karena kenyamananmu sebagai ibu turut menjaga kelancaran pemberian ASI.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Busui Minum Es

Apakah busui minum es benar-benar bikin bayi pilek?

Tidak. Pilek pada bayi dipicu infeksi virus yang menular lewat percikan udara dari orang di sekitarnya, bukan dari suhu minuman yang diminum ibunya. Jika kamu sendiri sedang pilek, yang perlu diwaspadai adalah penularan lewat kontak dekat, bukan lewat ASI.

Berapa banyak cairan yang sebaiknya diminum busui setiap hari?

Sebagai gambaran, ibu menyusui dianjurkan memenuhi sekitar 16 gelas atau kurang lebih 3,8 liter cairan per hari, yang bisa berasal dari air putih, kuah, buah, maupun minuman lain. Cara termudah adalah minum satu gelas setiap kali selesai menyusui sambil menyesuaikannya dengan rasa haus.

Bolehkah busui minum es kopi atau minuman berkafein dingin? 

Boleh, asalkan jumlahnya terkontrol. Sebagaimana diungkapkan American Academy of Pediatrics, konsumsi kafein dalam jumlah kecil masih aman saat menyusui, dengan batas yang umum disarankan di bawah 300 mg per hari. Perhatikan pula reaksi bayi, karena sebagian bayi lebih sensitif terhadap kafein.