Liputan6.com, Jakarta - Cicak yang tiba-tiba muncul di dapur memang bisa membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Hewan kecil ini sering terlihat merayap di dinding, berada di balik lemari, dekat lampu, atau bahkan muncul di sekitar area penyimpanan makanan. Selain mengganggu kenyamanan, keberadaannya juga perlu diperhatikan karena cicak dapat meninggalkan kotoran di permukaan yang seharusnya tetap bersih.
Dapur menjadi salah satu area rumah yang cukup menarik bagi cicak karena biasanya terdapat sumber makanan berupa serangga kecil. Lampu pada malam hari juga dapat menarik berbagai serangga, sementara celah di sekitar pintu, jendela, ventilasi, dan plafon bisa menjadi jalan masuk bagi cicak. Karena itu, sekadar mengusir cicak yang terlihat belum tentu membuatnya tidak kembali.
Cara yang lebih efektif adalah menggabungkan beberapa langkah sekaligus, mulai dari mengurangi sumber makanan, menjaga kebersihan, menutup akses masuk, hingga membuat area tertentu kurang menarik bagi cicak. Lantas bagaimana saja cara halau cicak di dapur agar tidak datang lagi dan mudah dilakukan? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (25/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Bersihkan Sisa Makanan dan Remah di Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417258/original/064432800_1763526438-cicak_di_dapur.jpg)
Salah satu langkah paling penting untuk mengurangi keberadaan cicak adalah menjaga dapur bebas dari sisa makanan dan remah. Meskipun cicak tidak memakan makanan manusia secara langsung seperti nasi atau lauk, sisa makanan dapat menarik semut, lalat, ngengat, dan serangga kecil lainnya yang justru menjadi sumber makanan cicak.
Karena itu, biasakan membersihkan meja dapur setelah selesai memasak dan makan. Remah roti, gula, tepung, potongan makanan, serta sisa bahan masakan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Area di bawah meja, sekitar kompor, dan celah di antara perabot juga perlu diperiksa karena serpihan makanan sering jatuh ke tempat yang sulit terlihat.
Tempat sampah dapur juga perlu diperhatikan. Gunakan tempat sampah yang memiliki penutup dan buang isinya secara rutin, terutama jika terdapat sisa makanan. Dengan mengurangi serangga yang datang ke dapur, sumber makanan cicak ikut berkurang sehingga area tersebut menjadi kurang menarik untuk didatangi.
Advertisement
2. Kurangi Serangga yang Menjadi Makanan Cicak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412408/original/089020200_1763091713-Lalat_di_atas_sisa_makanan.jpg)
Cicak umumnya memangsa berbagai serangga kecil. Jika dapur banyak didatangi nyamuk, lalat kecil, ngengat, atau serangga lainnya, kemungkinan cicak menemukan sumber makanan di area tersebut juga menjadi lebih besar.
Perhatikan lampu dapur pada malam hari. Lampu yang terang dapat menarik serangga dari luar, terutama jika pintu atau jendela terbuka. Jika memungkinkan, gunakan kasa pada jendela atau ventilasi untuk mengurangi serangga yang masuk. Pintu dapur juga sebaiknya tidak dibiarkan terbuka terlalu lama pada malam hari apabila area luar rumah banyak serangga.
Selain itu, segera bersihkan genangan air dan area yang lembap. Serangga tertentu lebih mudah berkembang atau berkumpul di lingkungan yang lembap. Dengan mengendalikan populasi serangga, Anda tidak hanya membuat dapur lebih nyaman, tetapi juga mengurangi salah satu alasan cicak datang.
3. Tutup Celah yang Bisa Menjadi Jalan Masuk Cicak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264218/original/028844200_1782099452-cddb5c26-b219-478d-86de-037288dd83f0.jpg)
Cicak dapat masuk melalui celah yang ukurannya relatif kecil. Area yang perlu diperiksa antara lain celah di bawah pintu, sekitar kusen, ventilasi, lubang instalasi, celah antara dinding dan plafon, serta bagian belakang lemari yang langsung berhubungan dengan area luar.
Lakukan pemeriksaan terutama pada malam hari ketika cicak lebih mudah terlihat. Perhatikan apakah ada celah yang menjadi jalur keluar-masuk cicak. Jika ditemukan celah pada dinding atau bagian bangunan yang tidak bergerak, celah tersebut dapat ditutup menggunakan material yang sesuai, seperti sealant atau bahan penutup lainnya.
Untuk ventilasi dan jendela, kasa atau kawat nyamuk dapat menjadi pilihan praktis. Benda tersebut memungkinkan udara tetap masuk tetapi membantu mengurangi akses serangga dan hewan kecil dari luar. Cara ini juga membantu mengatasi penyebab tidak langsung kedatangan cicak, yaitu banyaknya serangga di dalam rumah.
Advertisement
4. Rapikan Barang yang Menumpuk di Sudut Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297945/original/082399100_1784112083-2f7e8c82-c6ed-42d5-81b7-690de233c7cb.jpg)
Tumpukan kardus, kantong belanja, peralatan dapur yang jarang digunakan, atau barang bekas di sudut dapur dapat menyediakan tempat persembunyian bagi cicak. Area yang jarang disentuh biasanya menjadi tempat yang nyaman bagi hewan kecil untuk bersembunyi.
Coba kurangi barang yang tidak diperlukan dan hindari menumpuk kardus terlalu lama. Kardus juga dapat menjadi tempat bersembunyi bagi berbagai serangga, sehingga secara tidak langsung membuat area tersebut semakin menarik bagi cicak.
