Liputan6.com, Jakarta Cara menghilangkan jamur di tembok yang paling dasar adalah menyemprotkan cuka putih atau larutan pembersih ke area berjamur, mendiamkannya, lalu menggosoknya hingga bersih. Setelah itu, keringkan permukaan dinding secara menyeluruh supaya spora tidak tumbuh lagi.
Membersihkan noda saja tidak akan bertahan lama bila sumber airnya diabaikan. Karena itu, cara menghilangkan jamur di tembok yang benar selalu dibarengi dengan memperbaiki kebocoran dan menjaga sirkulasi udara, terutama pada dinding lembap saat musim hujan. Sebagaimana dilansir dari laman U.S Center of Disease Control and Prevention, langkah paling menentukan sebelum pembersihan adalah menangani sumber kelembapan, sebab tanpa itu jamur akan cepat kembali muncul.
Persiapan Sebelum Menghilangkan Jamur di Tembok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357778/original/087550700_1790305945-34009f3f-1ddb-4084-9f9f-f2b8a94dc6bb.jpg)
Sebelum mempraktikkan cara menghilangkan jamur di tembok, siapkan pelindung diri dan kenali dulu jenis dinding beserta tingkat keparahan jamurnya. Persiapan ini penting untuk menentukan apakah tembok cukup dibersihkan atau justru perlu diganti, sekaligus mencegah spora menyebar ke ruangan lain. Merujuk laporan Health Canada, kunci utama penanganan jamur adalah mengendalikan kelembapan dan membersihkan jamur yang terlihat, apa pun jenisnya, dengan tetap memakai alat pelindung diri minimal berupa respirator berlabel N95.
- Kenakan alat pelindung diri: Pakai masker atau respirator N95, sarung tangan karet atau nitril, serta kacamata pelindung yang rapat untuk menahan spora dan cipratan cairan pembersih.
-
Amankan area kerja: Buka jendela, tutup pintu menuju ruangan lain, dan tutup lubang ventilasi agar spora tidak menyebar. Hindari mengarahkan kipas dari dinding berjamur ke ruang yang masih bersih.
-
Kenali jenis dinding: Bedakan permukaan tidak berpori seperti tembok bercat rapat atau plester, dengan permukaan berpori seperti gipsum, drywall, dan kayu yang mudah menyerap air.
-
Lakukan tes tekan: Tekan perlahan bagian yang berjamur; bila terasa lembek atau rapuh, berarti jamur sudah meresap dan materialnya perlu diganti, sedangkan bila masih keras cukup dibersihkan.
-
Perbaiki sumber kelembapan: Temukan dan atasi rembesan, kebocoran pipa, atau atap bocor lebih dulu supaya pembersihan tidak sia-sia.
Sumber air yang tersembunyi memang kerap terlewat, padahal itulah pemicu utamanya. Dikutip dari Harvard Health, penyebab nomor satu pertumbuhan jamur adalah kerusakan akibat air. Jika Anda melihat air, besar kemungkinan ada jamur di sana juga. Karena itu, ada baiknya menelusuri penyebab dinding cepat lembap meski baru dicat serta memeriksa titik yang berpotensi memicu lumut di dinding rumah lembap.
Advertisement
Cara Menghilangkan Jamur di Tembok dengan Bahan Rumahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167806/original/054892000_1742370479-ecologiacal-products-concept-with-copy-space.jpg)
Untuk jamur ringan hingga sedang, cara menghilangkan jamur di tembok bisa memakai bahan yang sudah tersedia di rumah tanpa perlu produk mahal. Anda dapat memanfaatkan cuka putih yang serbaguna untuk pekerjaan rumah tangga, baking soda, atau detergen ringan.
Mengacu pada panduan United States Environmental Protection Agency (EPA), pemutih tidak wajib untuk permukaan tidak berpori dan bukan bahan pembersih rutin yang dianjurkan, karena efeknya berhenti begitu permukaan mengering, sehingga menggosok dengan detergen dan air lebih diutamakan.
-
Cuka putih: Tuang cuka putih tanpa campuran ke botol semprot, semprotkan ke area berjamur, diamkan sekitar satu jam, lalu gosok dan lap bersih. Cuka bersifat asam sehingga mampu melemahkan jamur, dan juga populer sebagai disinfektan alami yang ramah lingkungan.
