Liputan6.com, Jakarta - Merawat cabai di pot atau pekarangan memang membutuhkan perhatian, terutama ketika tanaman mulai tumbuh besar tetapi belum juga rajin berbunga dan berbuah. Lantas, tanaman cabai biar subur pakai apa? Ini bahan alami yang bisa dicoba untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman tanpa selalu mengandalkan pupuk sintetis.
Cabai membutuhkan nutrisi yang cukup sejak pertumbuhan daun dan batang hingga memasuki fase pembungaan dan pembuahan. Karena itu, pemberian bahan organik perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman, bukan sekadar diberikan sebanyak-banyaknya.
Selain nutrisi, kondisi media tanam, sinar matahari, penyiraman, dan sirkulasi udara juga ikut menentukan pertumbuhan cabai. Tanaman yang mendapat pupuk tetapi tumbuh di media terlalu basah atau kekurangan cahaya tetap dapat mengalami pertumbuhan yang kurang optimal. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (25/9/2026).
Advertisement
1. Kompos untuk Menambah Bahan Organik Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5679604/original/007246400_1778550162-Mengisi_Komposter_dengan_Sampah_Dapur_untuk_Produksi_Kompos_Organik.jpg)
Kompos merupakan salah satu bahan alami yang relatif mudah digunakan untuk membantu menyuburkan tanaman cabai. Bahan ini dapat dicampurkan ke media tanam sebelum cabai ditanam maupun ditambahkan sebagai bahan organik di sekitar tanaman yang sudah tumbuh.
Menurut Royal Horticultural Society (RHS), tanah untuk cabai sebaiknya subur, memiliki drainase baik, tetapi tetap mampu mempertahankan kelembapan. Jika tanah kurang baik atau terlalu berat, RHS menyarankan penambahan bahan organik seperti garden compost atau pupuk kandang yang sudah matang. Bahan organik tersebut juga membantu memperbaiki struktur tanah dan mempertahankan kelembapan.
Kompos juga disebut sebagai salah satu sumber pupuk organik untuk cabai oleh BBPP Kupang. Dalam panduannya, pupuk organik dapat berasal dari kompos, pupuk kandang, maupun sisa-sisa tanaman.
Untuk tanaman cabai dalam pot, kompos sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan. Campurkan secukupnya dengan media tanam dan pastikan kompos sudah matang. Kompos yang belum matang dapat membuat kondisi media kurang ideal bagi akar.
2. Pupuk Kandang Matang untuk Mendukung Pertumbuhan Akar
Bahan alami lain yang dapat digunakan adalah pupuk kandang yang sudah matang. Bahan ini cocok dimanfaatkan sebagai bagian dari campuran media tanam karena sekaligus menambah bahan organik.
BBRMP Bangka Belitung menyebutkan campuran tanah, kompos atau pupuk kandang matang, dan sekam bakar sebagai media tanam yang dapat membantu menciptakan kondisi media yang gembur sehingga akar cabai dapat berkembang dengan baik.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kematangan pupuk kandang. Hindari menggunakan kotoran ternak yang masih segar langsung pada area akar tanaman. Pilih pupuk kandang yang sudah terurai dan matang sehingga lebih aman digunakan sebagai bahan organik media.
Pemberiannya juga tidak perlu terlalu sering. Jika media sejak awal sudah diperkaya bahan organik, kebutuhan tambahan nutrisi bisa berbeda dibandingkan tanaman yang tumbuh di media miskin unsur hara.
3. POC dari Kulit Pisang
Kulit pisang yang biasanya berakhir sebagai sampah dapur juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk membuat pupuk organik cair atau POC. Bahan ini disebut secara khusus oleh BBRMP Bangka Belitung sebagai salah satu pilihan pupuk organik yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan cabai rawit.
Penggunaan POC kulit pisang dapat menjadi pilihan bagi pemilik kebun rumahan yang ingin memanfaatkan limbah dapur. Namun, pupuk organik cair buatan sendiri sebaiknya tidak diberikan secara sembarangan atau dalam konsentrasi terlalu pekat. Jika larutan dibuat melalui proses tertentu, gunakan sesuai petunjuk resep atau metode yang sudah teruji.
Yang tidak kalah penting, POC bukan pengganti seluruh kebutuhan tanaman. Cabai tetap membutuhkan media tanam yang baik, air yang cukup, serta cahaya matahari.
Saat tanaman mulai berbunga, kebutuhan nutrisi juga mengalami perubahan. BBRMP Bangka Belitung menyarankan memperhatikan unsur kalium dan fosfor ketika cabai mulai berbunga karena kedua unsur tersebut berkaitan dengan pembentukan buah.
