Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui cara menanam buncis di pot bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin memanen sayuran sendiri meski tidak memiliki lahan kebun yang luas. Buncis termasuk sayuran yang relatif mudah ditanam dan tersedia dalam tipe tanaman pendek maupun merambat. Dengan pemilihan pot, media tanam, lokasi, serta penyiraman yang tepat, teras atau halaman kecil pun dapat dimanfaatkan menjadi kebun sayur produktif.
Menanam buncis dalam pot juga membuat tanaman lebih mudah dipantau. Kondisi media tanam, kebutuhan air, pertumbuhan daun, hingga kemunculan bunga dapat diperiksa tanpa harus mengolah tanah dalam area yang luas. Pot bahkan bisa dipindahkan apabila tanaman mendapatkan kondisi lingkungan yang kurang sesuai.
Namun, buncis tetap membutuhkan beberapa kondisi penting agar pertumbuhannya tidak hanya menghasilkan daun, tetapi juga bunga dan polong. Cahaya yang cukup, media dengan drainase baik, kelembapan yang terjaga, dan pemanenan secara rutin menjadi bagian penting dari perawatannya. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (11/9/2026).
Advertisement
Pilih Jenis Buncis yang Sesuai untuk Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540346/original/030197200_1774710860-IMG-20260328-WA0025.jpg)
Langkah pertama dalam cara menanam buncis di pot adalah menentukan varietas berdasarkan ukuran ruang yang tersedia. Secara umum, buncis dapat dibedakan menjadi tipe kerdil atau dwarf dan tipe merambat atau climbing. Menurut Royal Horticultural Society (RHS), buncis tipe dwarf dapat tumbuh hingga sekitar 45 cm sehingga cocok untuk ruang terbatas dan wadah, sedangkan tipe climbing dapat mencapai sekitar 2 meter dan membutuhkan penyangga untuk merambat.
Untuk halaman sempit, buncis tipe dwarf lebih praktis karena tidak membutuhkan struktur rambatan tinggi. Tanamannya juga relatif cepat memasuki masa panen, meskipun periode produksinya lebih singkat. Karena itu, RHS menyarankan penanaman berulang untuk tipe dwarf agar hasil panen dapat berlangsung lebih lama.
Sementara itu, buncis merambat bisa menjadi pilihan menarik jika Anda memiliki ruang vertikal. Tanaman dapat diarahkan naik menggunakan ajir bambu, teralis, jaring, atau struktur berbentuk wigwam. Keuntungannya, pertumbuhan vertikal memungkinkan tanaman menghasilkan cukup banyak polong tanpa memakan banyak ruang secara horizontal.
Siapkan Pot dan Media Tanam
Ukuran wadah perlu disesuaikan dengan jenis buncis. Untuk buncis tipe dwarf, RHS merekomendasikan wadah dengan lebar sekitar 30–45 cm. Sementara untuk tipe climbing, gunakan wadah yang jauh lebih besar, setidaknya sekitar 75 cm lebar dan 45 cm dalam. Wadah untuk buncis merambat juga sebaiknya cukup berat agar tidak mudah roboh ketika tanaman semakin besar dan penyangganya tertiup angin.
Pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawah. Media yang terus-menerus tergenang dapat mengganggu kondisi akar dan meningkatkan risiko masalah akibat kelembapan berlebihan. Gardening Know How juga menekankan bahwa wadah untuk buncis harus memiliki beberapa lubang drainase yang tidak tersumbat agar kelebihan air dapat keluar.
Untuk media tanam, gunakan campuran yang gembur dan mampu menahan kelembapan sekaligus tetap mengalirkan kelebihan air. RHS menyarankan media serbaguna bebas gambut atau media berbasis lempung untuk penanaman buncis dalam wadah.
Kompos atau pupuk kandang yang sudah matang juga dapat dicampurkan untuk menambah bahan organik. Epic Gardening menyebut buncis menyukai media tanam dengan kondisi agak asam hingga netral dan merekomendasikan media pot yang memiliki tekstur lempung dengan tambahan kompos atau pupuk kandang matang.
Hindari menggunakan tanah kebun yang terlalu padat sebagai satu-satunya media di dalam pot. Media yang terlalu berat dapat membuat air sulit mengalir dan akar kekurangan ruang untuk berkembang. Sebaliknya, media yang gembur akan membantu akar mendapatkan air dan udara secara lebih seimbang.
Advertisement
Pilih Lokasi yang Hangat dan Mendapat Cahaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345480/original/031616400_1789034345-be308496-bc36-41bd-8409-17a25780d3cd.jpg)
Setelah pot siap, tempatkan buncis di lokasi yang hangat dan mendapatkan cahaya matahari. Buncis termasuk tanaman musim hangat dan membutuhkan cahaya yang cukup untuk menghasilkan panen. RHS merekomendasikan lokasi yang hangat, cerah, dan terlindung, sedangkan Epic Gardening mencatat bahwa kekurangan cahaya dapat mengurangi hasil panen.
