Liputan6.com, Jakarta Cara menangani jamur dinding musim hujan secara alami dimulai dari menghentikan sumber lembapnya. Sesudah itu, bersihkan noda jamur memakai bahan dapur seperti cuka putih, baking soda, atau minyak pohon teh.
Langkah terakhirnya, pastikan dinding cepat kering dan sirkulasi udara di ruangan lancar. Kalau kelembapan tetap dijaga, cara menangani jamur dinding musim hujan secara alami ini bisa mencegah noda hitam muncul lagi.
Sebagaimana dijelaskan oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), pengendalian kelembapan merupakan kunci utama dalam mencegah dan mengatasi pertumbuhan jamur di dalam ruangan. EPA menyarankan agar kelembapan relatif dijaga di bawah 60 persen jika memungkinkan, dengan kisaran ideal antara 30 dan 50 persen.
Advertisement
1. Atasi Sumber Lembap Sebelum Membersihkan Jamur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363597/original/038847800_1790905483-5fc6f1ee-5e83-4d05-8438-49ed8b6a279c.jpg)
Banyak orang langsung menggosok noda hitam di tembok, padahal jamur tumbuh karena air. Dalam cara menangani jamur dinding musim hujan secara alami, langkah pertama yang paling penting adalah mencari dan memperbaiki sumber rembesan.
Cek atap, talang, dan pipa: Periksa genteng yang bocor, talang yang tersumbat, retakan di dinding, dan pipa yang menetes di balik tembok. Kebocoran kecil pun bisa membuat dinding lembap terus selama musim hujan.
Tutup retakan dan perbaiki kebocoran: Pakai sealant atau plester tahan air untuk menutup celah. Selama sumber air belum diperbaiki, jamur hampir pasti akan muncul lagi.
Keringkan area basah secepatnya: Area dan barang yang terkena air perlu dikeringkan dalam 24-48 jam agar jamur tidak tumbuh. Nyalakan kipas angin, buka jendela saat cuaca cerah, atau pakai dehumidifier kalau ada.
Pakai alat pelindung diri: Siapkan sarung tangan, masker N95, dan kacamata pelindung sebelum mulai membersihkan. Spora jamur gampang beterbangan saat dinding digosok.
Ukur luas area berjamur: Kalau jamur hanya berupa bercak kecil, kamu masih bisa membersihkannya sendiri. Kalau sudah menyebar luas, sebaiknya panggil tenaga profesional.
John Otero, Regional Director PuroClean, sebagaimana dikutip Real Homes, menyatakan bahwa meskipun lebih aman menggunakan jasa spesialis remediasi jamur bersertifikat, jamur dalam jumlah kecil atau yang hanya tumbuh di permukaan masih dapat dibersihkan sendiri. Hal ini berlaku jika luas area terdampak kurang dari 10 kaki persegi atau sekitar 0,93 meter persegi.
Advertisement
2. Bersihkan Jamur dengan Cuka Putih dan Baking Soda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383053/original/045969700_1793066679-1.jpg)
Cuka putih dan baking soda adalah bahan yang paling sering dipakai untuk membersihkan jamur tanpa bahan kimia keras. Keduanya murah, gampang dicari, dan cocok untuk kamu yang ingin cara menangani jamur dinding musim hujan secara alami di rumah sendiri.
John Otero, Regional Director PuroClean, sebagaimana dikutip Real Homes, menyatakan bahwa salah satu cara alami untuk menghilangkan jamur pada dinding adalah menggunakan cuka putih. Ia menyarankan agar cuka disemprotkan langsung pada permukaan berjamur, didiamkan selama 30 menit, kemudian dibersihkan menggunakan air.
Siapkan semprotan cuka: Masukkan cuka putih (cuka dapur) tanpa campuran air ke botol semprot. Cuka bisa membunuh jamur di permukaan tidak berpori jika disemprotkan tanpa diencerkan, didiamkan satu jam, lalu dilap dengan kain lembap.
Gosok perlahan dengan sikat lembut: Setelah didiamkan, sikat area berjamur sampai noda terangkat. Jangan menggosok terlalu keras supaya cat tidak ikut terkelupas.
Buat larutan atau pasta baking soda: Kamu bisa memasukkan 1/4 sendok makan baking soda ke botol semprot berisi air, lalu kocok sampai larut. Untuk noda yang membandel, campur baking soda dengan sedikit air sampai berbentuk pasta, lalu oleskan.
Bilas dan keringkan: Bilas permukaan dengan air untuk mengangkat sisa jamur dan baking soda. Setelah itu, lap dinding sampai benar-benar kering.
Pakai cuka dan baking soda secara bergantian: Hindari mencampur cuka dan baking soda dalam satu botol karena keduanya saling menetralkan. Semprot cuka dulu, lalu lanjutkan dengan baking soda pada sesi berikutnya.
Merujuk ulasan Healthline, cuka memiliki sifat antijamur yang dapat membantu menghilangkan beberapa jenis jamur rumah tangga. Namun, bahan ini tidak efektif membunuh semua jenis jamur dan cenderung kurang ampuh membersihkan pertumbuhan jamur pada permukaan berpori atau mudah menyerap, seperti karpet dan material plafon. Pilihan bahan rumahan lain, seperti larutan air garam hangat, juga bisa dicoba untuk membantu menyerap sisa kelembapan di tembok.