Advertisement
4. Pupuk Organik Cair dari Rumput atau Comfrey
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7005567/original/044299500_1779776899-Pupuk_Organik_Cair_dari_Bahan_Bekas_untuk_Nutrisi_Optimal.jpeg)
Jika tersedia di sekitar rumah, bahan tanaman tertentu juga dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk cair. Homes & Gardens menyebut comfrey dan gulma sebagai bahan yang dapat diolah menjadi plant feed atau “tea”, kemudian diencerkan sebelum diaplikasikan pada tanaman.
Pilihan seperti ini menarik untuk pekebun rumahan karena memanfaatkan bahan tanaman yang sebelumnya mungkin dianggap tidak berguna. Namun, prinsip pentingnya tetap sama: larutan pupuk organik cair perlu digunakan secara tepat dan tidak berlebihan.
Pupuk cair juga sebaiknya diberikan pada media, bukan menjadikan daun sebagai sasaran utama kecuali memang metode penggunaannya ditujukan untuk penyemprotan daun. Tujuannya agar nutrisi dapat tersedia di sekitar zona akar.
Bahan alami semacam ini lebih tepat dianggap sebagai pelengkap pemupukan. Jangan berharap tanaman langsung menjadi subur hanya setelah satu kali pemberian. Pertumbuhan cabai merupakan hasil dari perawatan yang dilakukan secara konsisten.
5. Ekstrak Rumput Laut sebagai Pilihan Pupuk Organik Cair
Rumput laut juga dapat menjadi pilihan bahan alami untuk membantu pemupukan cabai. Dalam panduan Homes & Gardens, pupuk cair berbahan rumput laut atau liquid seaweed disebut sebagai salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman cabai. Sumber tersebut juga menekankan bahwa pemupukan perlu dilakukan secara rutin sepanjang musim pertumbuhan, bukan hanya sekali.
Untuk tanaman yang mulai berbunga dan menghasilkan buah, perhatian terhadap kalium menjadi semakin penting. RHS merekomendasikan pupuk organik cair dengan kandungan kalium tinggi untuk tanaman cabai dalam wadah ketika mulai berbunga.
Artinya, pemilihan bahan alami sebaiknya tidak hanya didasarkan pada anggapan bahwa semua bahan organik pasti cocok untuk setiap tahap pertumbuhan. Kebutuhan tanaman berubah seiring perkembangan.
Jangan Hanya Mengandalkan Pupuk
Ketika mencari jawaban atas pertanyaan tanaman cabai biar subur pakai apa? Ini bahan alami yang bisa dicoba, jangan sampai perhatian hanya tertuju pada pupuk. Nutrisi memang penting, tetapi pertumbuhan cabai juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.
RHS menjelaskan bahwa cabai membutuhkan panas dan banyak sinar matahari agar dapat berbuah dengan baik. Untuk tanaman yang ditanam di luar ruangan, lokasi yang hangat dan mendapat banyak cahaya merupakan pilihan yang baik.
BBRMP Bangka Belitung juga menyebutkan bahwa cabai rawit membutuhkan sinar matahari sekitar 6–8 jam setiap hari. Penyiraman perlu dilakukan secukupnya agar tanaman tidak terlalu basah dan akar tidak mudah mengalami masalah akibat kondisi media yang terlalu lembap.
Penyiraman yang konsisten juga penting. Menurut RHS, cabai membutuhkan pasokan air yang stabil agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Media sebaiknya dijaga tetap lembap secara merata, tetapi tidak dibiarkan terlalu basah.
Karena itu, penggunaan kompos, pupuk kandang matang, POC kulit pisang, pupuk cair dari bahan tanaman, atau bahan berbasis rumput laut sebaiknya dipadukan dengan perawatan dasar. Tanaman yang memperoleh nutrisi tetapi kekurangan cahaya atau mengalami masalah pada akar tetap tidak akan tumbuh maksimal.
Sesuaikan Nutrisi dengan Fase Pertumbuhan Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333150/original/079256600_1787733994-naoki-suzuki-H3Qb9i1w5sM-unsplash.jpg)
Kebutuhan nutrisi cabai tidak selalu sama sepanjang hidup tanaman. BBPP Kupang menjelaskan bahwa nitrogen berperan dalam pertumbuhan daun dan batang, fosfor berkaitan dengan pembentukan akar dan bunga, sedangkan kalium berperan dalam pembentukan buah dan kualitas buah.