Untuk kondisi ruang yang sangat terbatas, lokasi dengan sinar matahari pagi dapat menjadi pilihan yang baik. Epic Gardening menyebut sekitar empat hingga lima jam sinar matahari langsung pada pagi hari sebagai kondisi ideal, karena cahaya pagi memberikan manfaat pencahayaan tanpa panas sore yang terlalu keras.
Di iklim panas, perhatikan kondisi tanaman ketika matahari siang dan sore terasa sangat terik. Daun yang terlihat layu atau terbakar dapat menjadi tanda bahwa tanaman membutuhkan perlindungan dari panas berlebihan. Karena pot lebih cepat mengalami perubahan suhu dan kelembapan dibandingkan tanah langsung, posisi wadah perlu dipilih dengan cermat.
Tanam Benih Buncis Langsung di Pot
Buncis umumnya lebih mudah ditanam langsung dari benih di wadah akhir. Tunggu sampai kondisi cuaca cukup hangat, kemudian buat lubang tanam sedalam sekitar 5 cm. RHS menggunakan kedalaman 5 cm untuk penyemaian buncis Prancis, sementara Epic Gardening menyarankan sekitar 2,5 cm untuk green beans dalam wadah. Perbedaan kedalaman ini menunjukkan bahwa varietas dan panduan budidaya dapat memiliki rekomendasi berbeda, sehingga petunjuk pada kemasan benih tetap perlu diperhatikan.
Untuk buncis tipe dwarf, RHS menyarankan jarak sekitar 15 cm antartanaman ketika ditanam dalam wadah. Sementara untuk tipe climbing, benih dapat ditanam di sekitar pangkal penyangga, dengan dua benih pada setiap titik tanam untuk mengantisipasi apabila salah satunya tidak tumbuh. Setelah tanaman muncul, pilih bibit yang paling kuat.
Setelah benih ditanam, siram media secara perlahan hingga lembap. Jangan menyiram dengan tekanan terlalu kuat karena benih dapat bergeser dari tempatnya. Selama masa perkecambahan, jaga media tetap lembap tetapi tidak becek.
Beri Penyangga pada Buncis Merambat
Jika memilih varietas climbing, penyangga sebaiknya sudah dipasang sebelum benih ditanam. Langkah ini membuat Anda tidak perlu menusukkan ajir atau memasang struktur berat setelah akar mulai berkembang.
RHS merekomendasikan berbagai bentuk penyangga, seperti rangka A, rangka X, wigwam dari bambu, teralis, maupun jaring. Untuk pot, bentuk wigwam dari beberapa batang bambu dapat menjadi pilihan sederhana karena struktur tersebut sekaligus memberikan banyak titik untuk tanaman melilit.
Ketika sulur mulai memanjang, arahkan tanaman menuju penyangga. Jika batang mudah terlepas, ikat secara longgar menggunakan tali agar tidak menghambat pertumbuhan. Pada lokasi yang berangin, periksa penyangga secara berkala karena tanaman yang semakin rimbun dapat membuat pot menjadi lebih mudah kehilangan keseimbangan. RHS juga menyarankan mengikat kembali tunas yang terlepas dari ajir dan memangkas pertumbuhan berlebih ketika tanaman sudah mencapai bagian atas penyangga.
Rawat dengan Penyiraman dan Pemupukan yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7005564/original/044766400_1779776898-Kombinasi_Cabai_Besar_dan_Buncis__Panen_Melimpah_dari_Satu_Ember.jpeg)
Penyiraman menjadi salah satu bagian terpenting dalam cara menanam buncis di pot. Tanaman buncis membutuhkan air secara teratur, terutama ketika mulai berbunga dan membentuk polong. Kondisi ini semakin penting pada tanaman dalam pot karena media di dalam wadah cenderung lebih cepat kehilangan air.
Periksa permukaan media secara rutin. Jangan membiarkan media benar-benar kering dalam waktu lama, tetapi hindari pula penyiraman berlebihan. Epic Gardening menyarankan menjaga kelembapan selama proses perkecambahan dan memastikan air dapat mengalir keluar melalui lubang drainase.
Lapisan tipis kompos matang di permukaan media juga dapat membantu mempertahankan kelembapan. RHS menyebut pemberian kompos atau pupuk kandang matang sebagai mulsa dapat membantu menahan air dan mengurangi kebutuhan penyiraman.
Untuk pemupukan, jangan berlebihan memberikan pupuk nitrogen. Buncis termasuk kelompok legum yang mampu mengikat nitrogen melalui bintil akar sehingga kebutuhan nitrogen tambahannya relatif rendah. Epic Gardening menyebut tambahan kalium dapat dibutuhkan pada pertengahan musim dan merekomendasikan pupuk rendah nitrogen apabila tanaman memang memerlukannya.
Khusus tanaman yang ditanam dalam wadah, RHS menyarankan pemberian pupuk cair tinggi kalium setiap dua minggu setelah bunga pertama muncul.