-
Baking soda: Larutkan satu sendok makan baking soda ke dalam segelas air, semprotkan, diamkan 10-15 menit, gosok dengan sikat, bilas, lalu keringkan. Bahan ini menyerap kelembapan sekaligus menghilangkan bau apek, serupa bahan alami lain untuk membersihkan permukaan rumah.
-
Sabun cuci piring atau detergen: Campur detergen ringan dengan air hangat, gosok permukaan yang berjamur dengan spons atau sikat lembut, bilas, lalu keringkan sempurna. Cocok untuk jamur permukaan yang belum parah.
-
Hidrogen peroksida: Gunakan hidrogen peroksida untuk mengangkat noda membekas; opsi ini beraroma lebih ringan sehingga nyaman dipakai di ruangan berpenghuni.
-
Pemutih (bleach): Batasi penggunaannya untuk permukaan keras tidak berpori seperti keramik atau beton dengan takaran sekitar satu gelas pemutih dan empat gelas air. Jangan pernah mencampur pemutih dengan amonia atau pembersih lain, dan lihat pilihan lengkap pada cara menghilangkan jamur dinding secara efektif.
-
Air garam: Larutkan tiga sendok makan garam ke dalam satu liter air hangat, lalu semprot atau lap ke area berjamur dan biarkan mengering; larutan ini membantu mengeringkan kelembapan yang tersisa di dinding.
Meski efektif, tetap kenali bahaya cuka putih pada permukaan tertentu seperti batu alam, dan pahami cara menghilangkan jamur di berbagai sudut rumah agar hasilnya menyeluruh.
Cara Menghilangkan Jamur di Tembok yang Membandel dan Sudah Meresap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357779/original/096405000_1790305946-25641498-406b-442d-a956-ac4f75d7bb54.jpg)
Bila noda terus muncul dan cat mengelupas, cara menghilangkan jamur di tembok yang sudah meresap tidak cukup dengan menyeka permukaan. Jenis material dinding sangat menentukan: jamur hanya menempel di permukaan bercat yang rapat, tetapi berakar dalam pada gipsum atau kayu, sehingga menentukan apakah cukup dibersihkan atau harus dibongkar.
-
Kikis lapisan yang mengelupas: Gunakan kape atau scraper untuk mengerok cat dan lapisan jamur yang sudah rusak hingga permukaan bersih dari sisa koloni.
-
Amplas permukaan: Haluskan bidang yang kasar dengan amplas secara merata, memakai trik mengamplas dan membersihkan jamur di dinding yang tepat.
-
Ganti material yang terkontaminasi: Jika jamur sudah menembus material berpori seperti gipsum atau drywall, potong dan ganti bagian tersebut karena spora sulit dibersihkan sepenuhnya dari pori-pori.
-
Tambal dan haluskan: Tutup lubang bekas kerokan dengan campuran semen atau filler, tunggu kering, lalu amplas kembali dengan amplas halus.
-
Jangan mengecat di atas jamur aktif: Mengecat langsung tanpa membersihkan jamur hanya menjebak koloni, dan jamur akan tumbuh menembus cat baru dalam hitungan minggu.
-
Cat ulang dengan pelindung: Setelah kering, lapisi dengan cat anti-jamur atau pelapis anti bocor; simak juga opsi mengatasi cat dinding berjamur tanpa bongkar bila kerusakan belum parah.
Perlu diingat, jamur yang berulang biasanya menandakan masalah air yang belum tuntas, jadi atasi dulu tembok lembap dan mengelupas akibat rembesan air. Apa pun jenis jamur yang ada di rumah Anda, Anda perlu menghilangkannya dengan aman dan mencegah pertumbuhan di kemudian hari demi melindungi kesehatan keluarga.
Advertisement
Cara Mencegah Jamur Tumbuh Kembali di Tembok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401851/original/032188900_1762230086-cat_rumah_sempit_1.jpg)
Setelah tembok bersih, langkah selanjutnya adalah memastikan jamur tidak datang lagi dengan mengendalikan kelembapan dan merawat dinding secara rutin. Pencegahan jauh lebih murah dan mudah dibanding harus membersihkan atau membongkar tembok berulang kali. Dilansir dari Harvard Health, jamur sering kali baru ketahuan saat sudah muncul bau apek atau perubahan warna, sehingga menjaga kelembapan ruangan pada kisaran 30-50 persen dengan bantuan dehumidifier menjadi kunci pencegahan.
