Liputan6.com, Jakarta - Bambu rezeki atau lucky bamboo merupakan tanaman hias yang cukup populer karena bentuknya menarik dan perawatannya relatif sederhana. Meski sering disebut bambu, tanaman ini sebenarnya bukan bambu sejati, melainkan Dracaena sanderiana yang dapat ditanam di media tanah maupun air.
Perawatan yang tepat tetap diperlukan agar akar dan batangnya tidak mengalami pembusukan. Kondisi air yang tidak terjaga, media yang terlalu basah, serta paparan cahaya yang kurang sesuai dapat membuat tanaman lebih mudah mengalami masalah.
Berikut cara merawat bambu rezeki agar tidak busuk, dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (11/9).
Advertisement
1. Letakkan Bambu Rezeki di Tempat dengan Cahaya Tidak Langsung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346248/original/045628300_1789118423-1.jpeg)
Bambu rezeki sebaiknya ditempatkan di area yang mendapatkan cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung. Kondisi ini sesuai untuk pertumbuhan Dracaena sanderiana, terutama ketika tanaman dirawat di dalam ruangan.
Paparan sinar matahari langsung, terutama dalam waktu lama, dapat membuat daun mengalami kerusakan dan berubah kecokelatan. Karena itu, area dekat jendela yang terang tetapi terlindung dari sinar matahari langsung dapat menjadi pilihan.
Hindari pula menempatkan tanaman di sudut ruangan yang sangat gelap. Meskipun bambu rezeki cukup toleran terhadap berbagai kondisi, pencahayaan yang sesuai tetap diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Advertisement
2. Ganti Air Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346249/original/051857000_1789118423-7d714bdc-6ee5-4967-bbb7-7a143a50dcc2.jpeg)
Bambu rezeki yang ditanam di air perlu mendapatkan air yang bersih agar kondisi di sekitar akar tetap baik. Air yang sudah keruh atau kotor sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama karena dapat membuat lingkungan akar menjadi kurang ideal.
Saat mengganti air, keluarkan tanaman dengan hati-hati, lalu buang seluruh air lama dari wadah. Bersihkan wadah dan batu atau kerikil yang digunakan sebagai penyangga jika terlihat kotor atau berlendir sebelum mengisinya kembali dengan air bersih.
Periksa juga akar setiap kali mengganti air. Jika ada akar yang tampak lunak, berlendir, menghitam, atau mengeluarkan bau tidak sedap, bagian tersebut perlu segera ditangani agar kerusakan tidak semakin meluas.
3. Pastikan Akar Tidak Terendam Terlalu Dalam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346250/original/059480100_1789118423-956cdc63-8c9c-4aab-ae68-84f21a63a85a.jpeg)
Jika bambu rezeki ditanam di air, bagian yang perlu terendam terutama adalah akarnya. Hindari memasukkan terlalu banyak bagian batang ke dalam air karena batang yang terus-menerus terendam dapat lebih rentan mengalami masalah pembusukan.
Periksa ketinggian air secara berkala, terutama setelah menambahkan air baru ke dalam wadah. Air yang cukup untuk menjaga akar tetap terendam sudah memadai, sehingga tidak perlu memenuhi vas hingga menutupi sebagian besar batang.
Selain menjaga ketinggian air, perhatikan juga kondisi akar. Akar yang sehat umumnya tampak kokoh, sedangkan akar yang berubah menjadi lunak, berlendir, atau berbau tidak sedap perlu segera diperiksa.
Advertisement
4. Jangan Membiarkan Media Tanah Terlalu Basah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346251/original/067694200_1789118423-f7943587-dc90-460d-9d2c-bb54aa062361.jpeg)
Selain ditanam di air, bambu rezeki juga dapat ditanam menggunakan media tanah. Jika menggunakan pot, pilih media yang memiliki drainase baik agar kelebihan air dapat keluar dan tidak terus menggenang di sekitar akar.
Penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi media, bukan dilakukan terus-menerus tanpa melihat kelembapannya. Tanah yang terlalu basah dalam waktu lama dapat mengurangi oksigen di sekitar akar dan meningkatkan risiko pembusukan akar.
Pot dengan lubang drainase juga membantu mencegah air tertahan terlalu lama. Hindari membiarkan pot berada di dalam genangan air karena kondisi tersebut dapat membuat akar kekurangan oksigen dan akhirnya mengalami kerusakan.
5. Perhatikan Tanda-Tanda Batang dan Akar Mulai Busuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346252/original/073942600_1789118423-f56b9c1b-3204-4b0e-a7f9-781e778ff69d.jpeg)
Pembusukan dapat ditandai dengan perubahan kondisi akar atau batang. Akar yang mengalami masalah dapat berubah warna dan menjadi lunak, sedangkan bagian pangkal batang dapat berubah warna, melunak, atau menunjukkan kerusakan.
