Sejarah, Tema Hari Statistik Nasional 2026, dan Makna Peringatannya untuk Indonesia

Sejarah, Tema Hari Statistik Nasional 2026, dan makna peringatannya untuk Indonesia. Ketahui alasan 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional.

Diterbitkan 25 September 2026, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Statistik Nasional (HSN) diperingati setiap 26 Septemberdi Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat perjalanan statistik nasional sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya data dalam berbagai aspek kehidupan. Hari Statistik Nasional bukan merupakan hari ulang tahun Badan Pusat Statistik (BPS), melainkan momentum yang berkaitan dengan tonggak penting perkembangan statistik di Indonesia.

Pada 2026, Hari Statistik Nasional kembali diperingati dengan tema yang menekankan pentingnya statistik berkualitas bagi kehidupan berbangsa dan pembangunan. Tema HSN 2026 yang ditetapkan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) adalah "Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju". Di beberapa daerah, peringatan ini juga disandingkan dengan semangat "Statistik Berkualitas untuk Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur". Tema tersebut menempatkan kualitas data sebagai salah satu unsur penting dalam mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat.

Lantas bagaimana sejarah, tema Hari Statistik Nasional 2026 dan makna peringatannya untuk Indonesia? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (25/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

Sejarah Hari Statistik Nasional

Sejarah statistik di Indonesia sudah berlangsung sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Salah satu tonggak awalnya terjadi pada 1920 ketika pemerintah kolonial membentuk lembaga yang bertugas mengolah dan mempublikasikan data statistik. Pada 1924, kegiatan tersebut berkembang dengan berdirinya Centraal Kantoor voor de Statistiek (CKS) di Batavia. Perjalanan kelembagaan statistik kemudian terus berlanjut melewati masa pendudukan Jepang hingga Indonesia merdeka.

Setelah Indonesia merdeka, kegiatan statistik nasional mengalami sejumlah perubahan kelembagaan. Pada masa awal kemerdekaan, kegiatan statistik dilakukan oleh Kantor Penyelidikan Perangkaan Umum Republik Indonesia atau KAPPURI. Pada 1950, KAPPURI dan CKS kemudian dilebur menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS). Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 172 Tahun 1957, KPS berubah menjadi Biro Pusat Statistik.

Tonggak penting berikutnya terjadi pada 26 September 1960, ketika pemerintah mengundangkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Undang-undang tersebut mengatur penyelenggaraan statistik dan organisasi Biro Pusat Statistik serta menjadi salah satu pijakan hukum penting bagi penyelenggaraan statistik setelah Indonesia merdeka. UU tersebut kemudian digantikan oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Mengapa Hari Statistik Nasional Diperingati Setiap 26 September?

Pemilihan tanggal 26 September berkaitan langsung dengan pengundangan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Tanggal tersebut dipandang sebagai salah satu tonggak penting karena menjadi momentum lahirnya dasar hukum penyelenggaraan statistik yang lebih luas di Indonesia setelah sebelumnya kegiatan statistik masih berada dalam kerangka peraturan peninggalan kolonial.

Penetapan 26 September sebagai Hari Statistik Nasional dilakukan pada 1996. BPS mencatat bahwa tanggal tersebut disetujui sebagai Hari Statistik melalui surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B.259/M.Sesneg/1996 tertanggal 12 Agustus 1996. Sejak saat itu, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional.

Dengan demikian, HSN memiliki hubungan yang kuat dengan sejarah perkembangan statistik Indonesia, bukan sekadar peringatan tahunan bagi sebuah lembaga. BPS juga menegaskan bahwa Hari Statistik Nasional merupakan momentum milik seluruh bangsa karena statistik digunakan oleh pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya.

Tema Hari Statistik Nasional 2026

Hari Statistik Nasional 2026 akan diperingati pada Sabtu, 26 September 2026. Tema resmi yang diusung untuk peringatan HSN 2026 adalah "Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju".

Tema tersebut menggambarkan pentingnya statistik sebagai dasar dalam menghasilkan kebijakan dan keputusan yang lebih tepat. Statistik tidak hanya berhenti sebagai kumpulan angka, melainkan harus memberikan manfaat dan dampak nyata bagi pembangunan serta kehidupan masyarakat.

Peringatan HSN 2026 ini menjadi semakin penting karena bertepatan dengan momentum pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), yang merupakan salah satu agenda besar Badan Pusat Statistik (BPS). Sensus Ekonomi 2026 sendiri mengusung tema "Mencatat Ekonomi Indonesia" dan bertujuan untuk memberikan informasi akurat, mutakhir, dan komprehensif mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, baik formal maupun informal.