Gunakan rak tertutup atau wadah penyimpanan jika memang ada barang yang harus disimpan. Selain membuat dapur terlihat lebih rapi, cara ini memudahkan Anda membersihkan lantai dan dinding secara rutin. Semakin sedikit tempat persembunyian dan sumber makanan yang tersedia, semakin kecil kemungkinan cicak menetap di dapur.
5. Bersihkan Kotoran Cicak Segera
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424101/original/050893600_1764133452-unnamed_-_2025-11-26T114704.806.jpg)
Jika cicak sudah pernah berada di dapur, jangan hanya mengusir hewannya. Periksa juga area yang kemungkinan terkena kotoran cicak. Kotoran yang dibiarkan dapat mengotori permukaan dapur dan membuat area terlihat tidak higienis.
Gunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran dan hindari menyentuhnya secara langsung. Setelah kotoran diangkat, bersihkan permukaan menggunakan pembersih rumah tangga yang sesuai dengan material permukaan tersebut. Untuk area yang digunakan menyiapkan makanan, pastikan permukaan kembali dibersihkan dengan baik setelah penggunaan produk pembersih.
Perhatikan pula lokasi kotoran tersebut. Jika cicak berkali-kali meninggalkan kotoran di tempat yang sama, kemungkinan ada jalur atau tempat persembunyian di dekatnya. Informasi tersebut bisa membantu menemukan area yang perlu diperiksa, seperti bagian belakang lemari, celah plafon, atau sekitar ventilasi.
Advertisement
6. Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Cicak dengan Bijak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572579/original/010842100_1777856560-Cuka__Cengkeh__dan_Serai.jpg)
Beberapa bahan rumahan sering digunakan sebagai cara untuk membuat cicak enggan mendekat, terutama bahan yang memiliki aroma kuat. Namun, efektivitas bahan alami sebagai pengusir cicak dapat berbeda-beda dan tidak semuanya memiliki bukti ilmiah yang kuat sebagai penolak cicak.
Jika ingin mencoba metode berbasis aroma, gunakan bahan secara terbatas dan jangan meletakkannya di dekat makanan, alat makan, atau permukaan yang digunakan untuk mengolah makanan. Hindari pula penggunaan bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau berbahaya jika tertelan oleh anak maupun hewan peliharaan.
Daripada hanya mengandalkan aroma, cara ini sebaiknya diposisikan sebagai langkah tambahan. Pengurangan serangga, kebersihan dapur, dan penutupan celah masuk tetap menjadi bagian yang lebih penting. Dengan demikian, Anda tidak bergantung pada satu metode saja untuk mengurangi kemunculan cicak.
7. Buat Dapur Lebih Terang dan Tidak Menjadi Tempat Persembunyian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356760/original/096713600_1790220404-Untitled5.jpg)
Cicak dapat ditemukan di area yang menyediakan tempat berlindung dan akses terhadap makanan. Karena itu, perhatikan sudut dapur yang gelap dan jarang dibersihkan. Bagian belakang lemari, celah di bawah rak, serta ruang di antara perabot dapat menjadi lokasi yang perlu diperiksa secara berkala.
Atur pencahayaan agar sudut-sudut dapur mudah terlihat dan dibersihkan. Namun, perlu diperhatikan bahwa cahaya dari luar rumah juga dapat menarik serangga pada malam hari. Jadi, solusi terbaik bukan sekadar menyalakan lampu sebanyak mungkin, melainkan mengatur pencahayaan sambil tetap mengurangi masuknya serangga.
Jika dapur memiliki banyak celah gelap, pertimbangkan penataan ulang perabot agar area lebih mudah dijangkau saat dibersihkan. Dapur yang rapi, kering, dan minim tempat persembunyian akan lebih mudah dipantau sehingga keberadaan cicak juga lebih cepat diketahui.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Halau Cicak di Dapur agar Tidak Datang Lagi
1. Mengapa cicak sering muncul di dapur?
Dapur dapat menarik cicak karena menyediakan serangga kecil yang menjadi makanannya. Celah pada pintu, jendela, ventilasi, dan plafon juga dapat menjadi jalan masuk.
2. Bagaimana cara agar cicak tidak datang lagi ke dapur?
Kurangi serangga, bersihkan sisa makanan, tutup celah masuk, rapikan barang yang menumpuk, dan rutin membersihkan sudut dapur. Beberapa langkah sekaligus biasanya lebih efektif daripada hanya mengusir cicak yang terlihat.
3. Apakah cicak bisa masuk melalui celah kecil?
Ya. Karena ukuran tubuhnya relatif kecil dan fleksibel, cicak dapat memanfaatkan berbagai celah pada bangunan sebagai akses masuk atau tempat bersembunyi.
4. Apakah bahan beraroma kuat bisa mengusir cicak?
Bahan dengan aroma kuat sering digunakan sebagai cara rumahan untuk membuat cicak enggan mendekat, tetapi efektivitasnya dapat berbeda-beda. Metode tersebut sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk mengendalikan cicak.
5. Apakah kotoran cicak perlu segera dibersihkan?
Ya. Kotoran cicak sebaiknya segera dibersihkan, terutama jika berada di area dapur, meja, rak, atau permukaan yang berkaitan dengan pengolahan makanan. Gunakan sarung tangan dan bersihkan permukaan dengan tepat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322276/original/052969300_1786524029-IMG_2901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415200/original/043166800_1763363900-Cicak_di_Dapur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358017/original/064603500_1790319501-bottom_watering_3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358050/original/031022600_1790320715-Gemini_Generated_Image_rhj4o6rhj4o6rhj4__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358022/original/001180800_1790319616-Gemini_Generated_Image_9u7cvf9u7cvf9u7c.jpg)