Pada fase awal pertumbuhan, tanaman membutuhkan dukungan untuk membangun daun, batang, dan akar. Namun, ketika tanaman mulai memasuki fase bunga dan buah, pemberian nutrisi perlu disesuaikan.
Homes & Gardens juga menjelaskan bahwa kebutuhan pupuk berubah selama musim pertumbuhan. Nitrogen dibutuhkan pada tahap awal untuk mendukung daun dan batang, sedangkan ketika tanaman mulai menghasilkan bunga dan buah, pupuk dengan nitrogen lebih rendah dan kandungan fosfor serta kalium yang lebih tinggi dapat digunakan.
Karena itu, hindari anggapan bahwa semakin banyak pupuk berarti semakin subur tanaman. BBPP Kupang mengingatkan bahwa pemberian pupuk terlalu banyak dapat menyebabkan tanaman terbakar atau bahkan mati.
Untuk cabai rumahan, pendekatan yang lebih aman adalah memberikan bahan organik secara bertahap, mengamati respons tanaman, dan memastikan media tetap memiliki drainase yang baik.
Perawatan Sederhana agar Cabai Tidak Hanya Rimbun
Tanaman cabai yang sehat tidak cukup hanya memiliki banyak daun. Tujuan akhirnya biasanya adalah menghasilkan bunga dan buah secara konsisten. Karena itu, perawatan perlu dilakukan secara menyeluruh.
BBRMP Bangka Belitung menyarankan pemangkasan tunas dan daun tua untuk membantu tanaman menjadi lebih rimbun dan memperbaiki sirkulasi udara. Ajir juga dapat digunakan untuk menyangga batang agar tidak mudah roboh ketika tanaman semakin besar dan dipenuhi buah.
Panen secara rutin juga dapat membantu menjaga produksi. RHS mencatat bahwa membiarkan buah matang terlalu lama pada tanaman dapat menghambat munculnya bunga baru sehingga hasil keseluruhan dapat berkurang.
Jadi, jawaban dari pertanyaan tanaman cabai biar subur pakai apa? tidak hanya satu bahan. Kompos, pupuk kandang matang, POC kulit pisang, pupuk cair dari bahan tanaman, dan bahan berbasis rumput laut dapat menjadi pilihan alami, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan kondisi tanaman.
Yang paling penting adalah menjaga keseimbangan antara nutrisi, cahaya, air, media tanam, dan perawatan rutin. Dengan cara tersebut, tanaman cabai di pot maupun pekarangan memiliki lingkungan yang lebih mendukung untuk tumbuh sehat dan menghasilkan buah.
Pertanyaan Seputar Penyubur Tanaman Cabai
1. Apa bahan alami yang bagus untuk menyuburkan cabai?
Kompos dan pupuk kandang matang dapat digunakan sebagai sumber bahan organik pada media tanam. BBRMP Bangka Belitung juga menyebut POC kulit pisang sebagai salah satu pupuk organik yang dapat digunakan untuk cabai rawit.
2. Apakah kulit pisang bisa digunakan untuk tanaman cabai?
Kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. BBRMP Bangka Belitung memasukkan POC kulit pisang sebagai salah satu pilihan nutrisi organik untuk cabai.
3. Kapan cabai membutuhkan lebih banyak kalium?
Ketika tanaman mulai memasuki fase berbunga dan berbuah, kebutuhan terhadap kalium menjadi lebih diperhatikan. RHS merekomendasikan pupuk organik cair dengan kandungan kalium tinggi untuk cabai dalam wadah sejak mulai berbunga.
4. Apakah pupuk alami boleh diberikan setiap hari?
Tidak berarti semakin sering semakin baik. Frekuensi pemberian perlu mengikuti jenis bahan, konsentrasi, kondisi media, dan fase pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk secara berlebihan justru dapat merusak tanaman.
5. Selain pupuk, apa yang membuat tanaman cabai subur?
Cabai membutuhkan media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik, sinar matahari yang cukup, serta penyiraman yang menjaga media tetap lembap tanpa tergenang. RHS dan BBRMP Bangka Belitung sama-sama menekankan pentingnya kondisi tumbuh tersebut.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322276/original/052969300_1786524029-IMG_2901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307885/original/061434100_1785119529-Pemilik_sedang_mengambil_ulat_di_tanaman_cabai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8461599/original/067221200_1782361378-t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4225793/original/053134800_1668410453-erik-karits-CAgEXn8iFZc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358085/original/038574600_1790322389-Gemini_Generated_Image_9lbus49lbus49lbu.jpg)