Liputan6.com, Jakarta - Belajar bahasa asing bisa menjadi kegiatan mengasyikan untuk melatih kemampuan kognitif otak. Aktivitas ini juga sering dikaji dalam penelitian dan ditemukan fakta bahwa bisa meningkatkan sisi awet muda bagi siapapun yang mempelajarinya.
Proses pembelajaran bisa dengan mudah dimulai meski dari rumah, tanpa kursus atau jadwal belajar yang panjang. Kunci utamanya adalah menyediakan waktu luang dan memilih cara belajar yang sesuai kemampuan agar kebiasaan tersebut bisa dipertahankan.
Lantas, bagaimana cara belajar bahasa asing agar tidak terasa sebagai beban dan bisa membuat kita awet muda? Berikut Liputan6 hadirkan informasi selengkapnya, Jumat (11/9).
Advertisement
1. Mengapa Belajar Bahasa Asing Berkaitan dengan Otak?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4730769/original/099358700_1706668843-english-book-with-glasses-table.jpg)
Belajar bahasa asing membuat seseorang menggunakan ingatan untuk menyimpan kata dan memahami maksud percakapan. Kegiatan ini juga mengajak kita memilih kata yang sesuai ketika berbicara. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan berpikir.
Penelitian Thomas H. Bak dan rekan-rekannya dari University of Edinburgh tentang "Does bilingualism influence cognitive aging?", mengamati 853 orang yang menjalani tes kemampuan berpikir sejak usia 11 tahun dan kembali menjalani tes pada usia dewasa. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang menggunakan dua bahasa memiliki hasil tes yang lebih baik daripada perkiraan berdasarkan kemampuan masa kecil mereka.
Temuan itu memberi alasan untuk memandang belajar bahasa asing sebagai kegiatan yang layak dilakukan pada usia berapa pun. Namun, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa belajar bahasa secara langsung membuat otak awet muda. Hasil penelitian juga perlu dipahami bersama faktor lain, seperti pendidikan dan kebiasaan hidup.
Advertisement
2. Mulai dari Bahasa yang Sering Ditemui
Bahasa Inggris bisa menjadi pilihan bagi pembaca yang sering menemukan kata tersebut dalam pekerjaan, internet, atau perjalanan. Bahasa Jepang, Korea, Mandarin, dan bahasa lain juga bisa dipilih sesuai kebutuhan. Tidak ada kewajiban untuk memulai dari bahasa yang sedang dipelajari orang lain.
Tentukan tujuan yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Misalnya, belajar memperkenalkan diri, memesan makanan, atau memahami percakapan ketika bepergian. Tujuan ini membantu memilih kata yang perlu dipelajari sehingga waktu tidak habis untuk menghafal hal yang belum diperlukan.
Sediakan waktu sekitar 10–15 menit setiap hari. Durasi tersebut merupakan contoh jadwal, bukan ketentuan penelitian. Yang perlu dijaga adalah kesempatan untuk belajar dan mengulang kata. Jika satu hari terlewat, lanjutkan kembali pada hari berikutnya tanpa harus mengulang seluruh materi.
3. Hafalkan Lima Kata Baru Setiap Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4731153/original/073204800_1706689047-english-book-resting-table-working-space.jpg)
Mulailah dengan lima kata yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari. Kata untuk makan, minum, tidur, bekerja, dan bepergian bisa menjadi pilihan. Catat arti serta contoh kalimatnya agar kata tersebut tidak dipelajari sebagai daftar yang terpisah dari penggunaannya.
Setelah membaca kata, tutup catatan dan coba menyebutkan artinya. Cara ini memberi kesempatan untuk mengingat tanpa melihat jawaban. Jika ada kata yang lupa, buka kembali catatan dan ulangi. Tidak perlu memaksakan diri menghafal seluruh kata dalam satu waktu.
Gunakan kata yang sudah dipelajari ketika menulis pesan atau membuat catatan kegiatan. Misalnya, tulis daftar belanja dengan beberapa kata dari bahasa yang sedang dipelajari. Kebiasaan ini membantu menghubungkan kata dengan kegiatan yang sudah dikenal.
Advertisement
4. Dengarkan Percakapan dan Ulangi
Pilih rekaman percakapan pendek yang sesuai dengan kemampuan. Dengarkan satu kalimat, lalu hentikan rekaman untuk mengulanginya. Tidak masalah jika pengucapan belum sama dengan penutur asli. Kegiatan ini memberi kesempatan untuk mengenali kata melalui suara.
Ulangi percakapan yang sama selama beberapa hari sebelum berpindah ke materi lain. Dengan begitu, kata yang sebelumnya sulit dikenali bisa kembali didengar. Pilih rekaman dengan topik yang sudah dikenal agar perhatian bisa diarahkan pada bahasa.
Jika memungkinkan, ajak teman atau anggota keluarga berlatih selama beberapa menit. Buat percakapan dengan pertanyaan dan jawaban yang sudah dipelajari. Latihan ini memberi kesempatan menggunakan kata tanpa harus menunggu sampai merasa mampu berbicara panjang.
5. Hapalkan Bacaan Bahasa Asing yang Sering Ditemui Lalu Catat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3944193/original/035457900_1645673913-woman-teaching-kids-english-class-online_23-2148962950.jpg)
Bacalah teks pendek dalam bahasa yang dipilih. Menu makanan, petunjuk perjalanan, atau cerita sederhana bisa menjadi bahan latihan. Tandai beberapa kata yang belum dipahami, lalu cari artinya setelah selesai membaca satu bagian.
