Cara Pemupukan Cabai yang Benar Sesuai Fase agar Berbuah Lebat, Jangan Lakukan Kesalahan Ini

Cara pemupukan cabai yang benar mulai pupuk dasar, dosis NPK per fase, hingga teknik kocor dan semprot daun agar tanaman subur dan berbuah lebat.

Diterbitkan 05 September 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara pemupukan cabai yang benar dimulai dari pemberian pupuk dasar sebelum tanam, lalu dilanjutkan dengan pupuk susulan sesuai fase pertumbuhan. Kuncinya adalah memberi nutrisi dalam dosis kecil tetapi rutin agar akar tidak terbakar.

Pada fase awal, tanaman cabai membutuhkan nitrogen tinggi, sedangkan saat berbunga dan berbuah kebutuhannya bergeser ke fosfor dan kalium. Menerapkan cara pemupukan cabai yang benar sejak dini membuat tanaman subur, tahan penyakit, dan berbuah lebat.

Dilansir dari Kementerian Pertanian, cabai rawit (Capsicum frutescens) termasuk famili Solanaceae dan tergolong tanaman menahun yang mampu hidup dua hingga tiga tahun bila kebutuhan haranya tercukupi. Karena berumur panjang, kebutuhan pupuknya pun lebih banyak dibanding kebanyakan sayuran musiman.

Cara Pemupukan Cabai yang Benar dengan Pupuk Dasar

Sebelum bibit dipindahkan, tanah perlu disiapkan agar subur dan gembur. Langkah paling awal dalam cara pemupukan cabai yang benar adalah memastikan pupuk dasar dan pH tanah sudah ideal sehingga akar muda dapat tumbuh optimal.

Uji tanah sederhana sebaiknya dilakukan lebih dulu untuk mengetahui tingkat kesuburan dan keasaman, dengan target pH antara 6,0 hingga 6,8 agar hara mudah diserap tanaman.

  1. Uji dan Sesuaikan pH Tanah: Periksa keasaman tanah dan usahakan pH pada kisaran 6,0-7,0; jika terlalu asam, tambahkan dolomit atau kapur pertanian saat pengolahan lahan, seperti dianjurkan pada penanganan tanaman cabai yang cepat layu.

  2. Berikan Pupuk Organik Matang: Campurkan pupuk kandang atau kompos matang ke media tanam untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan hara jangka panjang.

  3. Tambahkan Pupuk Dasar NPK: Berikan NPK majemuk 15-15-15 atau 16-16-16 sekitar 10-15 gram per lubang tanam atau polybag, lalu aduk merata; pahami dahulu fungsi pupuk NPK sebelum menakar.

  4. Hindari Bahan Organik Mentah: Gunakan hanya kotoran ternak yang benar-benar matang karena bahan mentah dapat menghasilkan panas dan melukai akar muda.

  5. Diamkan Media Sebelum Tanam: Biarkan campuran pupuk dasar mengendap 5-7 hari sebelum bibit dipindahkan agar reaksi pupuk stabil, sebagaimana dianjurkan dalam panduan menanam cabai bagi pemula.

Pemupukan Susulan Cabai Sesuai Fase Pertumbuhan

Setelah pindah tanam, pupuk susulan menjadi inti dari cara pemupukan cabai yang benar. Jenis dan dosis pupuk perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pada tiap fase, mulai dari vegetatif hingga pembuahan.Berbeda dengan tomat, cabai merespons tambahan nitrogen dengan menghasilkan lebih banyak buah, setidaknya sampai batas tertentu.

  1. Beri Jeda Setelah Pindah Tanam: Tunggu sekitar satu minggu hingga bibit pulih sebelum pemupukan pertama, dan gunakan larutan encer agar akar muda tidak terbakar. Ini penting bila tanaman terlanjur kerdil.

  2. Fase Vegetatif (0-30 HST): Prioritaskan nitrogen dengan NPK seimbang 16-16-16, sekitar 3-5 gram per tanaman tiap 7-10 hari untuk merangsang daun dan batang.

  3. Fase Pembungaan (30-45 HST): Geser ke pupuk tinggi fosfor dan kalium seperti 12-12-17 atau 13-13-21 untuk mendukung pembentukan bunga dan mengurangi kerontokan.

  4. Fase Pembuahan (45 HST ke atas): Perbanyak kalium dan kalsium sekitar 1-2 gram per tanaman tiap dua minggu untuk mencegah busuk ujung buah.

  5. Atur Pembagian Nitrogen: Mengutip Gardening Know How, berikan sekitar 30 persen nitrogen sebagai pupuk dasar, 45 persen dua minggu setelah tanam, dan 25 persen sisanya menjelang akhir masa panen.

University of Florida IFAS Extension menyatakan, "Pemupukan nitrogen berlebih dapat menunda pembungaan dan pembuahan serta menurunkan hasil panen." Sebaliknya, kalium justru menjadi unsur paling menentukan bagi produksi cabai karena memperkuat dinding sel dan berperan langsung dalam pembentukan capsaicin.

Karena itu, pemilihan pupuk untuk cabai agar pedas maksimal sangat bergantung pada fase tanaman. Dari sebelum bunga pertama hingga panen terakhir, tanaman tomat dan juga cabai membutuhkan kalium dalam jumlah besar untuk menghasilkan cita rasa terbaik. Untuk memilih produk yang tepat, kenali dulu jenis pupuk paling baik untuk tanaman cabai pada setiap tahap.