Pantau Hama dan Kondisi Daun
Tanaman buncis relatif mudah dirawat, tetapi tetap perlu diperiksa secara rutin. Perhatikan bagian bawah daun dan pucuk muda karena beberapa hama dapat bersembunyi di sana. Epic Gardening menyebut kutu daun, leafhopper, whitefly, thrips, dan kumbang daun sebagai beberapa hama yang dapat menyerang buncis.
Pemeriksaan rutin membantu masalah diketahui sebelum berkembang menjadi serangan berat. Daun yang berlubang, pertumbuhan pucuk yang terganggu, atau keberadaan serangga kecil dapat menjadi tanda awal yang perlu segera ditangani.
Jaga pula sirkulasi udara di antara tanaman. Tanaman yang terlalu rapat dan media yang terlalu basah dapat menciptakan kondisi yang kurang baik bagi kesehatan tanaman. Epic Gardening secara khusus menyarankan penjarangan untuk meningkatkan sirkulasi udara serta memastikan media tidak terus-menerus basah.
Panen Buncis Secara Rutin
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membiarkan polong terlalu lama di tanaman. Buncis justru sebaiknya dipanen ketika polong masih muda dan renyah. Menurut RHS, polong buncis Prancis dapat dipanen ketika panjangnya sekitar 15–20 cm dan mudah dipatahkan, sebelum biji di dalamnya terlihat jelas dari luar.
Periksa tanaman setiap beberapa hari ketika produksi mulai meningkat. Polong yang tersembunyi di antara daun bisa saja terlewat jika tanaman terlalu rimbun. Segera petik polong yang sudah siap agar tanaman terdorong membentuk polong baru.
RHS menekankan bahwa pemanenan secara teratur dapat merangsang tanaman untuk terus menghasilkan polong. Pada buncis tipe dwarf, masa panen berlangsung selama beberapa minggu, sedangkan tipe climbing dapat berproduksi lebih lama jika dipanen secara rutin.
Dengan demikian, keberhasilan menanam buncis dalam pot bukan hanya ditentukan oleh seberapa baik benih tumbuh. Perawatan setelah tanaman besar, terutama pengaturan air, pemberian nutrisi secukupnya, pengendalian hama, dan kebiasaan memanen tepat waktu, turut menentukan banyaknya buncis yang dapat dinikmati dari satu pot.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Menanam Buncis di Pot
1. Apakah buncis bisa ditanam di pot kecil?
Bisa, terutama untuk varietas dwarf atau buncis pendek. RHS merekomendasikan wadah sekitar 30–45 cm untuk buncis tipe dwarf. Untuk varietas merambat, gunakan wadah yang lebih besar, setidaknya sekitar 75 cm lebar dan 45 cm dalam, serta lengkapi dengan penyangga yang kokoh.
2. Berapa lama buncis bisa dipanen setelah ditanam?
Waktunya tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. RHS menyebut buncis dwarf dapat mulai menghasilkan dalam sekitar delapan hingga sepuluh minggu, sedangkan varietas merambat membutuhkan waktu lebih lama tetapi dapat berproduksi lebih panjang.
3. Apakah buncis membutuhkan banyak sinar matahari?
Buncis membutuhkan lokasi yang cerah agar pertumbuhan dan produksinya baik. Namun, di daerah yang sangat panas, perlindungan dari panas sore dapat membantu mencegah tanaman mengalami stres panas. Cahaya pagi dapat menjadi pilihan yang baik untuk tanaman dalam pot.
4. Seberapa sering buncis dalam pot harus disiram?
Buncis perlu disiram secara teratur, terutama saat cuaca kering dan ketika tanaman mulai berbunga serta membentuk polong. Pot cenderung lebih cepat kering sehingga kelembapan media perlu diperiksa lebih sering. Pastikan air tidak menggenang dan lubang drainase tidak tersumbat.
5. Kapan waktu terbaik memanen buncis?
Panen ketika polong masih muda, panjangnya sudah cukup, tetapi biji di dalamnya belum tampak menonjol. RHS merekomendasikan pemetikan polong sekitar 15–20 cm untuk buncis Prancis dan menekankan pentingnya panen rutin agar tanaman terus menghasilkan polong baru.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366231/original/062082800_1759221040-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_12.33.26_941d1ac8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346296/original/051391300_1789121479-Untitled.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346227/original/058841500_1789117445-ati_ampela_geprek_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346309/original/023059000_1789122053-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346280/original/017702300_1789119644-87331__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346346/original/066871000_1789126490-653bb669-96ae-406a-a7c4-6723f597813e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346219/original/047108100_1789117069-1bb9bbb3-7ce6-485c-a275-ac72cae0c9e5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307617/original/015412400_1785051209-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346240/original/031578700_1789117791-resep_macaroni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346197/original/040925900_1789115845-4e9fc6b6-d8a0-4a4d-bff1-9b17ce73dcd9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338470/original/074152700_1788330083-01M1E837DFR2Y9MWD6K76H5GR3.jpg)