Jika sebagian batang terlihat lunak atau berubah warna secara tidak normal, tanaman sebaiknya segera diperiksa. Jangan mengabaikan perubahan tersebut karena pembusukan akar dan pangkal batang termasuk masalah yang dapat menyerang bambu rezeki.
Periksa juga kondisi air apabila tanaman ditanam di dalam vas. Air yang sudah kotor sebaiknya segera diganti, sementara bagian tanaman yang sudah mengalami pembusukan perlu dipisahkan dari bagian yang masih sehat agar masalah tidak terus berlanjut.
Advertisement
6. Jaga Kebersihan Wadah dan Lingkungan Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346253/original/078696800_1789118423-3d60dd90-41a4-42f8-a710-25c40b568b58.jpeg)
Kebersihan wadah penting terutama pada bambu rezeki yang ditanam menggunakan air. Wadah yang kotor dapat membuat kualitas air lebih cepat menurun sehingga kondisi di sekitar akar menjadi kurang ideal.
Saat mengganti air, keluarkan tanaman dengan hati-hati agar akar tidak mengalami kerusakan. Bersihkan wadah dan batu penyangga jika digunakan, kemudian masukkan kembali tanaman dengan air yang bersih.
Perawatan yang konsisten lebih penting daripada memberikan banyak perlakuan tambahan. Bambu rezeki pada dasarnya termasuk tanaman yang relatif mudah dirawat selama kebutuhan cahaya, air, dan kondisi media diperhatikan dengan baik.
7. Hindari Memberikan Pupuk Secara Berlebihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346254/original/084150900_1789118423-e26c7d2c-d9ec-443b-b555-36cd3d566296.jpeg)
Bambu rezeki yang ditanam di air tetap dapat membutuhkan nutrisi dalam jangka panjang, tetapi pemberiannya tidak perlu berlebihan. Jika menggunakan pupuk cair, gunakan dalam konsentrasi rendah dan ikuti petunjuk pemakaian produk.
Pemberian pupuk dalam jumlah terlalu banyak tidak membuat tanaman otomatis tumbuh lebih sehat. Konsentrasi pupuk yang berlebihan justru dapat mengganggu kondisi akar, sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati.
Jika tujuan utamanya adalah mencegah bambu rezeki busuk, jangan menjadikan pupuk sebagai solusi utama. Kondisi air atau media tanam, drainase, kebersihan wadah, serta pencahayaan justru perlu menjadi perhatian utama dalam perawatan sehari-hari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merawat Bambu Rezeki agar Tidak Busuk
Apakah bambu rezeki bisa ditanam di tanah?
Ya, bambu rezeki dapat ditanam di media tanah maupun air. Jika ditanam di tanah, gunakan media yang memiliki drainase baik dan hindari penyiraman berlebihan agar akar tidak terus-menerus berada dalam kondisi terlalu basah.
Mengapa batang bambu rezeki bisa berubah warna dan menjadi lunak?
Batang yang berubah warna, melunak, atau mengeluarkan bau tidak sedap dapat menjadi tanda adanya pembusukan. Kondisi tersebut perlu segera diperiksa dan bagian yang sudah rusak sebaiknya dipisahkan dari bagian tanaman yang masih sehat.
Seberapa sering air bambu rezeki perlu diganti?
Jika ditanam di air, air sebaiknya diganti secara rutin agar tetap bersih dan kondisi di sekitar akar terjaga. Saat mengganti air, wadah dan batu penyangga juga dapat dibersihkan jika terdapat kotoran atau lendir.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366231/original/062082800_1759221040-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_12.33.26_941d1ac8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5036100/original/053632700_1733375615-Kehamilan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307617/original/015412400_1785051209-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341034/original/092276200_1788575407-MaySari_Binaan_BRI_15.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346197/original/040925900_1789115845-4e9fc6b6-d8a0-4a4d-bff1-9b17ce73dcd9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338470/original/074152700_1788330083-01M1E837DFR2Y9MWD6K76H5GR3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346190/original/057864200_1789115306-HL_sayur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334269/original/004496300_1787827928-andrey-zvyagintsev-2HCVNKMZtVk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308448/original/000874500_1785142981-Gemini_Generated_Image_mfcxxmfcxxmfcxxm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344793/original/047553300_1789004835-422bf253-cd0b-4cf8-9f34-4d1cc4bfd506.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346213/original/033535800_1789116633-6fca1209-3ea3-4397-92b1-263b6dba0b81.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326944/original/017705400_1787042507-e036db83-9002-417e-a283-43adb8965859.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346169/original/035293600_1789113951-pexels-katerina-holmes-5910961.jpg)