- Jaga kelembapan ideal: Pertahankan kelembapan ruangan di 30-50 persen dan pakai higrometer untuk memantau; nyalakan dehumidifier bila angkanya melebihi 60 persen.
-
Perbaiki kebocoran segera: Tangani pipa bocor, atap rembes, dan retak halus tanpa menunda, seperti diulas dalam cara mengatasi tembok lembap agar cat tidak cepat mengelupas.
-
Keringkan area basah dengan cepat: Keringkan tumpahan atau bidang yang terkena air dalam 24-48 jam sebelum jamur sempat tumbuh.
-
Tingkatkan ventilasi: Pasang exhaust fan di kamar mandi dan dapur, buka jendela setiap hari, dan cari solusi tembok berjamur di kamar tanpa ventilasi.
-
Hindari sumber uap air dalam ruangan: Jangan menjemur pakaian basah di dalam rumah karena meningkatkan kelembapan udara yang memicu jamur.
-
Rawat dinding dan tata furnitur: Gunakan cat anti-jamur dan beri jarak antara furnitur dengan dinding agar udara mengalir, sebagaimana disarankan dalam cara mengatasi dinding jamuran agar tidak kambuh.
-
Panggil profesional bila perlu: Jika area jamur lebih luas dari sekitar 1 meter persegi (setara 10 kaki persegi), tersembunyi di balik dinding, atau terus berulang, serahkan pada tenaga ahli.
Menjaga hunian tetap kering juga berdampak langsung pada kesehatan penghuni. Paparan jangka panjang terhadap segala jenis jamur dalam ruangan dapat menimbulkan masalah seperti asma, peradangan paru, serta gangguan kognitif dan suasana hati. Untuk deteksi dini, kenali pula ciri ruangan yang lembap dan terapkan trik efektif membasmi jamur di tembok rumah secara konsisten agar hunian tetap sehat, seperti panduan solusi dinding lembap untuk rumah sehat.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Jamur di Tembok
Apa penyebab tembok mudah berjamur?
Tembok berjamur umumnya dipicu oleh kelembapan tinggi, ventilasi yang buruk, serta rembesan atau kebocoran air. Kondisi gelap dan minim sinar matahari membuat spora mudah menempel dan berkembang, sehingga menemukan lalu mengatasi sumber airnya adalah langkah paling penting sebelum membersihkan. Anda bisa mempelajari lebih lanjut lewat cara menghilangkan jamur hitam di tembok.
Apakah cuka putih lebih aman daripada pemutih untuk membersihkan jamur di tembok?
Cuka putih dianggap sebagai alternatif yang lebih alami dan tidak beracun dibanding pemutih klorin, serta efektif untuk jamur ringan pada banyak permukaan. Pemutih lebih cocok untuk permukaan keras tidak berpori dan harus dipakai hati-hati, sementara cuka lebih ramah untuk pemakaian rutin, seperti diulas pada cara membersihkan jamur di dinding rumah hingga tuntas.
Kapan sebaiknya memanggil jasa profesional untuk jamur di tembok?
Dilansir dari Mayo Clinic, gejala alergi jamur dapat berupa hidung meler atau tersumbat, batuk, mata gatal dan berair, hingga kulit kering, sehingga penanganan menyeluruh menjadi penting. Sebaiknya panggil profesional bila area jamur sangat luas, tumbuh di balik dinding atau langit-langit, atau terus muncul kembali meski sudah berkali-kali dibersihkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354880/original/049091900_1790065301-Z5EvQkL85QFH0Y5mhrVNeZPtOBo0l09XmqZO1yJy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358207/original/023404800_1790325617-20260925_104454.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353379/original/049657000_1789962681-01M2T6W4CGGQCP1GJ5B54V147B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354879/original/021332700_1790065300-whGPVGRO6ZsSBPCAg1dfujMumZUcYm9nsHDjWs7j.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353380/original/048816400_1789962682-01M2T6WJCYTW96TG0JKN0494KQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354874/original/003371200_1790065295-24lZFl1CfUnWbAyXFkItm6yKE2ytLWXCwbSz8vaA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354883/original/059985800_1790065304-VbmK3RuhKhz8KUulzB7SvGg8FGLqr6JcuFldoXOV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357752/original/000116000_1790304702-kipas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354834/original/066055800_1790065247-wyHZXNtH4aSOsDcWMbxFr8nGRyhdGf8MVwCYAFvF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346063/original/044533400_1789107942-sabut_kelapa.jpeg)