Liputan6.com, Jakarta - Kulit kentang yang biasanya langsung dibuang ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi pupuk cair sederhana untuk tanaman. Cara fermentasi kulit kentang jadi pupuk cair jjuga bisa menjadi solusi untuk merangsang cabai berbuah. Dengan proses fermentasi, limbah dapur ini dapat diolah menjadi larutan yang bisa digunakan sebagai tambahan nutrisi untuk tanaman cabai.
Pemanfaatan kulit kentang juga menjadi salah satu cara praktis mengurangi sampah organik dari dapur. Bahan yang mudah ditemukan ini tidak membutuhkan peralatan khusus untuk difermentasi. Namun, prosesnya perlu dilakukan dengan takaran dan waktu yang tepat agar hasil fermentasi tidak justru mengganggu tanaman.
Pupuk cair dari kulit kentang dapat digunakan sebagai pupuk tambahan selama perawatan cabai. Penggunaannya bukan pengganti pupuk utama, tetapi dapat menjadi bagian dari perawatan tanaman, terutama ketika cabai memasuki fase pertumbuhan dan pembentukan buah.
Advertisement
Berikut cara fermentasi kulit kentang jadi pupuk cair untuk merangsang cabai berbuah, dirangkum Liputan6.com, Senin (28/9/2026).
Manfaat Fermentasi Kulit Kentang untuk Tanaman Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359677/original/018965300_1790570462-92b98e3a-eb01-4b65-a737-8761c5c7238a.jpg)
Kulit kentang mengandung bahan organik dan sejumlah mineral yang dapat kembali dimanfaatkan setelah melalui proses penguraian. Fermentasi membantu memecah bahan organik sehingga larutan lebih mudah digunakan sebagai pupuk organik cair tambahan.
Bagi tanaman cabai, pupuk cair hasil fermentasi dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan secara keseluruhan. Tanaman yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan bunga dan membentuk buah, meskipun keberhasilan pembuahan tetap dipengaruhi banyak faktor lain.
Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari pemanfaatan kulit kentang sebagai bahan pupuk organik cair antara lain:
- Memanfaatkan limbah dapur menjadi bahan yang lebih berguna.
- Menambahkan bahan organik ke dalam perawatan tanaman.
- Membantu menyediakan sebagian nutrisi dari bahan organik yang terurai.
- Dapat digunakan sebagai pupuk tambahan selama perawatan cabai.
- Mengurangi jumlah sampah organik rumah tangga.
Advertisement
Bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Pupuk Cair
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359678/original/022883400_1790570462-d97ab053-bc38-4ac9-93f7-b7c16a8ecec9.jpg)
Proses fermentasi kulit kentang tidak membutuhkan banyak bahan. Sebaiknya gunakan kulit kentang yang masih segar dan tidak tercampur dengan minyak, garam, saus, atau bumbu masakan agar proses penguraian lebih terkendali.
- 500 gram kulit kentang.
- 1 liter air bersih.
- 2 sendok makan gula merah atau gula pasir sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme.
- 1–2 sendok makan EM4 untuk membantu proses fermentasi.
- Wadah plastik atau jeriken yang memiliki tutup.
Jumlah bahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jika ingin membuat dalam jumlah lebih sedikit, gunakan prinsip takaran yang sama agar larutan tidak terlalu pekat atau terlalu encer.
Langkah Fermentasi Kulit Kentang Menjadi Pupuk Cair
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359679/original/026960200_1790570462-c4274de9-0107-43fe-9f09-40ec0b833087.jpg)
Setelah semua bahan tersedia, kulit kentang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Jangan langsung memasukkan kulit kentang dalam kondisi berukuran besar karena potongan yang lebih kecil akan lebih mudah mengalami proses penguraian.
- Cuci kulit kentang. Bersihkan kulit kentang dari tanah dan kotoran yang masih menempel. Hindari menggunakan kulit kentang yang sudah tercampur minyak atau bumbu masakan.
- Potong menjadi bagian kecil. Cincang kulit kentang agar permukaannya lebih luas dan proses penguraian berlangsung lebih mudah.
- Masukkan ke dalam wadah. Masukkan sekitar 500 gram kulit kentang yang sudah dipotong ke dalam wadah fermentasi.
- Tambahkan air. Tuangkan 1 liter air bersih ke dalam wadah.
- Masukkan gula. Tambahkan gula merah atau gula pasir, kemudian aduk sampai tercampur.
- Tambahkan EM4. Masukkan EM4 sesuai takaran dan aduk kembali hingga semua bahan tercampur.
- Tutup wadah. Tutup wadah, tetapi jangan dibuat terlalu rapat tanpa pernah dibuka karena proses fermentasi dapat menghasilkan gas. Buka tutup secara berkala untuk mengeluarkan gas yang terbentuk.
- Fermentasikan. Simpan wadah di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung selama sekitar 7–14 hari.
Selama proses fermentasi, perhatikan perubahan aroma dan kondisi larutan. Fermentasi yang berjalan normal umumnya menghasilkan aroma asam khas fermentasi. Jika muncul bau busuk yang sangat menyengat, pertumbuhan jamur yang tidak wajar, atau kondisi bahan menjadi sangat berlendir dan mencurigakan, sebaiknya larutan tidak digunakan pada tanaman.
Advertisement
Cara Menyaring dan Menyimpan Hasil Fermentasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359680/original/030622600_1790570462-b2f92f62-2bb0-4895-9e11-81451b592ea3.jpg)
Setelah fermentasi selesai, larutan perlu disaring untuk memisahkan cairan dari sisa kulit kentang. Gunakan kain bersih atau saringan halus agar potongan bahan organik tidak ikut terbawa ketika pupuk diaplikasikan.
