8 Area Rumah yang Boleh Berantakan, Ternyata Bagian di Hunian Ini Malah Sebaiknya Tidak Dirapikan

Area di rumah ini sebenarnya boleh berantakan dan bahkan sebaiknya tidak usah dibereskan, kok bisa?

Diterbitkan 11 September 2026, 16:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah tidak harus selalu rapi di setiap sudut. Mengutip Better Homes & Gardens, beberapa area memang digunakan untuk menaruh barang, menyimpan perlengkapan, atau menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. Memaksa seluruh bagian rumah tetap kosong justru bisa membuat penghuni terus memindahkan barang yang masih dibutuhkan. Karena itu, kondisi berantakan perlu dilihat dari fungsi ruangan dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

Meja kerja yang sedang digunakan, keranjang cucian, hingga rak perlengkapan berkebun bisa dibiarkan berisi barang sesuai kebutuhan. Namun, area tersebut tetap perlu dibedakan dari tempat yang dipenuhi sampah, debu, atau benda yang menghalangi jalan. Kerapian tidak selalu berarti semua barang harus disimpan, tetapi setiap benda perlu berada di tempat yang tidak mengganggu.

Jadi, bagian rumah mana saja yang boleh dibiarkan berantakan? Berikut 8 area yang tidak harus selalu rapi, dihadirkan Liputan6, Jumat (11/9).

1. Meja Kerja yang Sedang Dipakai

Meja kerja termasuk area rumah yang boleh berantakan ketika penghuninya sedang menyelesaikan pekerjaan. Buku, catatan, alat tulis, atau perangkat kerja yang masih digunakan tidak perlu dipindahkan setiap kali selesai duduk. Barang tersebut membantu penghuni melanjutkan kegiatan tanpa mencari ulang perlengkapan yang sudah disiapkan.

Alasannya, meja yang dipakai untuk satu kegiatan tidak selalu perlu dikosongkan setelah setiap penggunaan. Menyimpan barang di tempatnya selama pekerjaan berlangsung bisa menghemat waktu. Namun, sampah makanan, gelas bekas minum, dan benda yang tidak berhubungan dengan pekerjaan tetap perlu disingkirkan agar meja bisa digunakan tanpa gangguan.

Buat satu bagian meja sebagai tempat menaruh perlengkapan yang sedang digunakan. Barang yang sudah tidak dibutuhkan bisa dikembalikan ke tempat penyimpanan. Dengan cara ini, meja tetap mendukung pekerjaan tanpa penghuni harus membereskan seluruh isinya setiap kali beranjak.

2. Keranjang Cucian yang Belum Penuh

Keranjang cucian boleh berisi pakaian yang sudah dipakai dan menunggu jadwal mencuci. Pakaian yang belum dicuci tidak perlu langsung dimasukkan ke mesin cuci atau dilipat ulang. Keranjang memang berfungsi menampung pakaian sebelum proses pencucian dimulai.

Alasannya, mencuci pakaian setiap kali ada satu atau dua potong bukan kebiasaan yang harus dilakukan semua orang. Penghuni bisa menyesuaikan jadwal mencuci dengan jumlah pakaian, kebutuhan keluarga, dan penggunaan air. Selama pakaian berada di keranjang yang sesuai, isinya tidak perlu dipindahkan hanya demi membuat ruangan tampak kosong.

Periksa keranjang ketika sudah mendekati penuh atau mulai menimbulkan bau. Pakaian basah perlu segera dijemur, sedangkan pakaian kering yang sudah dipakai bisa tetap berada di keranjang. Pisahkan pakaian yang perlu dicuci dan jangan membiarkan pakaian basah bercampur dengan pakaian lain.

3. Rak Perlengkapan Berkebun

Rak perlengkapan berkebun boleh berisi pot, sekop, sarung tangan, dan alat yang masih dipakai untuk merawat tanaman. Area ini tidak perlu dikosongkan setiap hari karena fungsinya memang untuk menaruh barang yang digunakan dalam kegiatan berkebun. Barang yang tersusun berdasarkan kegunaan membantu penghuni mengambil perlengkapan tanpa mencari ke tempat lain.