Teknik Aplikasi dan Waktu Pemberian Pupuk yang Tepat

Selain jenis dan dosis, teknik aplikasi ikut menentukan keberhasilan. Menerapkan cara pemupukan cabai yang benar berarti memastikan pupuk benar-benar terserap akar, bukan terbuang percuma atau justru membakar tanaman. Michael Clarke, pendiri Yardwork, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Pupuk cair organik paling baik untuk cabai karena melepas nutrisi perlahan dan zat haranya cepat masuk ke zona akar."

  1. Metode Kocor: Larutkan pupuk dalam air, lalu siramkan ke pangkal batang sekitar 20-25 cm dari lubang tanam agar langsung mengenai zona perakaran.

  2. Metode Tabur atau Larikan: Taburkan pupuk granul melingkar sekitar 5 cm dari batang, lalu tutup tipis dengan tanah dan siram secukupnya.

  3. Semprot Daun (Foliar): Gunakan pupuk yang memang dirancang untuk daun guna memenuhi hara mikro; sesekali larutan garam Epsom membantu pasokan magnesium, dan Anda juga bisa memakai pupuk organik cair dari sisa dapur.

  4. Basahi Tanah Sebelum dan Sesudah: Siram media sebelum dan setelah memupuk agar pupuk tidak menarik air dari akar dan garam tidak menumpuk di zona perakaran.

  5. Kombinasikan Cair dan Granul: Padukan pupuk cair yang cepat diserap dengan granul yang melepas hara perlahan, dalam dosis kecil tetapi rutin.

  6. Pilih Waktu Pagi atau Sore: Aplikasikan pupuk saat matahari tidak terik untuk mengurangi penguapan dan menekan stres pada tanaman.

FAO menjelaskan bahwa saat tanaman memasuki fase berbunga, "pupuk yang diberikan memiliki proporsi kalium yang lebih tinggi dibandingkan nitrogen." Sebagaimana disampaikan Pacific Northwest Pest Management Handbooks, aplikasi kalsium melalui daun secara mingguan pada masa pembuahan dapat memenuhi kebutuhan kalsium buah yang sedang berkembang dan menekan risiko busuk ujung buah. Anda pun bisa menambahkan larutan alami seperti pupuk cabai dari kulit bawang sebagai pelengkap, bukan pengganti pupuk utama.

Kesalahan Umum dalam Pemupukan Cabai yang Perlu Dihindari

Banyak pekebun rajin memupuk tetapi hasilnya tetap mengecewakan karena mengabaikan detail penting. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi dan sebaiknya dihindari agar pupuk tidak terbuang sia-sia.

Kesalahan paling umum, terutama bagi pemula, adalah memberikan nitrogen berlebihan sehingga tanaman tumbuh rimbun tetapi minim bunga dan buah.

  • Menyamakan dosis pot dan lahan: Media dalam pot lebih terbatas sehingga dosis harus lebih kecil dan diberikan lebih sering.

  • Memupuk tanaman yang masih stres: Bibit yang layu setelah pindah tanam sebaiknya dipulihkan dulu sebelum diberi larutan pupuk pekat.

  • Menaikkan dosis sebelum tahu penyebabnya: Gejala daun keriting atau menguning belum tentu kekurangan pupuk; periksa dulu pH, air, dan serangan hama.

  • Terlalu fokus pada satu unsur: Pemupukan harus berimbang karena kelebihan satu unsur bisa mengunci penyerapan unsur lain, seperti terlihat pada kasus daun tanaman yang keriting dan menguning.

  • Mengabaikan pH dan drainase: pH di luar kisaran 6-7 membuat hara sulit diserap meski pupuk diberikan melimpah.

  • Membiarkan gejala defisiensi: Daun kemerahan menandakan kurang fosfor, sedangkan daun berubah bentuk menandakan kurang kalium sehingga perlu segera dikoreksi.

  • Mencampur pupuk sembarangan: Jangan mencampur beberapa pupuk tanpa memastikan kecocokannya agar tidak terjadi reaksi yang justru merugikan.

Mengacu pada riset dalam jurnal Agriculture, pemberian kalium melalui daun terbukti meningkatkan warna dan kualitas buah cabai, sehingga penyemprotan hara pelengkap layak dipertimbangkan pada fase pembuahan.

Dengan menggabungkan pupuk dasar yang matang, pupuk susulan sesuai fase, serta teknik aplikasi yang tepat, tanaman cabai berpeluang besar tumbuh sehat dan tetap produktif meski sudah berbuah berkali-kali. Jangan lupa memantau serangan kutu daun agar hasil pemupukan tidak sia-sia.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pemupukan Cabai

Pupuk apa yang bagus untuk cabai agar cepat berbuah?

Untuk mempercepat pembuahan, gunakan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium yang lebih tinggi saat tanaman mulai berbunga, misalnya NPK 12-12-17 atau pupuk tinggi kalium, dipadukan pupuk organik sebagai dasar. Hindari nitrogen berlebih pada fase ini karena membuat tanaman rimbun tetapi sulit berbuah.

Berapa hari sekali sebaiknya cabai dipupuk?

Pupuk susulan umumnya diberikan setiap 7-10 hari sekali dengan dosis kecil, atau setiap satu hingga dua minggu tergantung fase dan kondisi tanaman. Pemberian rutin dalam dosis kecil lebih baik daripada sekali pemberian dalam jumlah besar, seperti dijelaskan pada panduan waktu dan cara terbaik memupuk cabai.

Apakah tanaman cabai boleh dipupuk urea?

Boleh, urea berguna pada fase vegetatif karena kaya nitrogen untuk pertumbuhan daun dan batang, tetapi penggunaannya perlu dibatasi. Setelah tanaman berbunga, kurangi urea dan beralih ke pupuk tinggi fosfor dan kalium; simak berbagai jenis pupuk untuk cabai agar berbuah lebat sebagai pembanding.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6