Melalui tema "Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju", BPS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun literasi data statistik di Indonesia dengan menggunakan sumber data resmi dan tepercaya. Hal ini sejalan dengan komitmen BPS untuk menghadirkan data yang akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pembangunan.

Makna Hari Statistik Nasional 2026 untuk Indonesia

Salah satu makna penting HSN 2026 adalah meningkatkan kesadaran bahwa kualitas data berpengaruh terhadap kualitas informasi yang digunakan dalam mengambil keputusan. Data yang dikumpulkan dengan metode yang tepat dan diolah secara baik dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi sosial, ekonomi, demografi, hingga berbagai bidang lainnya.

BPS menjelaskan bahwa statistik memiliki peran penting dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi berbagai kegiatan pembangunan. Karena itu, kebutuhan terhadap statistik tidak hanya berada di lingkungan pemerintah. Masyarakat juga membutuhkan data untuk memahami berbagai persoalan dan perkembangan yang terjadi di sekitarnya.

Peringatan HSN juga menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu memiliki kesadaran dalam menggunakan data. Angka statistik sebaiknya tidak langsung disimpulkan tanpa memahami sumber, periode, metode pengumpulan, cakupan populasi, serta definisi indikator yang digunakan. Kemampuan membaca dan memahami data menjadi bagian penting dari budaya sadar statistik.

Pentingnya Statistik Berkualitas dalam Pembangunan

Statistik dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi suatu wilayah atau kelompok masyarakat. Misalnya, data kependudukan dapat digunakan untuk melihat jumlah dan karakteristik penduduk, sementara data ekonomi dapat membantu menggambarkan perkembangan kegiatan ekonomi dalam periode tertentu. Berbagai jenis statistik tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan perencanaan.

Kualitas menjadi bagian penting karena data yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat menghasilkan gambaran yang kurang tepat. BPS sendiri menggunakan sejumlah dimensi kualitas statistik, antara lain relevansi, akurasi, ketepatan waktu, aksesibilitas, koherensi dan keterbandingan, serta interpretabilitas.

Karena itu, menghasilkan statistik berkualitas bukan hanya tanggung jawab lembaga statistik. Dalam ekosistem statistik terdapat produsen data, responden atau sumber data, serta pengguna data. Kerja sama berbagai pihak dibutuhkan agar proses pengumpulan, pengolahan, penyajian, hingga pemanfaatan data dapat berjalan dengan baik.

Cara Memaknai Hari Statistik Nasional 2026

Masyarakat dapat memaknai HSN 2026 dengan meningkatkan kebiasaan menggunakan sumber data yang kredibel. Ketika menemukan sebuah angka statistik di media sosial atau internet, misalnya, penting untuk memeriksa asal data, tahun pengumpulan, lembaga yang menerbitkan, serta konteks angka tersebut sebelum menggunakannya sebagai dasar kesimpulan.

Cara lainnya adalah meningkatkan literasi statistik dalam kehidupan sehari-hari. Grafik, persentase, rata-rata, indeks, hingga angka pertumbuhan sering muncul dalam berita dan berbagai informasi publik. Memahami istilah dan konteks tersebut dapat membantu masyarakat membedakan antara data, interpretasi, dan opini.

Peringatan HSN juga dapat menjadi momentum untuk menghargai peran responden yang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan statistik. Data yang berkualitas membutuhkan proses pengumpulan informasi yang baik, sehingga partisipasi masyarakat dalam sensus maupun survei menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem statistik nasional.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Hari Statistik Nasional 2026

1. Hari Statistik Nasional diperingati setiap tanggal berapa?

Hari Statistik Nasional diperingati setiap 26 September. Tanggal tersebut berkaitan dengan pengundangan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada 26 September 1960.

2. Apa tema Hari Statistik Nasional 2026?

Tema Hari Statistik Nasional 2026 adalah "Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju". Tema ini menekankan pentingnya statistik berkualitas dalam mendukung pembangunan dan pengambilan keputusan.

3. Mengapa Hari Statistik Nasional diperingati pada 26 September?

Tanggal 26 September dipilih karena pada tanggal tersebut pemerintah mengundangkan UU Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Statistik Nasional pada 1996.

4. Apakah Hari Statistik Nasional merupakan hari ulang tahun BPS?

Bukan. Hari Statistik Nasional bukan merupakan hari ulang tahun BPS. HSN merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya statistik bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

5. Apa makna Hari Statistik Nasional?

Hari Statistik Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya data yang akurat, relevan, dan dapat dipercaya. Peringatan ini juga mendorong masyarakat agar lebih memahami dan menggunakan statistik secara tepat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6