3. Semprotkan Tea Tree Oil dan Jaga Dinding Tetap Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383051/original/036531500_1793066679-pexels-sejio402-29181495.jpg)
Minyak pohon teh atau tea tree oil sering dianggap sebagai pembasmi jamur alami yang paling kuat. Kalau dikombinasikan dengan kebiasaan menjaga ruangan tetap kering, cara menangani jamur dinding musim hujan secara alami akan jauh lebih tahan lama.
Pilih minyak yang tepat: Gunakan minyak pohon teh dari tanaman Melaleuca alternifolia. Minyak ini kaya terpinen-4-ol, senyawa yang merusak membran sel jamur.
Racik semprotannya: Campurkan satu sendok teh minyak dengan satu cangkir air di botol semprot. Kocok kuat sebelum dipakai karena minyak dan air mudah terpisah.
Semprot tanpa dibilas: Berbeda dengan cuka, minyak pohon teh tidak perlu dibilas karena tetap bekerja setelah kering.
Simpan dengan aman: Meski alami, minyak pohon teh bukan bahan yang tidak beracun. Beri label pada botolnya dan simpan jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Lancarkan sirkulasi udara: Buka tirai dan jendela saat matahari bersinar, pakai exhaust fan di kamar mandi dan dapur, serta beri jarak antara lemari dan dinding.
Rutin keringkan permukaan basah: Biasakan mengeringkan dinding kamar mandi setelah dipakai mandi.
Mengacu pada penelitian tahun 2015 yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, minyak pohon teh menunjukkan efek penghambatan pertumbuhan jamur paling kuat dibandingkan cuka, etanol 70%, serta dua disinfektan komersial, yakni Cavicide dan Virkon. Pengujian laboratorium tersebut dilakukan terhadap Aspergillus fumigatus dan Penicillium chrysogenum, dua jenis jamur yang umum ditemukan di lingkungan dalam ruangan.
Southern Living menyarankan agar dinding shower dikeringkan menggunakan alat pembersih kaca (squeegee) atau lap setelah mandi. Kebiasaan ini membantu mengurangi kelembapan pada permukaan kamar mandi sehingga risiko pertumbuhan jamur dapat diminimalkan.
Advertisement
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membersihkan Jamur Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383052/original/041082900_1793066679-5.jpg)
Bahan alami memang aman, tapi hasilnya tetap bergantung pada cara pemakaiannya. Hal ini penting kamu pahami karena sebagian besar rumah di Indonesia memakai dinding plester.
-
Langsung mengecat dinding berjamur: Cat baru hanya menutupi noda sementara. Bersihkan jamur dan tunggu dinding kering total sebelum dicat ulang, lebih baik lagi pakai cat anti-jamur.
-
Hanya membunuh jamur tanpa mengangkatnya: Jamur yang sudah mati tetap bisa memicu alergi, jadi sisa jamur harus digosok dan dilap sampai bersih.
-
Mencampur bahan pembersih sembarangan: Jangan pernah mencampur cuka dengan pemutih. Mencampur pemutih dengan amonia juga bisa menghasilkan gas beracun.
-
Tidak menguji di area kecil: Coba larutan di bagian dinding yang tidak mencolok dulu untuk memastikan catnya tidak luntur.
-
Memakai ulang kain kotor: Cuci bersih atau buang spons dan lap bekas membersihkan supaya spora tidak berpindah ke dinding lain.
-
Mengabaikan jamur yang meresap dalam: Jamur yang sudah masuk ke dalam lapisan dinding tidak akan hilang hanya dengan semprotan. Kalau kondisinya begitu, panggil tenaga profesional.
Untuk jamur ringan seperti di nat keramik kamar mandi, cuka masih cukup membantu. Scott Schrader, ahli kebersihan dari CottageCare, sebagaimana dikutip AOL, menjelaskan bahwa keasaman cuka dapat merusak sebagian struktur jamur. Selain itu, lapisan cuka membantu melarutkan lapisan yang membuat jamur melekat pada permukaan nat keramik.
Bahan pembersih lain yang bisa kamu bandingkan, mulai dari hidrogen peroksida hingga cuka putih sebagai alternatif alami, juga dibahas lengkap beserta takarannya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jamur Dinding
Seberapa cepat jamur bisa tumbuh di dinding saat musim hujan?
Jamur bisa tumbuh cukup cepat kalau dinding dibiarkan basah. Jamur bisa mulai tumbuh dalam 24 sampai 48 jam ketika kelembapan relatif bertahan di atas 65 persen. Karena itu, keringkan rembesan secepatnya.
Apakah cuka dan baking soda aman untuk dinding yang dicat?
Umumnya aman, asalkan kamu menggosok dengan lembut dan mengujinya dulu di area kecil. Setelah dibersihkan, bilas dan keringkan dinding agar tidak ada sisa lembap.
Kapan jamur dinding perlu ditangani profesional?Â
Panggil tenaga profesional kalau jamur sudah menutupi area luas, terus muncul lagi meski sudah dibersihkan, atau diduga tumbuh di balik dinding. Kerusakan akibat air yang parah juga sebaiknya diperiksa ahli bangunan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386354/original/022582300_1793345476-01M65GWZGH8AF83XS0PBHPXTVN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292496/original/090511000_1783600392-NTB_Karbon.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557931/original/067809700_1776398491-Gemini_Generated_Image_yfis0byfis0byfis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384152/original/096448700_1793159454-01M600ZHEFM8P02KJGQP7YN7AX.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384785/original/026689600_1793181689-01M60X268093K9CH6XNK01S0QG.jpg)