Tulis dua atau tiga kalimat tentang kegiatan hari itu. Misalnya, catat apa yang dimakan, tempat yang dikunjungi, atau rencana esok hari. Gunakan kata yang sudah dipelajari terlebih dahulu, kemudian tambahkan kata baru jika diperlukan.
Simpan catatan untuk dibaca kembali pada akhir pekan. Periksa kata yang masih diingat dan kata yang perlu dipelajari ulang. Cara ini membantu melihat perkembangan belajar dari waktu ke waktu tanpa menjadikan jumlah kata sebagai ukuran keberhasilan satu-satunya.
Advertisement
6. Latihan Bahasa Asing Bisa Dimulai pada Usia Dewasa
Usia bukan alasan untuk menunda belajar bahasa asing. Penelitian Bak dan rekan-rekannya menemukan hubungan antara penggunaan dua bahasa dan hasil tes kemampuan berpikir pada usia lanjut, termasuk pada peserta yang mempelajari bahasa kedua setelah dewasa.
Meski demikian, hasil penelitian tidak berarti setiap orang yang belajar bahasa akan mengalami manfaat yang sama. Penelitian lain pada orang dewasa berusia 59–86 tahun menemukan hubungan antara jumlah bahasa yang dipelajari dan hasil tes kemampuan berpikir, tetapi peneliti menyebut perlunya penelitian jangka panjang untuk memahami hubungan tersebut.
Karena itu, pilih cara belajar yang sesuai dengan waktu dan kebutuhan. Seseorang yang baru mulai bisa mempelajari beberapa kata, sedangkan orang yang sudah memiliki dasar bisa berlatih percakapan. Keduanya tetap merupakan kegiatan belajar yang memberi kesempatan untuk menggunakan bahasa.
7. Jadikan Belajar Bahasa Asing sebagai Kebiasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5093189/original/081254000_1736831258-1736828748550_cara-belajar-bahasa-inggris-dari-nol.jpg)
Buat jadwal yang bisa dijalankan dalam kegiatan sehari-hari. Pagi hari bisa digunakan untuk membaca kata, siang untuk mendengarkan percakapan, dan malam untuk menulis catatan. Pembagian ini merupakan contoh, sehingga waktu belajar bisa disesuaikan dengan pekerjaan dan keluarga.
Gunakan satu buku catatan atau aplikasi untuk menyimpan materi. Catat tanggal belajar dan kata yang sudah dipelajari. Jika menggunakan aplikasi, pilih yang memiliki latihan mendengarkan, membaca, atau berbicara sesuai kebutuhan.
Belajar bahasa asing bukan perlombaan untuk menguasai banyak kata dalam waktu singkat. Kegiatan ini bisa menjadi bagian dari rutinitas yang memberi kesempatan untuk belajar hal baru dan berkomunikasi dengan orang lain. Mulailah dari satu kata, lalu lanjutkan dengan latihan yang bisa dilakukan pada hari berikutnya.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Belajar Bahasa Asing Bisa Bikin Otak Awet Muda
1. Apakah belajar bahasa asing bisa membuat otak awet muda?
Penelitian menemukan hubungan antara penggunaan dua bahasa dan kemampuan berpikir pada usia lanjut. Namun, belajar bahasa asing belum terbukti secara langsung mencegah penuaan otak atau demensia.
2. Apakah belajar bahasa asing bisa dimulai saat usia 40 tahun?
Bisa. Penelitian Bak dan rekan-rekannya menunjukkan hubungan antara penggunaan dua bahasa dan kemampuan berpikir pada orang yang mempelajari bahasa kedua setelah dewasa.
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar bahasa asing?
Tidak ada durasi yang berlaku untuk semua orang. Mulailah dengan 10–15 menit per hari, kemudian sesuaikan dengan tujuan, waktu, dan kemampuan.
4. Apa bahasa asing yang mudah dipelajari pemula?
Pilih bahasa yang sering ditemui dan sesuai kebutuhan. Bahasa Inggris bisa menjadi pilihan bagi orang yang sering menggunakan internet atau bekerja dengan penutur bahasa Inggris.
5. Apakah menghafal kata bisa membantu daya ingat?
Menghafal kata memberi kesempatan untuk mengingat informasi. Namun, kemampuan daya ingat dipengaruhi banyak hal, sehingga latihan bahasa tidak bisa dijadikan satu-satunya cara untuk menjaganya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366231/original/062082800_1759221040-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_12.33.26_941d1ac8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5036100/original/053632700_1733375615-Kehamilan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345920/original/003389800_1789099395-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-11T110309.027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3179113/original/096335200_1594705555-student-attractive-girl-by-table_144627-7994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341034/original/092276200_1788575407-MaySari_Binaan_BRI_15.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288223/original/050044400_1783308091-14U7q8mZyYaD5yrkn5YAbLntMyToGEAHS1lgLP0r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288245/original/038431100_1783308118-QDDKbKUUbIIsW2u0dKuqc76VL5eVcXHGajqQnXHO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288248/original/036184300_1783308123-1hW8TynHvKGPxEghEtRjJVqlxD2vv6o0r4TBvwbw.jpg)