Simpan cairan hasil penyaringan dalam botol atau wadah bersih. Beri label tanggal pembuatan agar masa fermentasi mudah dipantau. Simpan di tempat teduh dan hindari paparan sinar matahari langsung.
Sisa kulit kentang dari proses penyaringan tidak harus dibuang. Bahan padat tersebut dapat dimasukkan ke kompos, selama kondisinya tidak menunjukkan tanda pembusukan yang tidak normal.
Dosis Pupuk Cair untuk Tanaman Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359681/original/034548400_1790570462-0121803d-2f76-4b86-a80f-57aa3b56f451__1_.jpg)
Pupuk cair hasil fermentasi sebaiknya tidak langsung dituangkan dalam kondisi pekat ke tanaman cabai. Larutan organik hasil fermentasi perlu diencerkan terlebih dahulu untuk mengurangi risiko larutan terlalu kuat bagi akar.
Sebagai penggunaan awal, campurkan sekitar 10–20 ml pupuk cair hasil fermentasi ke dalam 1 liter air. Gunakan larutan tersebut untuk menyiram media tanam di sekitar tanaman, bukan membasahi seluruh bagian daun.
Untuk tanaman cabai yang masih muda, gunakan konsentrasi yang lebih rendah terlebih dahulu. Jika tanaman menunjukkan respons yang baik, penggunaan dapat dilakukan secara berkala sekitar 1–2 minggu sekali.
Jangan menganggap semakin banyak pupuk cair berarti semakin cepat cabai berbuah. Larutan organik yang terlalu pekat justru berpotensi mengganggu akar. Uji pada beberapa tanaman terlebih dahulu sebelum digunakan secara luas.
Advertisement
Waktu Aplikasi agar Cabai Tetap Produktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359682/original/038424800_1790570462-5b6207b5-78e4-4fa3-84e5-a3f2e729aec2.jpg)
Pupuk cair dari kulit kentang lebih tepat diposisikan sebagai nutrisi tambahan, bukan sebagai satu-satunya cara untuk merangsang tanaman menghasilkan buah. Cabai tetap membutuhkan cahaya matahari yang cukup, air, media tanam yang baik, serta unsur hara yang seimbang.
Jika tanaman sudah memasuki fase berbunga, perhatian sebaiknya tidak hanya diberikan pada pupuk. Kondisi tanaman yang terlalu rimbun, kekurangan cahaya, stres karena kekeringan, atau gangguan hama juga dapat memengaruhi pembentukan bunga dan buah.
Aplikasikan pupuk cair pada pagi atau sore hari ketika kondisi media tidak terlalu panas. Siramkan larutan yang sudah diencerkan pada tanah di sekitar pangkal tanaman dan hindari pemberian secara berlebihan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Fermentasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492989/original/028207000_1770191007-Cara_Membuat_Pupuk_Cair_dari_Air_Cucian_Beras.jpg)
Ada beberapa kesalahan sederhana yang dapat membuat pupuk cair hasil fermentasi kurang optimal. Kesalahan tersebut biasanya terjadi karena bahan terlalu banyak, wadah tidak sesuai, atau larutan langsung diberikan dalam kondisi pekat.
- Menggunakan kulit kentang berbumbu. Sisa kulit dari kentang goreng atau masakan sebaiknya tidak digunakan karena dapat mengandung minyak, garam, dan bahan tambahan lain.
- Menutup wadah terlalu rapat. Fermentasi dapat menghasilkan gas sehingga wadah perlu dikelola dengan aman.
- Menggunakan larutan tanpa pengenceran. Pupuk cair fermentasi sebaiknya diencerkan sebelum diaplikasikan.
- Memberikan terlalu sering. Pupuk tambahan tidak perlu diberikan setiap hari.
- Menggunakan fermentasi yang berbau busuk. Jangan memaksakan larutan yang menunjukkan tanda pembusukan atau kontaminasi untuk digunakan pada cabai.
Pertanyaan Seputar Pupuk Cair Kulit Kentang
Apakah kulit kentang bisa dijadikan pupuk cair?
Bisa. Kulit kentang merupakan bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik cair melalui proses penguraian atau fermentasi.
Apakah pupuk kulit kentang bisa membuat cabai cepat berbuah?
Tidak ada jaminan bahwa pupuk kulit kentang akan membuat cabai langsung berbuah. Larutan ini lebih tepat digunakan sebagai pupuk tambahan. Pembentukan buah juga dipengaruhi varietas, cahaya, air, kondisi akar, keseimbangan nutrisi, penyerbukan, dan kesehatan tanaman.
Berapa lama kulit kentang difermentasi?
Fermentasi dapat dilakukan sekitar 7–14 hari. Lama fermentasi dapat berbeda tergantung kondisi bahan, suhu, dan proses yang digunakan.
Berapa kali pupuk cair kulit kentang diberikan pada cabai?
Untuk penggunaan rumahan, larutan yang sudah diencerkan dapat diberikan sekitar 1–2 minggu sekali. Mulailah dengan konsentrasi rendah dan amati respons tanaman.
Apakah pupuk cair kulit kentang bisa diberikan langsung ke daun?
Sebaiknya gunakan sebagai siraman pada media tanam terlebih dahulu. Larutan fermentasi yang belum diketahui konsentrasinya berisiko menyebabkan gangguan pada daun jika disemprotkan terlalu pekat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354030/original/018131800_1789992594-cek_fakta_KM_Virgo_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359676/original/015317400_1790570462-5ebdd847-3d7a-4a36-b244-350a96c09427.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4295781/original/024502500_1674106334-pupuk_organik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4114708/original/071154900_1659765780-drew-jemmett-qEcWgrTG578-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2909318/original/005220000_1568272410-julia-kuzenkov-TjFetPc6NXs-unsplash.jpg)