Alasannya, memindahkan alat setelah setiap penggunaan bisa menambah pekerjaan ketika kegiatan berkebun dilakukan kembali. Penghuni cukup memastikan alat tidak menghalangi jalan dan tidak bercampur dengan sampah. Tanah yang tersisa pada sekop atau pot tidak harus langsung dibersihkan seluruhnya jika alat masih akan dipakai.

Namun, area ini perlu diperiksa secara berkala. Tanah yang menumpuk, air yang menggenang, atau sisa tanaman yang membusuk bisa mengundang serangga. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengingatkan bahwa tumpukan barang dan sampah kebun bisa menjadi tempat berlindung hama.

4. Sudut Mainan Anak

Sudut mainan anak boleh berisi mainan yang sedang digunakan, terutama ketika anak sedang bermain di rumah. Boneka, balok, buku, atau mobil-mobilan tidak perlu dikembalikan ke kotak setiap kali anak mengambil mainan lain. Kegiatan bermain sering melibatkan beberapa benda sekaligus, sehingga area tersebut bisa terlihat berantakan.

Alasannya, anak membutuhkan ruang untuk memilih mainan dan mengembangkan kegiatan bermain. Memaksa anak menyimpan semua benda sebelum melanjutkan permainan bisa membuat kegiatan terhenti. Orang tua cukup memastikan mainan tidak berserakan di jalur berjalan, tidak menghalangi pintu, dan tidak berada di tempat yang berisiko terinjak.

Setelah waktu bermain selesai, ajak anak mengembalikan mainan ke wadah yang mudah dijangkau. Mainan yang sedang digunakan boleh tetap berada di lantai, tetapi mainan yang rusak atau memiliki bagian kecil perlu diperiksa. Penataan ulang cukup dilakukan ketika kegiatan sudah selesai atau saat area mulai mengganggu aktivitas keluarga.

5. Meja Makan Setelah Menyiapkan Makanan

Meja makan boleh dipenuhi bahan makanan, peralatan memasak, atau wadah yang sedang digunakan ketika penghuni menyiapkan makanan. Tidak semua benda perlu langsung dipindahkan ke lemari setelah digunakan. Meja yang menjadi tempat menyiapkan makanan memang akan menampung beberapa perlengkapan sebelum makanan selesai dibuat.

Alasannya, memindahkan bahan dan peralatan berulang kali bisa membuat pekerjaan memasak menjadi lebih panjang. Penghuni cukup menaruh bahan makanan di bagian yang tidak mengganggu proses memasak. Bahan yang mudah rusak perlu disimpan sesuai kebutuhan, sedangkan alat yang masih digunakan bisa tetap berada di meja.

Setelah memasak selesai, bersihkan sisa makanan dan kembalikan peralatan yang sudah tidak dipakai. Jangan membiarkan meja menyimpan makanan yang mudah rusak dalam waktu lama. Meja boleh penuh ketika digunakan, tetapi perlu dikosongkan dari sisa makanan sebelum dipakai untuk kegiatan berikutnya.

6. Lemari Penyimpanan Barang yang Jarang Dipakai

Lemari penyimpanan boleh berisi barang yang jarang digunakan, seperti perlengkapan acara keluarga, peralatan musiman, atau barang yang menunggu waktu untuk dipakai kembali. Isi lemari tidak harus ditata ulang setiap minggu. Jika barang masih memiliki fungsi dan bisa ditemukan ketika diperlukan, tidak ada keharusan untuk memindahkannya.

Alasannya, beberapa barang memang hanya digunakan pada waktu tertentu. Mengeluarkan seluruh isi lemari untuk menata ulang bisa membuat pekerjaan bertambah tanpa mengubah fungsi penyimpanan. Penghuni cukup mengetahui lokasi barang yang dibutuhkan dan memastikan barang tidak rusak selama disimpan.

