Terong Berbuah Lebat, Ini 7 Cara Perawatan agar Panen Melimpah

Kenali 7 cara terong berbuah lebat, dari pemupukan rutin, penyerbukan manual, pemangkasan, hingga penyangga bambu yang tepat.

Diterbitkan 25 September 2026, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara terong berbuah lebat sebenarnya tidak butuh perawatan yang rumit, asal tahu triknya. Seperti terlihat pada lahan warga di Desa Batok, Kecamatan Gemarang, yang berhasil menanam terong dengan buah lebat menggunakan penyangga bambu sederhana saat Bhabinkamtibmas Aiptu Peristiwa Yuda Panjaitan berkunjung.

Pemandangan kebun terong yang rimbun dengan buah di berbagai ukuran ini menunjukkan bahwa lahan pekarangan bisa dimanfaatkan secara produktif tanpa fasilitas mahal. Menurut sejumlah panduan berkebun seperti HobbyFarms dan RuralSprout, ada beberapa trik sederhana yang bisa bikin tanaman terong berbuah jauh lebih lebat dari biasanya.

Mulai dari cara memupuk, menyerbukkan bunga secara manual, sampai memasang penyangga yang tepat, berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber tujuh cara terong berbuah lebat yang bisa langsung dicoba di rumah maupun lahan pertanian, Jumat (25/9/2026).

1. Pastikan Suhu Tanah dan Udara Cukup Hangat

Terong adalah tanaman yang sangat menyukai suhu hangat, baik di udara maupun di dalam tanah. Menurut MorningChores, pertumbuhan terong akan jauh lebih cepat jika suhu tanah berada di atas 21 derajat Celsius sebelum bibit dipindah tanam.

Salah satu trik yang bisa dicoba adalah menutup permukaan tanah dengan plastik hitam beberapa minggu sebelum masa tanam agar suhu tanah naik lebih cepat. Cara ini membantu akar terong tumbuh optimal sejak awal.

Hindari juga menanam terong terlalu dini saat cuaca masih dingin, karena tanaman ini tidak tahan terhadap suhu rendah dan bisa menghambat pembentukan buah nantinya.

2. Beri Pupuk secara Rutin dan Tepat Takaran

Nutrisi yang cukup jadi kunci utama agar terong bisa berbuah lebat. HobbyFarms menyarankan pemberian pupuk cair organik setiap minggu, seperti pupuk rumput laut atau kompos cair, sejak masa pertumbuhan awal.

Saat tanaman mulai berbunga, sebaiknya jenis pupuk diganti ke pupuk dengan kandungan kalium lebih tinggi. Kalium berperan penting dalam mendukung pembentukan bunga menjadi buah yang lebat dan berkualitas.

Penambahan kompos ke dalam tanah sebelum masa tanam juga membantu menjaga kelembapan sekaligus drainase tanah, sehingga akar terong tidak mudah busuk akibat genangan air.

3. Bantu Penyerbukan Bunga secara Manual

Meski bunga terong bisa menyerbuki dirinya sendiri, proses ini terkadang tidak berjalan sempurna terutama di lahan yang minim serangga penyerbuk. Akibatnya, banyak bunga rontok tanpa sempat menjadi buah.

HobbyFarms dan RuralSprout merekomendasikan trik sederhana menggunakan sikat gigi elektrik. Ujung sikat cukup ditempelkan sebentar ke tangkai bunga agar getarannya membantu serbuk sari menyebar lebih merata di dalam bunga.

Cara manual ini terbukti efektif meningkatkan jumlah bunga yang berhasil menjadi buah, terutama pada tanaman yang ditanam di lahan tertutup atau pekarangan rumah dengan sedikit lalu-lalang serangga.

4. Lakukan Pemangkasan agar Tanaman Lebih Rimbun

Menurut Homes & Gardens, memangkas atau mencubit pucuk utama tanaman terong saat masih muda dapat mendorong munculnya cabang-cabang baru di sekitarnya. Tanaman yang lebih rimbun cenderung menghasilkan buah lebih banyak dibanding tanaman yang tumbuh lurus ke atas saja.

Pemangkasan juga sebaiknya dilakukan pada tunas air dan daun yang mulai menguning di bagian bawah batang. Langkah ini membuat energi tanaman lebih terfokus untuk pembentukan buah, bukan untuk menumbuhkan daun yang tidak produktif.

Tanaman yang lebih rimbun dan bercabang banyak juga cenderung lebih kokoh saat menopang buah yang mulai bertambah berat menjelang panen.

5. Panen Buah secara Rutin dan Tidak Menunda

Semakin sering buah terong dipanen, semakin banyak pula bunga baru yang akan bermunculan. HobbyFarms mencatat bahwa pemanenan harian bisa mendorong tanaman terus memproduksi buah baru sepanjang musim.

Sebaliknya, membiarkan buah terlalu lama menempel di batang justru membuat tanaman "berhenti" memproduksi buah baru, karena energinya masih terpakai untuk mematangkan buah yang sudah ada.

Idealnya, terong dipanen saat ukurannya masih sekitar dua pertiga dari ukuran maksimal dan permukaan kulitnya masih terlihat mengilap.

6. Pasang Penyangga Bambu agar Tanaman Tidak Roboh

Seperti terlihat pada lahan warga Desa Batok yang memakai tiang bambu di antara tanaman, penyangga sederhana ini sangat membantu menopang batang terong yang mulai berat karena banyaknya buah.

Menurut panduan dari Yardener, penyangga baru benar-benar dibutuhkan menjelang masa buah membesar, karena angin, hujan, atau proses penyiraman bisa membuat cabang patah atau merunduk ke tanah.

Buah yang menyentuh tanah juga lebih berisiko busuk atau rusak, sehingga penggunaan ajir bambu turut menjaga kualitas buah tetap baik hingga siap dipanen.

7. Jaga Kelembapan Tanah secara Konsisten

Kekurangan air jadi salah satu penyebab utama bunga terong rontok sebelum sempat menjadi buah. Tanaman yang stres akibat kekeringan cenderung menggugurkan bunganya secara otomatis.

Sejumlah panduan berkebun merekomendasikan penyiraman rutin setara sekitar 5 cm air per minggu, baik dari hujan maupun irigasi tambahan, terutama saat masa berbunga dan pembentukan buah berlangsung.

Pemberian mulsa di sekitar pangkal batang juga membantu menjaga kelembapan tanah lebih lama sekaligus menekan pertumbuhan gulma yang bisa merebut nutrisi tanaman terong.

Pertanyaan Seputar Cara Terong Berbuah Lebat

1. Apa penyebab utama terong sulit berbuah lebat?

Penyebab paling umum adalah kekurangan air, penyerbukan yang tidak sempurna, serta suhu tanah yang masih terlalu dingin saat awal tanam.

2. Apakah penyerbukan manual benar-benar diperlukan pada terong?

Sangat membantu, terutama di lahan yang minim serangga penyerbuk, karena bisa meningkatkan jumlah bunga yang berhasil menjadi buah.

3. Kapan waktu terbaik memasang penyangga bambu pada terong?

Sebaiknya dipasang menjelang buah mulai membesar, agar batang tidak patah menahan beban buah yang makin berat.

4. Berapa kali sebaiknya terong dipupuk dalam seminggu?

Idealnya satu kali seminggu, dengan pupuk kalium lebih tinggi begitu tanaman mulai memasuki masa berbunga.

5. Apakah sering memanen membuat terong makin produktif?

Ya, pemanenan rutin justru mendorong tanaman terus membentuk bunga dan buah baru sepanjang musim.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6