Liputan6.com, Jakarta - Kulit bawang merah dan bawang putih yang biasanya dibuang setelah memasak masih bisa dimanfaatkan untuk membantu perawatan tanaman cabai. Salah satu caranya adalah mengolah kulit bawang menjadi larutan yang kemudian digunakan untuk menyiram tanah di sekitar tanaman.
Cara membuat pupuk pohon cabai dari kulit bawang cukup mudah karena bahan yang digunakan bisa ditemukan dari sisa dapur sehari-hari. Meski demikian, larutan ini sebaiknya diposisikan sebagai pupuk tambahan, bukan pengganti pupuk utama. Ini karena kandungan nutrisinya tidak dapat dipastikan mampu memenuhi seluruh kebutuhan tanaman cabai.
Berikut cara membuat pupuk pohon cabai dari kulit bawang, dirangkum Liputan6.com, Rabu (19/8/2026).
Advertisement
Alat dan Bahan Membuat Pupuk dari Kulit Bawang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782413/original/084955400_1782885405-ce508685-d5a7-4d86-a6e0-bba2995789dd.jpg)
Sebelum mulai membuatnya, siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Alat yang digunakan cukup sederhana, sedangkan bahan utamanya adalah kulit bawang merah atau bawang putih yang masih bersih.
Alat
- Wadah atau ember kecil bertutup
- Panci
- Saringan
- Gelas ukur atau botol bekas
- Sendok atau alat pengaduk
Bahan
- 1 genggam kulit bawang merah dan/atau bawang putih
- 1 liter air bersih
Gunakan kulit bawang yang masih bersih, kering, dan tidak berjamur. Sebaiknya jangan menggunakan kulit bawang yang sudah tercampur minyak, garam, saus, atau sisa bumbu masakan karena bahan-bahan tersebut dapat ikut larut dan kurang baik jika diberikan ke tanah tanaman.
Advertisement
Cara Membuat Pupuk Pohon Cabai dari Kulit Bawang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782412/original/065935300_1782885405-471ed340-14fd-4ddb-b3f3-50060276d154.jpg)
Ada dua cara yang bisa digunakan untuk membuat larutan kulit bawang, yaitu dengan metode perendaman dan perebusan. Metode perendaman lebih praktis karena tidak membutuhkan kompor, sedangkan metode perebusan membutuhkan waktu lebih singkat tetapi harus dilakukan dengan pemanasan.
1. Bersihkan kulit bawang
Kumpulkan kulit luar bawang merah atau bawang putih yang masih dalam kondisi baik. Pilih kulit yang tidak busuk, tidak berlendir, dan tidak ditumbuhi jamur karena bahan yang sudah rusak dapat membuat kualitas larutan menjadi kurang baik. Jika ada debu atau kotoran yang menempel, bersihkan seperlunya sebelum kulit bawang digunakan.
2. Masukkan kulit bawang ke dalam wadah
Setelah dibersihkan, masukkan sekitar satu genggam kulit bawang ke dalam wadah atau ember kecil yang sudah disiapkan. Kulit bawang merah dan bawang putih boleh digunakan secara terpisah maupun dicampur. Pastikan wadah cukup besar sehingga masih memiliki ruang setelah air ditambahkan dan mudah ditutup selama proses perendaman.
3. Tambahkan 1 liter air
Tuangkan sekitar 1 liter air bersih ke dalam wadah hingga kulit bawang terendam. Gunakan air bersih yang tidak tercampur deterjen, minyak, atau bahan kimia lainnya. Setelah air ditambahkan, aduk perlahan menggunakan sendok agar kulit bawang dan air tercampur dengan baik sebelum wadah ditutup.
4. Diamkan selama 12–24 jam
Tutup wadah dan diamkan rendaman selama sekitar 12–24 jam di tempat yang teduh. Waktu tersebut cukup untuk membuat sebagian senyawa yang larut dalam air dari kulit bawang berpindah ke dalam air rendaman. Hindari membiarkannya selama berhari-hari karena larutan berbahan organik yang terlalu lama disimpan dapat mengalami fermentasi dan menghasilkan bau yang tidak sedap.
5. Saring larutan
Setelah direndam selama 12–24 jam, buka wadah dan saring larutan menggunakan saringan. Pisahkan air dari kulit bawang hingga diperoleh cairan yang relatif bersih tanpa potongan kulit bawang. Kulit bawang bekas rendaman tidak perlu langsung dibuang karena masih dapat dimasukkan ke dalam kompos atau dicampurkan dengan bahan organik lainnya.
6. Encerkan sebelum diberikan ke tanaman
Sebelum digunakan pada tanaman cabai, larutan sebaiknya diencerkan terlebih dahulu, terutama jika tanaman masih muda atau baru pertama kali mendapatkan larutan tersebut. Gunakan perbandingan 1 bagian larutan kulit bawang dengan 1 bagian air bersih, misalnya 500 ml larutan dicampur dengan 500 ml air. Pengenceran ini juga membantu mengurangi risiko pemberian larutan yang terlalu pekat pada media tanam.