Periksa isi lemari ketika hendak mengambil barang atau ketika pintu mulai sulit ditutup. Barang yang sudah rusak atau tidak digunakan lagi bisa dipisahkan. Hindari menumpuk kardus atau kertas yang sudah tidak diperlukan dalam waktu lama karena hal itu bisa menjadi tempat berlindung hama.

7. Rak Buku yang Sedang Dibaca

Rak buku boleh berisi buku yang sedang dibaca, catatan, dan beberapa benda yang membantu kegiatan membaca. Buku yang sudah dikeluarkan dari rak tidak harus langsung dikembalikan setelah setiap sesi membaca. Penghuni bisa menaruh buku di meja atau di bagian rak yang mudah dijangkau.

Alasannya, buku yang sedang dibaca memiliki fungsi untuk kegiatan yang belum selesai. Menyimpannya di tempat yang mudah ditemukan bisa membantu penghuni melanjutkan bacaan tanpa harus mencari ulang. Rak buku juga tidak harus terlihat kosong untuk dianggap berfungsi.

Buku yang sudah selesai dibaca bisa dikembalikan ke tempatnya ketika penghuni memiliki waktu. Jika rak mulai penuh, pisahkan buku yang masih digunakan dari buku yang jarang dibaca. Periksa juga kondisi buku agar tidak terkena air atau debu yang menumpuk. Dengan begitu, area membaca tetap bisa digunakan tanpa penataan ulang setiap hari.

8. Sudut Barang yang Menunggu Diperbaiki

Sudut barang yang menunggu diperbaiki boleh berisi lampu, peralatan rumah tangga, atau barang yang masih memiliki rencana penggunaan. Area ini membantu penghuni mengumpulkan barang yang belum selesai ditangani. Tidak semua barang rusak harus langsung dibuang, tetapi tidak semua barang perlu disimpan tanpa batas waktu.

Alasannya, beberapa barang membutuhkan waktu untuk diperiksa, diperbaiki, atau menunggu suku cadang. Menaruhnya di satu tempat membantu penghuni mengingat barang yang belum ditangani. Namun, sudut ini perlu dibatasi agar tidak berubah menjadi tempat menumpuk barang yang sudah tidak dibutuhkan.

Tentukan waktu untuk memeriksa isinya. Barang yang masih akan diperbaiki bisa disimpan, sedangkan barang yang sudah tidak memiliki fungsi bisa dipisahkan. Hindari menaruh barang yang menghalangi pintu, jalur berjalan, atau tempat anak bermain. Area yang menunggu pekerjaan boleh berisi barang, tetapi tetap perlu diperiksa agar tidak menimbulkan gangguan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Area Rumah yang Boleh Berantakan

1. Apakah rumah harus selalu rapi setiap hari?

Tidak. Rumah perlu dijaga agar bersih dan aman, tetapi setiap barang tidak harus berada di tempatnya setiap waktu. Beberapa area boleh berisi barang yang sedang digunakan.

2. Area rumah mana yang sebaiknya tidak berantakan?

Jalur berjalan, tangga, pintu keluar, dan area memasak yang sedang digunakan perlu dijaga agar tidak terhalang. Barang yang menghalangi kegiatan bisa menimbulkan risiko jatuh atau mengganggu pekerjaan.

3. Apakah mainan anak boleh dibiarkan di lantai?

Boleh selama anak sedang bermain dan mainan tidak menghalangi jalan. Setelah bermain selesai, mainan sebaiknya dikembalikan ke tempat penyimpanan.

4. Bagaimana cara mengatasi rumah yang berantakan tanpa menghabiskan waktu?

Mulai dari bagian yang mengganggu kegiatan, seperti meja makan atau jalur berjalan. Setelah itu, pisahkan barang yang masih digunakan, barang yang akan disimpan, dan barang yang sudah tidak dibutuhkan.

5. Apakah barang yang jarang digunakan boleh disimpan dalam kardus?

Boleh, selama kardus berada di tempat yang tidak mengganggu kegiatan dan tidak menyimpan barang yang basah atau berbau. Periksa kardus secara berkala agar tidak menjadi tempat berlindung hama.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6