7. Siramkan ke tanah di sekitar tanaman cabai
Setelah diencerkan, gunakan larutan tersebut untuk menyiram tanah di sekitar pangkal tanaman cabai. Tuangkan secukupnya pada area perakaran dan jangan sampai membuat media tanam terlalu basah atau tergenang. Pemberian dapat dilakukan pada pagi atau sore hari, sedangkan untuk penggunaan pertama sebaiknya perhatikan respons tanaman terlebih dahulu sebelum mengulanginya secara berkala.
Cara Membuat Larutan Kulit Bawang dengan Direbus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782410/original/091987600_1782885404-9933193e-9b5f-42da-b46a-9b0ef6e2566b.jpg)
Selain melalui perendaman, kulit bawang juga dapat diolah dengan cara direbus. Masukkan satu genggam kulit bawang ke dalam panci yang berisi sekitar 1 liter air, kemudian rebus menggunakan api kecil selama kurang lebih 10–15 menit. Setelah selesai, matikan api dan biarkan larutan hingga benar-benar dingin sebelum disaring. Air rebusan kemudian dapat diencerkan dengan air bersih sebelum digunakan untuk menyiram tanaman cabai.
Jangan menggunakan larutan ketika masih panas. Suhu tinggi dapat merusak akar apabila larutan langsung mengenai area perakaran tanaman. Metode perebusan juga tidak berarti larutan yang dihasilkan otomatis lebih ampuh daripada rendaman, sehingga tidak perlu membuatnya terlalu pekat atau memberikan dalam jumlah berlebihan.
Advertisement
Apakah Pupuk Kulit Bawang Bisa Membuat Cabai Lebih Subur?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482466/original/064944000_1769221990-Kulit_Bawang_Merah_untuk_Tanaman_Cabai_4.jpg)
Kulit bawang mengandung sejumlah senyawa dan mineral yang dapat larut ke dalam air. Karena itu, pemanfaatannya sebagai larutan tambahan dapat menjadi salah satu cara memanfaatkan limbah dapur sekaligus menambah bahan yang berasal dari tanaman ke dalam rutinitas perawatan cabai.
Namun, perlu diingat bahwa larutan kulit bawang tidak bisa dianggap sebagai pupuk lengkap. Kandungan unsur hara yang diperoleh dari kulit bawang dapat berbeda-beda dan jumlahnya tidak cukup terukur untuk memastikan seluruh kebutuhan nutrisi tanaman cabai terpenuhi. Jadi, jika tujuan utamanya adalah membuat cabai tumbuh subur dan produktif, tanaman tetap membutuhkan pemupukan utama yang sesuai dengan fase pertumbuhannya.
Pertanyaan Seputar Pupuk Cabai dari Kulit Bawang
1. Apakah kulit bawang merah dan bawang putih bisa digunakan untuk membuat pupuk cabai?
Bisa. Kulit bawang merah maupun bawang putih dapat dimanfaatkan sebagai bahan larutan tambahan untuk perawatan tanaman cabai. Kulit bawang dapat direndam atau direbus dengan air, kemudian airnya digunakan untuk menyiram tanah di sekitar tanaman.
2. Berapa banyak kulit bawang yang dibutuhkan untuk membuat pupuk cabai?
Untuk membuat larutan dalam jumlah kecil, gunakan sekitar satu genggam kulit bawang dengan 1 liter air bersih. Jumlah tersebut dapat disesuaikan jika ingin membuat larutan lebih banyak.
3. Berapa lama kulit bawang harus direndam?
Kulit bawang dapat direndam selama sekitar 12–24 jam. Setelah itu, air rendaman sebaiknya disaring dan digunakan, bukan dibiarkan selama berhari-hari karena dapat mengalami fermentasi dan menimbulkan bau.
4. Apakah pupuk kulit bawang harus diencerkan sebelum digunakan?
Sebaiknya diencerkan, terutama untuk tanaman cabai yang masih muda atau baru pertama kali diberi larutan tersebut. Gunakan perbandingan 1 bagian larutan kulit bawang dan 1 bagian air bersih sebagai pengenceran awal.
5. Berapa kali pupuk kulit bawang diberikan pada tanaman cabai?
Sebagai penggunaan awal, larutan kulit bawang dapat diberikan sekitar satu kali seminggu. Frekuensinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan kelembapan tanah.
6. Apakah pupuk kulit bawang bisa menggantikan pupuk utama?
Tidak. Larutan kulit bawang lebih tepat digunakan sebagai pupuk tambahan karena kandungan unsur haranya tidak dapat dipastikan memenuhi seluruh kebutuhan tanaman cabai. Tanaman tetap membutuhkan pemupukan utama yang sesuai dengan fase pertumbuhannya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466673/original/082916800_1767862212-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-08T154559.006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327771/original/017691600_1787123566-fdf06dd0-dd45-46e5-b374-3d469ecc6515.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327659/original/083239800_1787119198-7f46e4b7-10e2-42d3-b44d-74ee9fa74cfe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)